JAYAPURA, tabloidpapuabaru.com – Dewan Pimpinan Nasional Pemuda Adat Papua (DPN PAP) menyoroti penanganan konflik keamanan yang masih terjadi di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan. Organisasi tersebut menilai Pemerintah Kabupaten Yahukimo perlu meningkatkan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mempercepat penyelesaian konflik yang telah menelan korban jiwa dan kerugian materiil.
Ketua Umum DPN Pemuda Adat Papua, Jan Christian Arebo, S.H., M.H., saat ditemui di Jayapura Jumat, (3/7/2026) mengatakan pemerintah daerah Yahukimo, khususnya Bupati Didimus Yahuli, diharapkan mengambil langkah yang lebih cepat dan efektif dalam membangun komunikasi dengan aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Menurut Arebo, berbagai peristiwa kekerasan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan bahwa upaya penyelesaian konflik masih memerlukan perhatian dan penanganan yang lebih serius.
Ia menyinggung sejumlah insiden yang terjadi di Yahukimo, termasuk pembakaran pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA) Air di Bandara Ipdeheik Distrik Soba Yahukimo Papua Pegunungan pada Kamis (02/07/2026) yang menyebabkan meninggalnya seorang pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas Francis Goselin.
Peristiwa-peristiwa tersebut, kata dia, menambah daftar panjang aksi kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut.
Dalam keterangannya, Arebo juga menyampaikan dugaan adanya ketidaktegasan pemerintah daerah dalam merespons situasi keamanan.
“Kami berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata dengan memperkuat koordinasi bersama seluruh pihak agar konflik ini dapat segera diakhiri melalui pendekatan yang mengedepankan keamanan, dialog, dan perdamaian,” ujarnya.
Arebo turut mengecam aksi pembakaran pesawat dan pembunuhan terhadap pilot yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun.
Ia menilai peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga berpotensi merusak citra Kabupaten Yahukimo dan Papua di mata masyarakat internasional.
“Kami sangat menyayangkan aksi brutal tersebut. Kekerasan bukanlah jalan keluar untuk menyelesaikan persoalan apa pun. Semua pihak harus mengedepankan dialog, hukum, dan kemanusiaan demi terwujudnya perdamaian yang berkelanjutan di Tanah Papua,” tegasnya.***






