SENTANI | Tabloidpapuabaru.com – Menjelang perayaan hari raya besar keagamaan dan tahun baru dan juga dalam stablisasj pasokan dan harga pangan (SPHP)/Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama sejumlah Dinas terkait, seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Ketahanan Pangan, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Langkah ini didukung oleh berbagai distributor dan agen yang turut serta menyediakan komoditas pangan dengan harga terjangkau untuk masyarakat.

Penjabat Bupati Jayapura. Dr. Ir. Semuel Siriwa, M.Si, Mengatakan bahwa pelaksanaan pasar murah ini bertujuan mengantisipasi kenaikan harga dan menekan inflasi pada komoditas pangan, yang kerap meningkat menjelang hari-hari besar.
“Gerakan pasar murah ini kami lakukan untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengurangi beban masyarakat, terutama di masa menjelang perayaan keagamaan dan pergantian tahun,”

“Program pasar murah telah dimulai di Distrik Sentani dan akan diperluas ke beberapa wilayah pemukiman lain di Kabupaten Jayapura. “Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat. Untuk itu, pasar murah akan digelar di beberapa pusat pemukiman agar warga dapat mudah mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” lanjut Siriwa, saat memantau lansung di Halaman Kantor Distrik Sentani, Rabu (6/11/2024).
Mengenai subsidi yang diberikan, pemerintah menanggung antara Rp.5.000 hingga Rp.28.000 untuk berbagai komoditas pangan. Misalnya, beras yang biasanya berharga lebih tinggi, kini dapat dibeli dengan harga rata-rata Rp20.000 per sak. “Hampir semua komoditas pangan mendapatkan subsidi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu berbelanja berlebihan atau menimbun barang di rumah,” imbuhnya.
Saat ditanya soal keterlibatan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), termasuk OAP (Orang Asli Papua), Siriwa, menyatakan bahwa keterlibatan UMKM masih terbatas. Namun, dinimbau agar masyarakat, khususnya Mama-Mama Papua yang bergerak di sektor kuliner, dapat turut serta meramaikan pasar murah ini. “Kami sangat berharap Mama-Mama Papua bisa ikut memanfaatkan momen ini untuk turut hadir dan memasarkan produk mereka,” ucapnya.
Subsidi yang dialokasikan oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diperkirakan mencapai R. 10 juta, meskipun realisasi anggaran bergantung pada jumlah produk yang terjual. “Jika semua produk yang kami siapkan terjual habis, dampaknya akan cukup besar bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Kegiatan pasar murah ini berlangsung hanya satu hari di Distrik Sentani. Namun, pemerintah daerah berencana untuk melanjutkan kegiatan serupa di wilayah-wilayah lain di Kabupaten Jayapura guna memastikan stabilitas harga pangan menjelang akhir tahun. (DaniEl)






