Laporan : Herikson K)
BIAK, tabloidpapuabaru.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Biak resmi mengoperasikan layanan Catheterization Laboratory (Cath Lab) pada 2 Juli 2026. Dengan beroperasinya fasilitas tersebut, RSUD Biak menjadi rumah sakit milik pemerintah pertama di Tanah Papua yang memiliki layanan Cath Lab untuk tindakan Digital Subtraction Angiography (DSA), setelah sebelumnya fasilitas serupa hanya tersedia di rumah sakit swasta.
Kehadiran Cath Lab menjadi tonggak penting dalam pemerataan pelayanan kesehatan, khususnya untuk penanganan penyakit jantung dan stroke di wilayah Papua. Layanan ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap tindakan medis berteknologi tinggi tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
Masyarakat dari Kabupaten Biak Numfor, Supiori, Kepulauan Yapen, Waropen, maupun kabupaten lain di Papua nantinya dapat memperoleh pelayanan Cath Lab di RSUD Biak melalui mekanisme rujukan sesuai ketentuan BPJS Kesehatan setelah proses kerja sama resmi diselesaikan.
Direktur RSUD Biak, Yubelina Marandof, mengatakan pengoperasian Cath Lab melengkapi sistem layanan penanganan stroke yang selama ini telah dikembangkan rumah sakit tersebut.
“Melalui layanan Neurointervensi dengan Cath Lab yang terintegrasi dengan layanan Neurorestorasi seperti Transcranial Magnetic Stimulation (TMS), Peripheral Magnetic Stimulation (PMS), dan terapi Hiperbarik yang telah tersedia, penanganan pasien stroke di RSUD Biak kini dapat dilakukan secara lebih komprehensif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, integrasi layanan tersebut memungkinkan pasien memperoleh penanganan mulai dari tindakan medis pada fase akut hingga proses rehabilitasi, sehingga peluang pemulihan pasien menjadi lebih optimal.
Yubelina juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, para dokter spesialis, tenaga kesehatan, serta seluruh tim pendukung yang telah bekerja secara profesional dan kolaboratif hingga layanan Cath Lab dapat dioperasikan.
“Keberhasilan menghadirkan layanan ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Papua,” katanya.
Sementara itu, proses kredensial layanan Cath Lab dengan BPJS Kesehatan saat ini masih berlangsung. Setelah seluruh tahapan kerja sama dan kredensial selesai, masyarakat peserta BPJS Kesehatan diharapkan dapat mengakses layanan tersebut melalui sistem rujukan sesuai prosedur yang berlaku.
RSUD Biak optimistis kehadiran Cath Lab akan memperluas jangkauan pelayanan kesehatan spesialistik di wilayah Papua sekaligus membantu menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit jantung maupun stroke yang selama ini masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia.
Dengan fasilitas tersebut, RSUD Biak semakin memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan regional yang mampu menghadirkan layanan kesehatan modern bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia.***






