JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com,- Mencermati dinamika di wadah KNPI khususnya di provinsi Papua Pegunungan yang belakangan ini muncul banyak versi, ditanggapi oleh Mantan Ketua KNPI Yahukimo Titus Lao Mohi, S.Si,.M.Si bahwa pemerintah peka melihat dinamika di KNPI ini secara bijak.
“Munculnya banyak versi KNPI ini merupakan antusias Pemuda Papua Pegunungan yang perlu direpon secara positif oleh pemerintah dalam rangka pengembangan kapasitas pemuda dan kapabilitas generasi muda di wadah KNPI sebagai laboratotirum kader.” Tegasnya kepada media di Jayapura, Sabtu, (25/10/2025).
Untuk itu pihaknya berharap kepada pemerintah provinsi Papua Pegunungan, agar memfasilitasi para ketua-ketua carateker dari beberapa kepengurusan yang dimandatkan oleh DPP KNPI, dalam rangka konsolidadi organisasi KNPI di Papua Pegunungan dengan mendorong upaya penyatuan.
“Banyak versi yang muncul. Kalau tidak salah ada tiga kubu. Ini merupakan asset yang harus dikelola oleh pemerintah dengan membangun komunikasi yang baik kepada semua pihak, dalam upaya penyatuan sebelum melaksanakan tahapan lebih lanjut. Kenapa harus penyatuan penting, supaya pemerintah tidak kaku dalam penyediaan anggaran dalam pelaksanaan agenda-agenda pemuda di wadah KNPI. Karena semuanya ini pemuda Papeng.” Ujarnya.
Mantan Ketua KPU Pegunungan Bintang ini berharap, kepada semua kubu yang mengkantongi SK Carateker dari DPP KNPI, agar mengutamakan kepentingan dan kebersamaan sesama pemuda Papua Pegunungan daripada kepentingan pribadi atau golongan.
“Pemuda saat ini adalah asset daerah kedepan. Maka saya berharap kepada semua kubu, agar mengutamakan kepentingan seluruh pemuda Papua Pegunungan. Karena saat ini KNPI banyak versi mulai pusat hingga di daerah. Sehingga perbedaan ini harus dikelola baik sebagai bagian dari proses dan dinamika organisasi. Karena KNPI adalah organisasi elit yang harus kita jaga marwa dan wibawanya. Karena wadah ini melahirkan banyak pemimpin.” Tegasnya.
Mantan wartawan ini menjelaskan bahwa upaya penyatuan penting dalam rangka menjaga kekompakkan sekaligus mendorong proses-proses organisasi yang berlaku di KNPI, agar semua dinamika yang berkembang dalam forum pemuda adalah proses pembelajaran bagi generasi berikut kita.
“Pemimpin pemuda harus mendapat legitimasi dari forum yang berlaku di KNPI. Kalau banyak kubu itu wibawa KNPI-nya hilang. Jadi saya sebagai mantan Ketua KNPI berharap harus bersatu dulu baru agendakan tahapan selanjutnya yang tentu harus difasilitasi oleh pemerintah. Saya berharap semua pemuda harus merespon dinamika dengan kepala dingin. Karena ini provinsi baru, Pemuda Papua Pegunungan harus letakkan dasar organisasi KNPI dengan benar. Biar DPP KNPI banyak gerbong tapi kita Papeng harus bersatu. Karena ini kampung kita, maka kita kelola KNPI dengan baik.” ujarnya berharap. ***






