SENTANI,tabloidpapuabaru.com,- Mantan Ketua Bamuskam Kampung Nolokla Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura, Yoram Ohee terpaksa harus melaporkan Kepala Kampung Nolokla ke Kepolisian Resor (Polres) Jayapura setelah diduga memalsukan tanda tangannya.
Tanda tangannya dipalsukan oleh oknum Kepala Kampung Nolokla atas dugaan penyelewengan dana kampung dan juga dana Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Yoram Ohee, selaku Ketua Bamuskam Nolokla periode sebelumnya, mengungkapkan, dia melapor, karena saat Inspektorat Kabupaten Jayapura melakukan pemeriksaan di kampung tersebut.
Selain tau dari pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Jayapura, dia juga melihat sendiri tanda tangannya dipakai oleh oknum Kepala Kampung Nolokla untuk sebuah pengajuan dana sebesar Rp 5 juta ketika dirinya diperiksa langsung oleh Inspektorat Kabupaten Jayapura.
“Hal ini baru terungkap ketika Inspektorat Kabupaten Jayapura melakukan pemeriksaan di kampung tersebut. Saat Inspektorat periksa, itu ada nama saya dicatut untuk menandatangani kwitansi dengan besaran dana sebesar 5 juta rupiah sebagai Ketua Kelompok Tani,” ucapnya saat memberikan keterangan pers di Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, kemarin malam.
Lanjut Yoram Ohee mengatakan, saat diperiksa oleh Inspektorat, dirinya sempat ditanyai apakah pernah mengajukan dan menerima dana sebesar Rp. 5 juta selaku Ketua Kelompok Tani di Kampung Nolokla.
Namun Yoram mengaku, bahwa dirinya tidak pernah mengajukan dan menerima dana 5 juta tersebut.
“Tapi, saat diperiksa itu ditujunjukkan bahwa saya pernah tanda tangan kwitansi dan saya tegaskan kalau itu bukan tanda tangan saya,” akunya.
Setelah mengukuti pemeriksaan yang dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Jayapura, Yoram Ohee langsung menelusuri siapa yang telah memalsukan tanda tangannya itu.
Setelah Yoram melakukan penelusuran terkait pemalsuan tanda tangan itu, terungkap bahwa bukan hanya dirinya seorang yang tanda tangannya dipalsukan oleh oknum Kepala Kampung Nolokla.
“Setelah saya lakukan penelusuran, ternyata ada 11 nama ketua Kelompok Tani yang juga dipalsukan tanda tangannya untuk menerima dana masing-masing sebesar 5 juta rupiah dan setelah saya beritahu kepada 11 kelompok tani ini, mereka semua sangat marah sekali,” tutur Yoram.
Selain pemalsuan tanda tangan 11 ketua Kelompok Tani, tanda tangan Kepala PAUD Merpati, Insemina Auparay juga dipalsukan.
Kata dia, untuk PAUD Merpati besaran dana yang diselewengkan adalah sebesar Rp. 50 juta yang dibayarkan dalam 2 tahap.
“Saya juga sudah konfirmasi ke Ketua PAUD Merpati, ibu Insemina Auparay apakah menerima dana itu, tapi yang bersangkutan bilang tidak pernah menerima dana tersebut,” katanya.
Selain PAUD Merpati, Kepala SD Lentera Kampung Harapan juga dipalsukan tanda tangannya untuk menerima dana sebesar Rp. 39 juta.
“Itupun dipalsukan tanda tangannya, kita sudah ketemu kepala sekolah dan kepala sekolah menyatakan bahwa tidak pernah ada bantuan dari kampung Nolokla,” ucap Yoram Ohee lagi.
Lebih lanjut dikatakannya, selain kelompok tani dan sekolah, juga ada beberapa pengurus lainnya di Kampung Nolokla yang dipalsukan tanda tangannya.
Yoram dan seluruh warga Kampung Nolokla juga sudah mengkonfirmasi kepada oknum Kepala Kampung tersebut dan oknum Kepala Kampung pun mengakui, bahwa telah memalsukan tanda tangan tersebut.
“Kita sudah ambil langkah tegas. Kita sudah laporkan kepala kampung Ke Polres Jayapura,” imbuhnya.
Dengan laporan tersebut, Yoram Ohee berharap Kepolisian Resor Jayapura agar dapat sesegera mungkin mengambil langkah hukum untuk menindak oknum Kepala Kampung tersebut.
Karena, menurutnya, hal yang dilakukan oleh oknum kepala kampung ini sudah menciderai jabatan yang dipercayakan kepadanya dan juga telah merugikan orang banyak. (ewako)**






