JAYAPURA-tabloidpapuabaru.com Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Jayapura, M. Saleh, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah komprehensif untuk mengatasi persoalan banjir yang selama bertahun-tahun menyebabkan genangan di sejumlah titik di kota tersebut.
Hal itu disampaikan M. Saleh saat ditemui wartawan tabloidpapuabaru.com di ruang kerjanya belum lama ini. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun perencanaan jangka bertahap hingga pekerjaan pengendalian banjir dapat dituntaskan secara menyeluruh.
“Secara teknis, kami di bidang Sumber Daya Air sudah merencanakan pekerjaan ini sampai tuntas. Tidak hanya normalisasi atau pembersihan saluran, tetapi juga akan dilanjutkan dengan perbaikan saluran, termasuk penutupan trotoar agar kembali seperti semula,” ujarnya.
Namun demikian, pelaksanaan program tersebut masih terkendala keterbatasan anggaran. Pada tahap awal, PUPR Kota Jayapura hanya mampu melakukan penanganan melalui skema dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sesuai arahan Wali Kota.
“Pekerjaan yang sudah dilakukan masih sebatas penyewaan alat berat dan pembersihan saluran. Kegiatan ini dilaksanakan langsung oleh Bidang Sumber Daya Air,” jelasnya.
Untuk tahapan lanjutan, yakni perbaikan infrastruktur saluran dan normalisasi secara menyeluruh, telah direncanakan dan diusulkan dalam anggaran. Proposal tersebut, kata Saleh, telah melalui proses review oleh Inspektorat dan kini menunggu arahan pimpinan.
“Rencana lanjutan akan diusulkan dalam APBD Perubahan tahun 2026. Kami masih menunggu persetujuan. Jika sudah disetujui, maka pekerjaan akan segera dilanjutkan, termasuk penataan saluran dan trotoar,” tambahnya.
Di sisi lain, Saleh menyoroti faktor utama penyebab tersumbatnya saluran air, yakni sampah rumah tangga dan akar pohon yang tumbuh di sekitar drainase. Dari hasil pembersihan yang dilakukan, ditemukan banyak sampah padat seperti botol plastik yang menghambat aliran air.
“Masalah utama itu adalah sampah.
Hampir di sepanjang saluran yang kami bersihkan ditemukan tumpukan sampah. Ini menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah sembarangan, terutama di area rawan genangan. “Pengendalian banjir membutuhkan biaya besar. Karena itu, kami berharap masyarakat turut berperan dengan menjaga lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya,” pungkasnya.***





