JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com,- Putra terbaik Papua, Lahir di Saireri Biak Numfor dan besar di tanah Tabi ,Willem Frans Ansanay, SH, M.Pd, menyatakan siap mencalonkan diri sebagai bakal calon wakil gubernur Papua pada pesta demokrasi pilgub serentak 2024.
Keyakinannya semakin kuat maju sebagai bakal calon wakil gubernur Papua, karena ingin memperjuangkan visi dan misi Partai golkar untuk mensejahterakan masyarakat Papua.
“ ya sebagai kader Partai Golkar jika diperintahkan oleh pimpinan Partai , maka saya siap melaksanakan amanah yang dipercayakan yaitu siap lahir batin maju mencalonkan diri sebagai wakil gubernur Papua pada pesta demokrasi 2024,”
Penegasan itu disampaikan Kader PG, Willem Frans Ansanay kepada wartawan media online ini lewat telepon selulernya dari Shanghai Cina belum lama ini.
Lanjut, WFA yang juga pernah bertugas di Pemda DKI Jakarta, menyebutkan bahwa Pasca Pemilu Legislatif beberapa waktu lalu dirinya masih memperjuangkan suara PG di Mahkamah Konstitusi terkait sengketa perselisihan suara Partai Golkar yang dirugikan, diduga dilakukan oleh oknum-oknum tertentu sebagai penyelenggara pemilu legislatif di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori sebagaimana temuan dari C hasil yang dikumpulkan.
Jika berdasarkan C hasil maka suara partai-partai pemenang telah terjadi penggelembungan suara pada D hasil yang kemudian dijadikan keputusan pleno KPU Kab/Kota yang kemudian ditetapkan pada pleno KPU Provinsi Papua.
Sementara Berdasarkan perolehan suara sah Partai Politik dan 3 Calon Anggota DPR RI dapil Papua berdasarkan C-Hasil, PG memperoleh 59.954 suara sehingga PG berada di rengking ke-3.
Dimana Berdasarkan C Hasil salinan tabel menunjukan suara PG Termohon : 71.845, Pemohon : 59.954 Selisih : 11.891
Berikut Perolehan Suara dan perengkingan :
115.223 Suara PDIP Peringkat I
72.299 Suara NasDem Peringkat II
59.954 Suara Golkar Peringkat III
54.667 Suara Gerindra Peringkat IV
“ Saya sendiri memperoleh suara dasar dari masyarakat sebanyak kira-kira 30 ribu, ditambah suara masyarakat melalui para caleg DPRD Kabupaten/Kota dan DPRP maka sudah menjadi modal bagi PG untuk siap bertarung di PILKADA Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua.
Lebih lanjut WFA juga menyampaikan bahwa kecurangan dalam pemilu legislatif 2024-2029 yang membuat PG tidak mendapatkan 1 kursi di DPR RI sedang diperjuangkan lewat permohonan ke Mahkamah Konstitus dengan nomor pokok perkara: 40-02-04-33/PHPU DPR-DPRD-XXII/2024 yang sementara berproses dan semoga menang di Mahkamah Konstitusi (MK) sehingga PG bisa berada di peringkat ke 3 dengan memperoleh 1 kursi di DPR RI.
Kami terus berjuang dan berdoa kepada Tuhan untuk menolong dan memberi kemenangan kepada PG lewat Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi karena dokumen permohonan berdasarkan C hasil bukan D hasil di PPD yang manipulatif,” harapnya.
WFA menambahkan bahwa atas dasar perolehan suara dari para caleg DPR RI, DPRP, DPRD Kab/Kota kira2 169 ribuan itulah yang mendorong dirinya mendaftar masuk dalam bursa pilkada sebagai bakal calon wakil gubernur Provinsi Papua dari Partai Golkar dan sedang di SURVEI lembaga survei yang ditunjuk DPP PG, artinya karena sudah ada modal dasar saat pemilu legislatif 14 Februari 2024.
Ia berharap sebagai kandidat harus mampu memberikan suara yang signifikan bagi partai golkar.
Sebagai Kader Partai Golkar yang sudah bertarung dengan segala kemampuan di pemilu legislatif WFA optimis keputusan Partai Golkar akan memberi restu menggunakan Partai Golkar maju sebagai calon wakil gubernur Papua.
“ saya optimis, bahwa pimpinan partai akan memprioritaskan kadernya maju menggunakan Partai Golkar untuk kolaborasi dengan Calon Gubernur yang disiapkan DPP Partai Golkar, intinya bahwa, saya siap diperintah pimpinan Partai saya,” terang WFA dengan nada optimis. (Redaksi)**






