JAYAPURA.tabloidpapauabaru.com,- Tugas dan panggilan Pelayanan bagi Gereja Kristen Injili (GKI) Di Tanah Papua terus mengalami perubahan peningkatan dan pembaharuan melalui berbagai aspek. Secara Khusus bagi pengurus baru Yasasan Pendidikan Kristen (YPK) Di Tanah Papua saat ini melakukan pembenahan.
Dengan kepemimpinan baru yang dipercayakan oleh lembaga Sinode GKI Di Tanah Papua kepada pnt. Joni Betaubun dan perangkatnya pada 15 Juni 2023 lalu, membuat pengurus baru YPK mulai tancap gas.
Dengan berbekal kepercayaan diri, keuletan, pengalaman dan konsep pelayanan yang dimiliki Ketua YPK yang baru, Pnt. John Betaubun, bergerak mendatangi 6 provinsi di Tanah Papua, untuk melihat dan mendengar langsung apa yang menjadi harapan dari sekolah-sekolah YPK tetapi juga lembaga YPK yang lain.
Ketua YPK Di Tanah Papua, Joni Betaubun, SH, MH; saat diwawancarai Media Online ini, usai mengikuti ibadah penutupan tahun pelayanan 2023 GKI Di Tanah Papua di Gedung gereja Jemaat GKI Sion Padang Bulan, Sabtu. (16/12), mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan, karena atas penyertaan dan campur tangan Tuhan maka kepercayaan yang diberikan oleh Sinode GKI Di Tanah Papua sejak dirinya diserah terimakan pada 15 Juni 2023, sampai saat ini bisa melaksanaka tugas dengan baik.
Dijelaskan bahwa selama enam bulan telah berkerja dengan melakukan berbagai komunikasi kordinasi dan diskusi baik dengan Sinode GKI di Tanah Papua, dan juga dengan berbagai pimpinan yayasan YPK, seperti sekolah-sekolah YPK dan lainnya.
“memimpin YPK Di Tanah Papua dari tanggal 15 Juni 2023 sampai saat ini desember, sudah enam bulan, dimana kami melakukan konsolidasi lebih awal dan telah melakukan FGD (Forum Group Diskusi) untuk mengetahui persoalan yang terjadi di lapangan, jadi ibaratnya mesin ini kami bongkar dan memulainya dari nol (awal) ” terang John Betaubun yang juga adalah wakil ketua DPRD Kota Jayapura itu.
Lebih jauh disebutkan pihaknya telah mendatangi 6 Provinsi di Tanah Papua untuk menggali semua persoalan yang ada di 786 sekolah-sekolah YPK yang tersebar di seluruh Tanah Papua.
“ ini yang kami lakukan dan kita memetakan bahwa dari semua persoalan yang ada di tingkat paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK menjadi prioritas untuk segerah diselesaikan, dan ini yang kami audiens dengan Sinode untuk harus kita benahi kedepan,” Paparnya.
Dirinya berharap dukungan dari semua warga GKI Di Tanah Papua, sehingga apa yang menjadi tugas dan tanggunjawab yang diamanatkan oleh Tuhan lewat Sinode GKI Di Tanah Papua dapat berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan. “ sekali lagi saya sampaikan bahwa, yang pertama kami lakukan ini ibaratnya Bongkar Mesin, bukan kita turun dengan keadaan stabil bukan itu. Kita kerja dari fondasi ulang, makanya perlu adanya FGD karena dengan adanya FGD kita tau persoalan dan tidak bisa kita jalan dengan apa adanya karena dibawahnya sudah tidak jalan, sehingga harapan saya kita bersatu untuk melihat YPK ini kedepan menjadi lebih baik lagi,” ungkap Betaubun mengakhiri wawancaranya. (zes)*






