Laporan : Richard Yeninar
SUPIORI-tabloidpapuabaru.com,– Kunjungan Kerja Gubernur Papua Matius D Fakhiri dan rombongan di Kabupaten Supiori 21 Mei 2026 disambut dengan sukacita oleh pemerintah daerah dan masyarakat Supiori. Dalam sambutan Bupati Supiori Heronimus Mansoben menyampaikan selamat datang kepada Gubernur dan rombonga di Bumi Supiori, Tanah Para Mambri, Kabupaten Supiori.
Bupati Supiori Heronimus Mansoben menegaskan bahwa, Kedatangan Bapak Gubernur beserta rombongan merupakan kehormatan yang sangat besar bagi Pemerintah Daerah, dan seluruh masyarakat Kabupaten Supiori.
“ Kunjungan ini menjadi bukti nyata perhatian, keberpihakan, dan dukungan Pemerintah Provinsi Papua terhadap percepatan pembangunan di wilayah perbatasan, sekaligus menjadi penegasan bahwa Negara dan Pemerintah Provinsi sungguh-sungguh hadir di tengah-tengah masyarakat Supiori sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia di Samudera Pasifik,”tegasnya.

Bupati dalam kesempatan itu memaparkan capaian Pembangunan di Kabupaten Supiori yang diawali dengan Gambaran umum Kabupaten Supiori.
Disebutkan, Kabupaten Supiori merupakan daerah dengan karakteristik 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), terdiri dari 5 (lima) distrik dan 38 (tiga puluh delapan) kampung, dengan jumlah penduduk sekitar 28.000 jiwa.
Seluruh wilayah Kabupaten Supiori berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik dan secara khusus Pulau Mapia berbatasan laut dengan Negara Palau. Berdasarkan data tahun 2025, Kabupaten Supiori menghadapi sejumlah tantangan sosial yang sangat berat, antara lain: angka kemiskinan ekstrem sebesar 42,56% (tertinggi di Provinsi Papua), prevalensi stunting yang masih tergolong tinggi, serta keterbatasan akses terhadap layanan dasar di sebagian besar wilayah kepulauan.

Tantangan-tantangan inilah yang menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Supiori untuk merumuskan Visi: “Mewujudkan Kabupaten Supiori yang Maju, Sejahtera, Berkarakter, dan Berkelanjutan Berbasis Ekonomi Biru”.
Salah satu cara untuk mengukur tingkat keberhasilan atau capaian dari Visi-Misi Kabupaten Supiori yang Maju, Sejahtera, Berkarakter, dan Berkelanjutan Berbasis Ekonomi Biru adalah melalui indikator kinerja pembangunan daerah yang meliputi beberapa aspek, di antaranya; aspek infrastruktur, aspek kesehatan, aspek sosial, serta aspek kesejahteraan masyarakat.
Berikut adalah laporan capaian pembangunan yang telah dilaksanakan, sebagai berikut :
- ASPEK INFRASTRUKTUR
Pada aspek infrastruktur, dilaporkan kepada Bapak Gubernur beberapa capaian sebagai berikut :
- Pembangunan jembatan penghubung antar kampung pada Distrik Supiori Barat, khususnya di Kampung Sabarmiokre, yang menjadi prasarana penting untuk membuka isolasi wilayah.
- Pembangunan rumah layak huni yang tersebar di 38 kampung pada 5 distrik di Kabupaten Supiori, sebagai bagian dari upaya intervensi terhadap akar kemiskinan multi-dimensi dan pencegahan stunting.
- Pembangunan jalan alternatif Sorendiweri–Wafor melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi tulang punggung konektivitas antar distrik. Di samping capaian tersebut, sebagai bagian dari program prioritas nasional. Juga telah menyiapkan usulan pemenuhan infrastruktur strategis dengan total kebutuhan anggaran sebesar Rp 246,4 miliar yang terdiri dari 12 (dua belas) kegiatan prioritas dan telah dilengkapi dengan Detail Engineering Design (DED) sesuai standar teknis Kementerian Pekerjaan Umum.
Usulan tersebut mencakup: Inpres Jalan Daerah (4 kegiatan, Rp 146 miliar), Pembangunan Talud Pengaman Abrasi Pantai (5 kegiatan, Rp 93,73 miliar), Penanganan Longsor ruas YendokerRamardori (Rp 15,86 miliar), serta Infrastruktur Pendukung dan Air Bersih (Rp 6,67 miliar).

- ASPEK KESEHATAN
Dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Supiori, Pemerintah Kabupaten telah membangun RSUD Tipe C Sawarkar melalui sinergi pembiayaan APBD dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kementerian Kesehatan. Namun ada beberapa Gedung yang tidak dapat diakomodir dalam program PHTC maupun APBD Kabupaten Supiori sehingga memerlukan dukungan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Papua antara lain: • Instalasi Gizi dan Laundry; • Insenerator dan Oksigen Sentral;
- Gedung Rawat Inap (VIP 2 dan KRIS 10–15 kamar);
- Ruang Isolasi Tekanan Negatif;
- Pos Jaga, Rumah Dokter, dan Rumah Paramedis;
- Instalasi Pemulasaran Jenazah.

“kami sangat berharap dengan adanya Kunjungan Kerja Bapak Gubernur Provinsi Papua ke Kabupaten Supiori pada hari ini, kami boleh mendapatkan perhatian khusus dan intervensi nyata dari Pemerintah Provinsi Papua dalam mempercepat proses pembangunan dimaksud, guna peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Supiori yang kami cintai,” pinta Bupati Serius.
- PELAKSANAAN PROGRAM PRIORITAS PRESIDEN
Bupati Supiori juga melaporkan progres pelaksanaan tiga Program Prioritas Presiden Republik Indonesia di Kabupaten Supiori sebagai berikut :
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Pembangunan Dapur MBG di Kabupaten Supiori telah berprogres pada 12 (dua belas) titik dapur, terdiri dari 9 (sembilan) Dapur 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) serta 3 (tiga) Dapur Aglomerasi yang melayani wilayah dengan konsentrasi penerima manfaat besar.
Dapur Aglomerasi tersebut berlokasi di Kampung Marsram (progres 14,2%), Kampung Warbor (progres 25%), dan Kampung Odori (progres 26,75%), serta direncanakan selesai pada bulan Juni Tahun 2026. Total sasaran penerima manfaat program MBG di Kabupaten Supiori mencapai 9.140 jiwa, meliputi peserta didik, ibu hamil, balita kurang gizi, dan balita stunting.
- Program Kampung Nelayan Dapat kami laporkan bahwa terdapat 14 (empat belas) titik pembangunan Kampung Nelayan di Kabupaten Supiori, terdiri dari 2 (dua) titik utama yang berada di Kampung Marsram dan Kampung Waryesi, serta 12 (dua belas) titik penyangga yang tersebar pada 38 5 kampung di 5 distrik. Program ini saat ini sedang dalam proses survei oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan menjadi tulang punggung pengembangan Ekonomi Biru Kabupaten Supiori yang memiliki luas perairan sebesar 5.993 km².
- Program Sekolah Rakyat Pemerintah Kabupaten Supiori telah menyiapkan lahan seluas 10 (sepuluh) hektar yang bebas sengketa dan sesuai kriteria teknis Sekolah Rakyat. Seluruh persyaratan administratif di Kementerian Sosial telah dilengkapi, dan saat ini kami telah disurvei teknis oleh Kementerian Pekerjaan Umum untuk tahap pelaksanaan pembangunan.

- ASPEK SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN
Bapak Gubernur serta hadirin yang saya hormati, Pada aspek sosial dan kesejahteraan, dapat kami laporkan bahwa kebijakan Pemerintah Kabupaten Supiori dalam penanganan dan penurunan angka stunting telah menunjukkan progres yang positif. Saat ini, angka stunting di Kabupaten Supiori berada pada angka 21,4%. Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Supiori telah mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 23 Tahun 2023 tentang Peran Kampung dalam Pencegahan Stunting.
Peraturan ini mendorong setiap kampung untuk memprioritaskan pencegahan stunting dalam program-program yang dibiayai melalui anggaran yang bersumber dari Dana Kampung. Selain itu, dalam rangka mengurai akar stunting dan kemiskinan multidimensi, Pemerintah Kabupaten Supiori juga mengusulkan program pemenuhan rumah layak huni sebanyak 1.526 unit untuk periode Tahun Anggaran 2026–2029, yang terdiri dari Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 226 unit, Rumah Khusus ASN sebanyak 300 unit, serta Rumah Khusus Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebanyak 1.000 unit.
- PENATAAN ADMINISTRASI PEMERINTAHAN
Bapak Gubernur serta hadirin yang saya hormati, 6 Pada kesempatan yang berbahagia ini, perkenankan kami menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Papua, khususnya melalui Biro Pemerintahan, yang telah memberikan pendampingan terhadap penataan administrasi pemerintahan di Kabupaten Supiori. Pendampingan dimaksud mencakup penyiapan dan pelaporan hasil capaian pemerintah daerah melalui Tim Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kabupaten, hingga pelaporan capaian pelaksanaan SPM ke Pemerintah Pusat. Dukungan ini sangat berarti bagi kami dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang akuntabel dan responsif.

Bapak Gubernur yang kami muliakan, Perkenankan kami dalam kesempatan yang penuh berkah ini, menyampaikan potret perjuangan, capaian, sekaligus harapan besar masyarakat Kabupaten Supiori yang membutuhkan sentuhan tangan dingin dan kebijakan strategis dari Bapak Gubernur.
- PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
Pertama, terkait komitmen kami di bidang peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pemerintah Kabupaten Supiori menaruh perhatian besar pada akses pendidikan yang berkeadilan.
Untuk itu, kami telah membangun Sekolah dengan Pola Asrama di SMA Negeri 5 Sowek Kepulauan Aruri dan SMK Negeri 1 Marsram. Khusus untuk SMA Negeri 5 Sowek, fasilitas asrama telah siap berdiri kokoh demi menampung anak-anak kita, generasi emas dari kampung-kampung di wilayah kepulauan, agar mereka tidak lagi terkendala jarak dalam menuntut ilmu.
Namun, jujur kami sampaikan, akibat keterbatasan anggaran daerah, pelaksanaan operasional Sekolah Pola Asrama ini saat ini mengalami hambatan yang cukup berat. Oleh karena itu, di hadapan Bapak Gubernur, kami memohon kesediaan Pemerintah Provinsi Papua untuk membuka ruang kebijakan berupa sharing kewenangan dalam 7 pengurusan SMA Pola Asrama di Sowek. Intervensi dan kolaborasi dari Pemerintah Provinsi adalah napas baru yang sangat dinantikan oleh anak-anak kepulauan kita di sana.
- APRESIASI BANTUAN KONEKTIVITAS — STARLINK DAN VIDEOTRON
Kedua, atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Supiori, kami menghaturkan terima kasih yang tak terhingga atas bantuan konkret dari Pemerintah Provinsi Papua.
Melalui alokasi Tahun Anggaran 2024–2025, Kabupaten Supiori telah dibantu dengan penyediaan 62 (enam puluh dua) unit Starlink dan 1 (satu) unit Videotron. Dan puji Tuhan, pada Tahun 2026 ini, seluruh fasilitas tersebut telah resmi dihibahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Supiori berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Papua. Bantuan teknologi ini merupakan lompatan besar bagi kami. Saat ini, 62 unit Starlink dimaksud telah tersebar dan menghadirkan terang digital untuk mendukung pelayanan pada berbagai sektor penting. Kehadiran jaringan internet dan videotron ini adalah bukti nyata bahwa di bawah kepemimpinan Bapak Gubernur, wilayah kepulauan seperti Supiori tidak dibiarkan tertinggal di era modernisasi.

- PERCEPATAN EKONOMI DAERAH DAN PELIBATAN PENYEDIA LOKAL
Ketiga, terkait percepatan ekonomi daerah. Kami sangat menyambut baik program pembangunan dari Pemerintah Pusat. Namun, kami menaruh harapan besar agar dalam pelaksanaan Proyek-Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berjalan di wilayah Kabupaten Supiori, dapat diprioritaskan untuk melibatkan para penyedia barang dan jasa lokal asli Kabupaten Supiori.
Dengan pelibatan pengusaha lokal, perputaran uang akan menetap di daerah, menciptakan lapangan kerja baru, dan menjadi stimulus utama bagi penggerak ekonomi masyarakat kami.
- TANTANGAN MENDESAK — KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DI PULAU RANI
Terakhir, Bapak Gubernur yang kami hormati, ada duka dan tantangan mendesak yang harus kami laporkan. Kemarin pagi, saya bersama Wakil Bupati baru saja kembali dari Kampung Yamnaisu, Pulau Rani.
Kami menyaksikan langsung kondisi saudara-saudara kita di sana yang baru saja tertimpa musibah Kejadian Luar Biasa (KLB) berupa wabah keracunan pangan yang berdampak pada 26 (dua puluh enam) Kepala Keluarga.
Setelah kami evaluasi di lapangan, akar masalah dari tragedi ini adalah akibat sangat kurangnya ketersediaan akses air bersih yang layak, serta tidak memadainya fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) bagi masyarakat kepulauan.
Pemerintah Kabupaten Supiori terus bergerak cepat melakukan penanganan darurat, namun untuk solusi jangka panjang yang permanen, kami sangat membutuhkan dukungan intervensi fisik dari Pemerintah Provinsi Papua dalam pembangunan infrastruktur air bersih dan sanitasi di Pulau Rani.
Kami tidak ingin air mata masyarakat Rani kembali jatuh akibat keterbatasan mendasar ini. Bapak Gubernur yang kami banggakan, Inilah Supiori dengan segala potensi, rasa terima kasih, sekaligus ruangruang pergumulan yang sedang kami hadapi.
Kami percaya, kehadiran Bapak hari ini mendatangkan jawaban, membawa pemulihan, dan meneguhkan komitmen kita bersama bahwa Kabupaten Supiori adalah bagian tak terpisahkan dari kemajuan Tanah Papua.
Bapak Gubernur serta hadirin yang saya hormati, Perkenankan kami juga menyampaikan kepada Bapak Gubernur isu strategis yang menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Supiori, yaitu ancaman abrasi pada pulau-pulau terluar di wilayah kami.
Saat ini terdapat 3 (tiga) pulau terluar di Kabupaten Supiori yang kondisinya telah masuk kategori kritis, yaitu Pulau Bepondi (Meosbefondi), Pulau Rani, dan Pulau Mapia yang berbatasan langsung dengan Negara Palau, 9 selain itu sepanjang Pantai utara Pulau Supiori mulai dari Sorendiweri sampai dengan Sauyas mengalami abrasi yang cukup mengkuatirkan.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Supiori telah mengusulkan program penyelamatan Pulau Bepondi dan Pulau Rani dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 64,36 miliar, sementara Pulau Mapia akan diusulkan melalui skema khusus tersendiri.
Kami mohon dukungan dan keberpihakan Bapak Gubernur Provinsi Papua agar isu strategis ini dapat dikawal bersama, baik melalui koordinasi lintas Kementerian/Lembaga maupun melalui alokasi APBD Provinsi Papua, mengingat setiap meter daratan yang terkikis abrasi adalah hilangnya wilayah kedaulatan NKRI yang tidak dapat dikembalikan.

Bapak Gubernur serta hadirin yang saya hormati, Berdasarkan paparan capaian dan tantangan pembangunan tersebut di atas, dengan segala kerendahan hati, perkenankan kami menyampaikan beberapa permohonan dukungan kepada Bapak Gubernur Provinsi Papua, yaitu:
- Dukungan sharing kewenangan dalam pengurusan SMA Pola Asrama di Sowek, Kepulauan Aruri, guna keberlanjutan operasional pendidikan anak-anak kepulauan;
- Dukungan intervensi fisik pembangunan infrastruktur air bersih dan sanitasi (MCK) di Pulau Rani sebagai solusi jangka panjang pascaKLB keracunan pangan;
- Dukungan percepatan pembangunan lanjutan RSUD Tipe C Sawarkar, khususnya pada gedung-gedung strategis yang belum terbiayai melalui PHTC;
- Dukungan pengawalan usulan infrastruktur strategis Kabupaten Supiori senilai Rp 246,4 miliar agar dapat masuk dalam pagu indikatif Tahun Anggaran 2027, baik melalui APBN maupun APBD Provinsi Papua; 10
- Dukungan terhadap program penyelamatan pulau-pulau terluar di Kabupaten Supiori sebagai prioritas nasional menjaga kedaulatan NKRI;
- Dukungan percepatan elektrifikasi 12 kampung yang belum teraliri listrik memadai melalui pembangunan PLTMH dan PLTS;
- Dukungan kebijakan agar pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kabupaten Supiori memprioritaskan pelibatan penyedia barang dan jasa lokal asli Supiori;
- Dukungan koordinasi lintas OPD Pemerintah Provinsi Papua untuk percepatan Program Prioritas Presiden (MBG, Kampung Nelayan, dan Sekolah Rakyat) di Kabupaten Supiori;
- Dukungan pengembangan destinasi pariwisata unggulan Kabupaten Supiori, antara lain Kawasan Selat Sorendiweri, Spot Surfing Sawabas, dan Pulau Rani sebagai “Triangle of Paradise”.

Bapak Gubernur serta hadirin yang saya hormati, Sebelum saya mengakhiri sambutan ini, perlu saya sampaikan bahwa dalam rangka menyukseskan pembangunan di Kabupaten Supiori, tentunya membutuhkan langkah-langkah koordinasi yang sinergis dan berkelanjutan antara Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Provinsi Papua, sehingga seluruh langkah pembangunan ke depan di Kabupaten Supiori dapat terlaksana secara baik, demi terwujudnya “Supiori yang Maju,
Sejahtera, Berkarakter, dan Berkelanjutan Berbasis Ekonomi Biru”. Sekali lagi, atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Supiori, kami mengucapkan terima kasih yang setulustulusnya atas kehadiran Bapak Gubernur Provinsi Papua beserta seluruh jajaran. Semoga kunjungan ini memberikan berkat dan manfaat yang besar bagi pembangunan Kabupaten Supiori serta bagi seluruh masyarakat Tanah Papua. ***





