JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com,- Menanggapi berita berita yang termuat beberapa hari ini di sejumlah media yang dinilai seolah olah menggiring opini dan jatuhnya Fitnah, Juru Bicara (Jubir) dan juga sebagai Ketua Tim Pemenangan Calon Bupati terpilih Kabupaten Sarmi nomor urut 01, Dominggus Catue – Jumriati (DJ) , Adrian Roi Senis dengan tegas mengatakan, stop memprovokasi masyarakat Sarmi lewat berita berita yang belum tentu kebenarannya.
Bahkan, Adrian Roi Senin yang juga sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sarmi itu tekankan kepada media media yang sudah membuat berita tentang Paslon Bupati 01 Dominggus Catue – Jumriati dianggap salah, karena telah menaikan berita tanpa konfirmasi kepada Tim maupun kuasa hukum DJ.
“Harusnya wartawan -wartawan yang berada di pihak paslon 02 tu bijak, tidak serta merta langsung menaikan berita begitu saja. Mereka harus bertanya atau lakukan komfirmasi kepada kami sebagai Tim DJ bahwa apa benar ka terjadi di lapangan kejadian seperti ini, seperti yang sudah disampaikan oleh beberapa kepala distrik itu?.Sehingga beritanya berimbang, tapi wartawan wartawan pro ke 02 ini malah tidak lakukan itu, padahal sebagai seorang Jurnalis sejati yang baik dan bijak tidak boleh memuat berita tanpa konfirmasih apalagi isi beritanya tidak sesuai fakta dan kesannya hanya ingin menjatuhkan nama baik orang.
Jangan karena kepentingan paslon tertentu itu, kalian lupa tugas utama kalian yang mengedepankan kebenaran dalam membuat isi berita sehingga tidak menciptakan provokasi dan propaganda.
” Saya rasa pasti Dewan Pers juga tidak membenarkan hal itu,” tegas Adrian melalui release resminya yang diterima media online ini Minggu, 2 Februari 2025.
Menurut Adrian, jika ingin mendapatkan berita aktual dan sesuai fakta, harus turun ke Sarmi dan cari beberapa narasumber. Baik narasumber dari pihak paslon lain tapi juga dari pihak DJ, sehingga jelas dan berimbang.
“Bukan narasumber narasumber yang mereka sengaja didatangkan dan disetir untuk bicara di media atas dasar alibi paslon tertentu itu. Atau hanya memuat berita dari rilis saja yang isinya sudah di seting sedemikan rupa, padahal wartawan wartawan ini tidak ada di TKP. Jadi sangat miris dan sangat disayangkan kalau masih ada wartawan yang mau dimanfaatkan seperti itu,”cetusnya.
Padahal ungkap Adrian, kalau kita mau lihat semua itu, yang membuat kesalahan dan yang banyak membuat kecurangan dan lakukan money politik serta lakukan mobilisasi massa termasuk menghasut masyarakat dan lain lainnya, itu semua justru dilakukan oleh paslon 02 dan timnya.
“Tapi ini mereka memutar balik fakta seolah olah kami yang lakukan pelanggaran TMS terstruktur, sistimatis dan masif. Ini namanya Maling Teriak Maling, Lempar Batu Sembunyi Tangan. Bahkan anehnya lagi, mereka yang menebar fitnah kalau di Sarmi tejadi isu SARAH. Padahal di Kabupaten Sarmi saat Pilkada kemarin tidak terjadi hal seperti hal itu sampai hari ini aman aman saja. Justru kerukunan antar agama di Kabupaten Sarmi sangat harmonis dan selalu terjaga,”ujarnya.
“Tapi dalam pemberitaan lewat wartawan yang mungkin sudah di bayar Paslon 02 itu, DJ dan timnya lah yang lakukan itu. Ini suatu fitnah yang mereka tebarkan, tapi itu tidak membuat kami gentar, karena kami percaya Tuhan ada bersama kami. Harusnya wartawan wartawan itu lebih bijak dalam membuat berita karena isi beritanya itu tujuannya ingin menjatuhkan orang lain, yakni calon Bupati terpilih DJ,” tandas Adrian.
Adrian Roi Senis menambahkan, apalagi saat ini di sidang perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Bupati dan Wakil Bupati Sarmi di Mahkamah Konstitusi (MK) sudah membahas dan kini tinggal menunggu finalisasi putusan. Sehingga apapun dalil laporan dari paslon 02 dan 03 sebagai pemohon yang ingin mereka masukan tidak bisa lagi karena sudah berjalan.
“Jadi sekali lagi, kepada media media itu, hati hati dalam mengulas suatu berita jangan sampai jatuhnya fitnah dan dampaknya mencemarkan nama baik orang,” tekannya. (Redaksi).






