JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com,- Ketua Himpunan Pemuda Papua (HPP), Otniel Deda, angkat bicara mengenai eskalasi ketegangan global pasca peristiwa penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, di Caracas baru-baru ini. Dalam kapasitasnya sebagai tokoh pemuda di wilayah timur Indonesia, Otniel menyerukan agar pemuda Papua tetap tenang dan menjaga harmoni di kawasan Pasifik.
Otniel Deda menegaskan bahwa posisi geografis dan kultural Papua menjadikannya sebagai poros penting yang menghubungkan Indonesia dengan keluarga besar negara-negara Pasifik. Menurutnya, stabilitas di dalam negeri harus menjadi prioritas utama agar tidak terpengaruh oleh riak politik di luar negeri.
“Papua adalah jembatan persahabatan antara Indonesia dan Pasifik. Sebagai pemuda, kami melihat bahwa apapun riak yang terjadi di kancah global, tanggung jawab kita adalah menjaga harmoni di rumah kita sendiri,” ujar Otniel Deda dalam rilis resminya di Jayapura, Sabtu (10/1/2026).
Menjaga Semangat “Pacific Way”
Otniel menambahkan bahwa pemuda Papua memiliki peran strategis dalam menyebarkan pesan perdamaian ke negara-negara tetangga di kawasan Melanesia dan sekitarnya. Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi prinsip Pacific Way—mengedepankan dialog dan persaudaraan di atas segala bentuk konflik.
“Stabilitas adalah modal utama pembangunan. Tanpa kedamaian, mimpi besar anak muda Papua untuk maju akan sulit tercapai. Mari kita tebarkan pesan damai dari Timur Indonesia untuk dunia,” tambahnya.
Solidaritas Tanpa Provokasi
Himpunan Pemuda Papua juga mengimbau agar generasi muda tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi global yang dapat memecah belah persatuan di tanah Papua. Otniel berharap pemuda lebih fokus pada pengembangan ekonomi kreatif, pendidikan, dan kolaborasi lintas negara di Pasifik.
“Kita menghormati kedaulatan setiap bangsa dan hukum internasional. Namun, fokus utama kita hari ini adalah memastikan Pasifik tetap menjadi zona yang aman bagi masa depan generasi muda. Dari Tanah Papua, kita kirimkan energi positif untuk stabilitas dunia,” tutup Otniel. (Redaksi)***






