• TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
Minggu, April 19, 2026
  • Login
Papua Baru
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
Papua Baru
No Result
View All Result
Home PAPUA

Temuan 2012-2021, Siswa SMP di Biak dan Supiori Belum Lancar Membaca

by
19 Mei 2022
in PAPUA
0
Temuan 2012-2021, Siswa SMP di Biak dan Supiori Belum Lancar Membaca

Soleman S. Sroyer, ST, Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Soleman S. Sroyer, ST, Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih 2021

Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori  harus lebih serius menangani masalah buta aksara atau anak belum bisa membaca yang setiap tahunnya menjadi temuan di sekolah-sekolah. Kasus anak belum bisa membaca ini kerap ditemukan terjadi disaat memasuki tahun ajaran baru dimana anak-anak didik kelas 9 hendak mendaftar untuk masuk ke jenjang yang lebih tinggi.

Seperti halnya yang terjadi di SMK YPK 2 Biak (STM YPK) dimana setelah melalui tes Membaca Menulis Menghitung (3M) ternyata ada ditemukan siswa yang belum bisa membaca sama sekali.

Kasus buta aksara ini ditemukan sejak tahun 2012 hingga 2021 di SMK YPK 2 BIAK ( STM YPK ), dan telah dilaporkan kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Biak Numfor, tetapi sampai saat ini tidak ditanggapi dengan serius.

Sangat disayangkan jika kasus ini terus didiamkan maka akan berdampak buruk bagi peningkatan kualitas pendidikan SDM di Kabupaten Biak Numfor dan Supiori.

Kasus ini merupakan cermin gagalnya kinerja pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori  yang seharusnya memantau sekolah di daerahnya sehingga mutu pendidikan bisa terjaga dengan baik.

Penulis mempertanyakan mengapa siswa tersebut dapat lulus dari SD padahal belum mampu membaca dengan lancar. Anak yang susah membaca itu seharusnya seperti siswa lainnya yang sudah bisa membaca sejak kelas 1 SD.

Biasanya kelas 1 saja sudah lancar membaca. Ini kok sampai kelas 7 SMP belum bisa membaca, bahkan menulispun masih kurang baik penempatan  huruf juga kurang baik

Kasus itu merupakan dampak dari kurang tanggapnya pemerintah daerah khususnya Dinas Pendidikan Biak Numfor dan Kab. Supiori , yang tidak melakukan kinerjanya dengan baik. “Pertama-tama saya minta maaf karna mungkin agak kasar bahasa saya tapi itu memang temuan saya seperti itu”.

Kita tau bahwa di daerah manapun itu, setiap bulan ada pengawas sekolah yang melakukan peninjauan ke sekolah-sekolah untuk melihat dan memeriksa perkembangan sekolah maupun siswa-siswa di sekolah. Pengawas sekolah itu adalah pegawai yang diutus oleh dinas pendidikan masing-masing daerah.

Sebagai masukan dan saran kepada Kepala Dinas Pendidikan Kab.Biak Numfor dan Kab. Supiori  agar harus memanggil Kepala Sekolah pada beberapa sekolah tersebut dan tanyakan sampai sejauh mana tanggung jawab mereka terhadap sekolah yang mereka pimpin terutama kinerja dari guru-guru mereka.

Alasan menulis ini karena pada Tahun 2015 selaku ketua panitia PSB pada SMK YPK 2 BIAK membuat Tes 3 M yaitu :  Membaca, Menulis, Menghitung dan ada ditemukan 6 siswa tidak bisa membaca lancar bahkan tidak bisa sama sekali sehingga, kami memutuskan untuk tidak menerima siswa-siswa tersebut. Pada tahun 2016 itupun kembali ditemukan lagi 4 siswa yang susah membaca dan saya sampaikan kepada orang tua mereka untuk kembali pada bulan Agustus minggu terakhir untuk tes lagi kalau memang tidak bisa kami tidak terima.

Tidak boleh di biarkan karena akan bertambah dan ini  ibarat peristiwa gunung es jadi kalau sampai muncul 6 kemudian 4 itu menandakan bahwa ada sekitar 40 – 60 anak yang susah membaca. Kasus semacam ini menjadi temuan di SMK YPK 2 Biak dan terjadi pada tahun 2012 sampai 2021.

Harapan kami agar dari temuan ini kiranya menjadi perhatian dan tanggungjawab kita bersama, baik dari orang tua/murid, pihak sekolah dan pemerintah daerah Biak Numfor dan Supiori sehingga kedepan masalah pendidikan di Kabupaten Biak dan Supiori dapat berlangsung dengan baik.**

Previous Post

Ribuan Jemaat GIDI Wilayah Bogo Rayakan Masuknya Injil di Bokondini

Next Post

Wow 3620 Anak Biak, Jumlah yang Fantastis !!!

Next Post
Wow 3620 Anak Biak, Jumlah yang Fantastis !!!

Wow 3620 Anak Biak, Jumlah yang Fantastis !!!

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
PUPR Kota Jayapura Rencanakan Penanganan Banjir Menyeluruh, Terkendala Anggaran dan Kesadaran Warga

PUPR Kota Jayapura Rencanakan Penanganan Banjir Menyeluruh, Terkendala Anggaran dan Kesadaran Warga

18 April 2026
PLN UIP MPA Terapkan Clean Energy Day, Langkah Hijau Setiap Jumat Dukung Ketahanan Energi dan Pengurangan Emisi

PLN UIP MPA Terapkan Clean Energy Day, Langkah Hijau Setiap Jumat Dukung Ketahanan Energi dan Pengurangan Emisi

18 April 2026
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata UPTD Noken Papua Gelar Pelatihan Noken Saireri di Supiori, Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata UPTD Noken Papua Gelar Pelatihan Noken Saireri di Supiori, Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi

17 April 2026
Dorong Kemandirian Pangan, PLN UIP MPA Berdayakan Petani Papua Lewat Program Electrifying Agriculture

Dorong Kemandirian Pangan, PLN UIP MPA Berdayakan Petani Papua Lewat Program Electrifying Agriculture

17 April 2026

Recent News

PUPR Kota Jayapura Rencanakan Penanganan Banjir Menyeluruh, Terkendala Anggaran dan Kesadaran Warga

PUPR Kota Jayapura Rencanakan Penanganan Banjir Menyeluruh, Terkendala Anggaran dan Kesadaran Warga

18 April 2026
PLN UIP MPA Terapkan Clean Energy Day, Langkah Hijau Setiap Jumat Dukung Ketahanan Energi dan Pengurangan Emisi

PLN UIP MPA Terapkan Clean Energy Day, Langkah Hijau Setiap Jumat Dukung Ketahanan Energi dan Pengurangan Emisi

18 April 2026
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata UPTD Noken Papua Gelar Pelatihan Noken Saireri di Supiori, Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata UPTD Noken Papua Gelar Pelatihan Noken Saireri di Supiori, Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi

17 April 2026
Dorong Kemandirian Pangan, PLN UIP MPA Berdayakan Petani Papua Lewat Program Electrifying Agriculture

Dorong Kemandirian Pangan, PLN UIP MPA Berdayakan Petani Papua Lewat Program Electrifying Agriculture

17 April 2026
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
tabloidpapuabaru.com

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • EKONOMI

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In