SUPIORI – tabloidpapuabaru.com,– Pemerintah Kabupaten Supiori menegaskan komitmen mempercepat pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui penguatan sektor pendidikan. Langkah konkret itu ditandai dengan pelantikan dan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada tenaga Non-Aparatur Sipil Negara (Non-ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan, Senin (17/04/2026).
Kebijakan strategis ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan tenaga pendidik, sekaligus memperluas akses dan kualitas layanan pendidikan, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis yang kompleks seperti Kabupaten Supiori. Dalam arahannya, Bupati Supiori menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi unggul yang adaptif terhadap dinamika global.

Pengangkatan tenaga Non-ASN dinilai sebagai langkah taktis untuk memastikan keberlanjutan proses belajar-mengajar tetap berjalan optimal.
“Pendidikan adalah kunci kemajuan daerah.
Penguatan tenaga pendidik melalui pengangkatan Non-ASN ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin layanan pendidikan yang merata dan berkualitas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa tenaga Non-ASN memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan pendidikan, terutama di daerah terpencil. Di tengah keterbatasan infrastruktur dan sumber daya, kehadiran mereka menjadi faktor penentu keberlangsungan pendidikan dasar.
Arah Kebijakan dan Standar Kinerja
Dalam rangka memastikan kualitas layanan, pemerintah daerah menetapkan lima pilar utama sebagai pedoman kerja, yakni dedikasi tinggi, integritas dan profesionalisme, peningkatan kapasitas berkelanjutan, penguatan sinergi lintas sektor, serta penanaman rasa memiliki terhadap pembangunan daerah.
Kelima pilar tersebut diharapkan mampu mendorong transformasi kinerja tenaga pendidik agar lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada hasil, sejalan dengan agenda reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Fokus pada Pendidikan Berkarakter
Tidak hanya menitikberatkan pada capaian akademik, Bupati juga menegaskan pentingnya pembangunan karakter peserta didik sebagai prioritas utama. Nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, kerja keras, dan semangat kebersamaan harus menjadi bagian integral dalam proses pendidikan.
“Guru bukan sekadar pengajar, tetapi juga pembentuk karakter. Dari ruang kelaslah masa depan daerah ini ditentukan,” ujarnya.
Penguatan Pengawasan dan Pembinaan
Kepada jajaran Dinas Pendidikan, Bupati menginstruksikan agar pelaksanaan tugas tenaga Non-ASN disertai dengan pembinaan, pengawasan, dan evaluasi yang berkelanjutan. Pendampingan yang sistematis dinilai penting untuk menjaga konsistensi kinerja serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi.
Pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam strategi pembangunan pendidikan di Supiori. Pemerintah daerah optimistis, dengan dukungan tenaga pendidik yang profesional dan berintegritas, percepatan terwujudnya SDM unggul dan berdaya saing di Papua dapat tercapai secara berkelanjutan. (RY)**





