YAHUKIMO (tabloidpapuabaru.com) Meskipun sempat diguyur hujan deras namun perayaan Ibadah Natal malam Kudus Jemaat GIDI Elisa Yahukimo berlangsung dengan penuh sukacita kamis (25/12/2025)
Perayaan Natal tahun ini mengusung tema “Natal membawa suka cita Besar (Lukas 2:10-11), Hari ini Telah Lahir Bagimu Juru Selamat Yaitu Kristus Tuhan di Kota Daud. ”Sub.Thema “Dengan Natal Tahun ini, Umat Tuhan Memelihara Iman Dengan Penuh Suka Cita”

Pdt.Hosea Sobolim,S.Th dalam kotbahnya terambil dalam injil Lukas 2:1–15, mengajak jemaat untuk kembali menghayati makna kelahiran Yesus Kristus sebagai Juru Selamat umat manusia.
Pesan penting dari perayaan Natal adalah kabar sukacita atas kelahiran Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia dari dosa.

Berita Natal adalah berita yang menyenangkan bagi seluruh bangsa, karena Yesus datang ke dunia untuk mencari dan menyelamatkan manusia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Yesus Kristus datang ke dunia dan menjadi sama dengan manusia, dilahirkan oleh Maria, namun tanpa dosa. Hal inilah yang menjadi dasar keselamatan bagi umat manusia.

Ia juga menjelaskan tentang sejarah kelahiran yesus dari sensus penduduk sampai dengan kelahiraNya,”ujar ,Pdt.Husea dalam khotbahanya;

Pesan Damai Natal Ev.Yustian Pahabol S.Th di Ibadah Malam Natal Jemaat GIDI Elisa Penuh Suka Cita
Seperti terlihat di Gereja Gidi Elisa Yahkimo,ratusan jemaat memadati dalam Gedung ibadah Elisa juga area halaman depan gereja untuk mengikuti ibadah Malam Kudus.
Ibadah diawali dengan penyalaan lilin secara bersama-sama sambil menyanyikan lagu “Malam Kudus”. Ibadah tersebut dipimpin oleh Ev.Yustian Pahabol S.Th
Tema ibadah Malam Kudus kali ini yakni “Natal membawa suka cita Besar (Lukas 2:10-11),”, Dengan Pembacaan Alkitab Dari Kitab,Kejadian,2 & 3:Kitab,Amzal,3:18,Kitab,Yesaya,11:1,Kitab,Wahyu,22:1-2.Yang menjelaskan tentang kelahiran Yesus Kristus dan penyertaan Allah dalam kehidupan keluarga.
Ev.Yustian Pahabol,S.Th dalam khotbahnya menyampaikan bahwa penyalaan lilin Natal merupakan simbol kesiapan umat untuk menjadi terang di tengah dunia, sebagai bentuk penghayatan atas kehadiran Yesus Kristus sebagai Terang Dunia.

“Di tengah gelapnya dunia, Sang Juruselamat telah datang membawa harapan, damai, sukacita, dan kasih-Nya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Kristus adalah Raja Damai yang mendamaikan manusia dengan Allah, serta manusia dengan sesamanya.
“Kristus telah datang. Mari kita berjalan dalam terang Kristus, membawa harapan, damai, sukacita, dan kasih ke mana pun kita pergi,” ajaknya.
Ev.Yustian juga dalam khotbah,menjelaskan tentang arti-arti hiasan Natal,seperti pohon Natal,lampu hias Natal dan pernak Pernik lainnya,;ujarnya Yustian dalam khotbahny;


Pesan Natal Gembala Jemaat GIDI Elisa Yahukimo, Pdt.Lukas Pahabol
Sementara itu Pesan natal Pdt.Lukas Pahabol dimomen malam natal Jemaat GIDI bahwa kelahiran Yesus adalah bukti nyata kesetian Allah, untuk itu para jemaat diajak untuk memahami makna kelahiran sang juru selamat.
“ melalui perayaan Natal tahun ini, Jemaat Elisa Yahukimo menumbuhkan semangat saling mengasihi,menghargai perbedaat dan mempererat persaudaraan didalam Tuhan Yesus Kristus,” terangnya.

Ia juga mengajak warga jemaat untuk lebih dekatkan diri dengan Tuhan. Dengan rajin ke geraja atau mengikuti ibadah perayaan hari-hari keagamaan lainnya.
“dalam momen perayaan natal ini kita semua diajak untuk rajin beribadah, tinggalkan roh kemalasan dan rajin ke ibadah hari minggu jangan tunggu sampai hari natal baru masuk gereja,” harapnya.


Natal Kedua Jemaat GIDI Elisa Berlangsung Penuh Suka Cita
Di Natal kedua Jemaat GIDI Elisa, mengangkat Thema“Natal membawa suka cita Besar (Lukas 2:10-11),”,Ibadah perayaan Natal kedua Kembali dirayakan pada jumat,26/12/2025,Ibadah di mulai jam 9.oo sampai selesi.

Ibadah Natal kedua dipimpin langsung,Ev.Yunius Silak,S.Th,dalam kitab(Injil Matius,2:1-12, ia menjelaskan tentang orang Majus dari Timur yang mengikuti bintang sampai menemukan tempat kelahirannya di kota Betlehem, dengan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari,menunjukkan bahwa jemaat GIDI Elisa menempatkan Tuhan sebagai yang utama dalam hati masing -masing.



Ia juga menjelaskan secara tetail datangnya orang orang Majus yang datang dari Timur,secara keselurusannya orang Majus adalah teladan penghormatan,pencarian dan penyembahan kepada Yesus sebagai Tuhan dan Raja Penyelamat duni,” Tutup Ev.Yunuis dalam khotbahnya.(Yonathan Itlay) ****






