Laporan : Mozes Baab
JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com,- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jayapura terus berupaya melalukan pendataan kepada seluruh warga masyarakat di Kota Jayapura yang belum merekam atau mengurus identitas diri sebagai warga kota Jayapura yang sah.
Gerakan “Jemput bola/berkas” atau turun langsung ke setiap kelurahan kampung untuk melakukan pendataan kepada setiap masyarakat yang belum terdaftar sebagai warga kota jayapura terus dilakukan.

Kali ini di Kelurahan Waena Distrik Heram Kota Jayapura dilaksanakan Sabtu, 15 Juli 2023.
Kepala Dinas Kependudukan dan pencatatan sipil Kota Jayapura, Raimond Mandibodibo, saat ditemui Media Online ini di lokasi kantor kelurahan Waena, mengakui bahwa gerakan tersebut sudah dilakukan setiap tahun dimana Dukcapil terus melakukan kegiatan jemput bola, turun ke Distrik dan Kelurahan Kampung sekota Jayapura, secara bergiliran setiap hari sabtu dengan maksud, memberikan ruang dan waktu yang cukup bagi masyarakat.

Hal itu dilakukan mengingat hari senin sampai hari jumat adalah hari dimana masyarakat bekerja mencari nafkah bagi kehidupannya.
Maka pemerintah kota melalui Pj Walikota Jayapura memerintahkan Disdukcapil untuk keliling secara bergiliran, setiap minggu ke kelurahan kampung Sedistrik di Kota Jayapura untuk melakukan pendataan.
Kegiatan ini ditopang dengan dana alokasi umum maupun dana otsuss.

” ada kegiatan yang namanya GISA OAP yaitu di kampung kampung yang pembiayaannya dari dana otsus untuk orang orang kita saudara saudara kita masyarakat asli di kampung kampung,” bebernya.
Disebutkan dari kegiatan ini banyak antusias masyarakat datang untuk dilayani, dan itu menandakan bahwa kebutuhan akan pelayanan masyarakat cukup tinggi sehingga kegiatan ini kita tidak hanya di kantor, tetapi kita harus turun ke lapangan untuk melayani masyarakat.

Kedepan juga pihaknya akan giatkan perekaman KTP ke setiap sekolah-sekolah SMA di kota Jayapura, untuk memastikan anak-anak kita bisa direkam dengan baik.
Sehingga bisa mendapatkan KTP dan bisa mengikuti pemilu dengan baik.
Semua itu dilakukan semata-mata demi kepentingan masyarakat kota Jayapura. Untuk itu bapak walikota selalu menghimbau warga yang sudah tinggal lama di kota Jayapura bertahun tahun agar uruslah sebagai penduduk kota Nayapura.
Dengan mempunyai Data kependudukan yang baik, maka pemerinrsh kota mempunyai data yang baik untuk melakukan perencanaan dan kebijakan pembangunan di daerah ini.

” Sekarang kan urus surat pindah tidak perlu susah-susah, warga tidak perlu urus ke daerahnya, tinggal lapor saja ke DukCapil nanti Dukcapil yang komunikasi karena sekarang itu dukcapil seluruh indonesia sudah terhubung seluruh indonesia.
Jadi kita by phone,by whatsapp untuk tolong kasi pindah hari itu juga terbit, yang penting masyarakat lapor dan isi formulir.
Dusebutkan Disdukcapil terus berupaya melakukan pendataan di setiap kesempatan, baik di Kantor Walikota, Distrik, Kelurahan bahkan kampung dan kegiatan apa saja tujuannya untuk memastikan. Seluruh warga masyarakat yang tinggal di Kota Jayapura semuanya terdaftar.

Hal itu sesuai dengan visi misi walikota Jayapura , memastikan warga kota terdata, atau tertib administrasi.
Dimana bapak walikota selalu mengingatkan untuk Gerakan ini terus dilakukan setiap saat sampai warga kota Jayapura terdata dan mendapatkan pelayanan yang baik.
” tentu pelayanan kependudukan tidak akan pernah berhenti , karena setiap hari ada kelahiran, setiap hari ada kematian, setiap hari ada perkawinan, setiap hari ada perpindahan dan macam-macam,
Perda kota Jayapura menyebutkan bahwa seseorang jika tinggal selama 6 bulan, lewat dari itu harus mengurus kependudukan Tetap, Harus didata dengan baik.
Pada kesempatan itu, Lurah Waena Rudi Modouw menyampaikan terima kasih kepada Dukcapil Kota Jayapura atas perhatian dan keseriusannya untuk terus melakukan perekaman dan pelayanan kepada seluruh masyarakat kota Jayapura yang belum terdata dan khususnya di Kelurahan Waena.
” hari ini antusias masyarakat cukup banyak datang untuk melakukan perekaman baik itu KTP, Kart Keluarga (KK) Akte Kelahiran dan semua, macam-macam,” bebernya.
Rudi Modouw baru menjabat sebagai kepala Kelurahan Waena setelah dilantik oleh Pj.Walikota Jayapura satu bulan yang lalu menggantikan Lurah yang lama Kunrad Tukayo.
Dalam awal kepemimpinannya melakukan pertemuan dengan seluruh Rt/Rw di wilayah kelurahan Waena, untuk membahas tugas tugas pelayanan bagi masyarakat Waena kedepan.
“Memang saya baru ditempat sebagai lurah disini baru satu bulan, dan saya langsung kumpulkan RT/RW, dan saya sampaikan bahwa pendataan ini sangat penting sekali karena kita di kelurahan waena ini banyak sekali warga masyarakat yang datang tinggal sementara, datang ke sini untuk bekerja 3 bulan, 6 bulan kemudian mereka balik ke daerah asalnya,” bebernya,
Untuk itu RT/RW dipanggil dan diberi arahan untuk mendata dengan baik seluruh warganya ,
” saya menyampaikan bahwa kita di kelurahan waena kasih waktu hanya 3 bulan bagi warga yang datang tinggal di kelurahan waena,
” kalau tadi bapak kadis bilang ppalung lama waktu 6 bulan dari pemerintah kota Jayapura, kalau kami di kelurahan Waena hanya 3 bukan, mengapa karena pada saat pemerintah memberikan bantuan sosial banyak yang mengaku belum dapat bantuan, dan setelah kita panggil dan cek ternyata mereka bukan warga disini.
Oleh sebab itu kami harapkan bagi warga yang datang dan tinggal di kelurahan waena diatas 3 bulan harus mengurus kependudukannya.”Harapnya.
Rudi Modouw pada kesempatan itu menyampikan sangat gembira dan senang, karena Dukcapil bisa hadir ditengah-tengah masyarakat Kelurahan Waena.
“saya suda undang seluruh masyarakat, dan masyarakat juga senang karena kadang mereka mau urus ke kantor walikota tapi alasan tidak punya ongkos taksi dan lain sebagainya.maka pada kesempatan ini masyarakat merasa senang bisa terlayani dengan baik,” Tutup Rudi Modouw.***






