SUPIORI-tabloidpapuabaru.com,- Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata UPTD Noken Papua resmi menggelar kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Noken Saireri Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Supiori.

Kegiatan ini dibuka dalam suasana penuh semangat kebersamaan, melibatkan pemerintah daerah, narasumber, serta para mama-mama pengrajin dan generasi muda sebagai peserta.
Ketua Panitia Mozes Albert Mandibodibi,PD.M.AP,- dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada sejumlah dasar hukum, di antaranya Peraturan Daerah Provinsi Papua Nomor 12 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas-Dinas Provinsi Papua, Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2026, serta Surat Keputusan Kepala Dinas terkait pembentukan tim kerja pelatihan tertanggal 13 April 2026.

Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya strategis dalam melestarikan noken sebagai warisan budaya Papua yang telah diakui dunia. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk kerajinan yang bernilai jual.

“Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta, sekaligus menanamkan kembali nilai-nilai filosofi noken kepada generasi muda agar warisan budaya ini tidak punah,” ujar Ketua Panitia dalam sambutannya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menjaga eksistensi noken Saireri sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal di Tanah Papua.

Sementara dalam laporannya sebanyak 20 peserta yang terdiri dari mama-mama pengrajin noken Saireri dari Kabupaten Supiori dan perwakilan pengrajin tingkat provinsi turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Pelatihan dipusatkan di Hotel Sapuri, Kabupaten Supiori, dengan menghadirkan instruktur berpengalaman di bidang kerajinan noken.

Materi pelatihan mencakup teknik dasar merajut noken Saireri, pemilihan warna, pembuatan pola, hingga tahapan finishing dan strategi pemasaran produk. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi ceramah, diskusi interaktif, serta praktik langsung guna memastikan peserta dapat memahami dan menguasai keterampilan secara menyeluruh.**







