JAYAPURA-tabloidpapuabaru.com,- Momentum HUT Pekabaran Injil (PI) ke-116 tahun 2026 tidak sekadar dirayakan dengan seremoni rohani. Di halaman GKI Getsemani Bhayangkara, Klasis Port Numbay Jayapura mengubah perayaan iman menjadi aksi nyata: penanaman pohon sebagai simbol pertobatan ekologis dan tanggung jawab moral terhadap masa depan Kota Jayapura.

Wakil Ketua Klasis Port Numbay, RD. Siahaya, dalam sambutannya menegaskan bahwa gereja tidak boleh berhenti pada mimbar, tetapi harus hadir dalam kerja-kerja konkret penyelamatan lingkungan.
Ia menyebut program “Tahun Kepedulian” yang tertuang dalam rencana strategis sinode dan klasis bukan slogan kosong, melainkan panggilan iman untuk membela sesama dan alam ciptaan.

“Kalau kita peduli kepada alam, maka alam juga akan peduli kepada kita.
Jangan sampai alam yang menyeleksi kita,” tegasnya, mengingatkan ancaman bencana ekologis yang kian nyata di berbagai daerah Indonesia.
Kehadiran Asisten II yang juga menjabat Pelaksana Harian Sekda Kota Jayapura mempertegas bahwa isu lingkungan bukan hanya urusan gereja, tetapi agenda bersama pemerintah. Siahaya secara terbuka meminta perhatian serius terhadap perubahan bentang alam di sejumlah kawasan, termasuk Bhayangkara hingga Angkasa Pasir Dua, yang mengalami tekanan akibat pembukaan lahan dan penebangan pohon. Menurutnya, pembangunan tanpa kontrol hanya akan mewariskan risiko bagi generasi mendatang.

Ia menegaskan agar setiap lingkungan jemaat masing-masing melaporkan partisipasi majelis jemaat, sebuah sinyal bahwa disiplin organisasi dan akuntabilitas tetap dijaga. Sikap ini menunjukkan bahwa gereja ingin memberi teladan bukan hanya dalam khotbah, tetapi juga dalam tata kelola.
HUT PI ke-116 di Port Numbay akhirnya menjadi pesan politik kebijakan yang jelas, iman harus relevan, gereja harus progresif, dan pemerintah tidak boleh berjalan sendiri.
Ketika gereja dan negara duduk bersama menanam pohon, sesungguhnya yang sedang ditanam adalah komitmen untuk menjaga Jayapura tetap lestari—bukan hanya hari ini, tetapi untuk puluhan tahun ke depan (JK)






