Laporan : Erikson Kbarek
BIAK, tabloidpapuabaru.com – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor bersama masyarakat kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan warisan budaya bahari melalui penyelenggaraan Festival Biak Munara Wampasi 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Kampung Anggopi itu menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya maritim yang telah diwariskan oleh para leluhur Orang Biak selama berabad-abad.
Bupati Biak Numfor, Markus O. Mansnembra, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan mendukung suksesnya rangkaian Festival Biak Munara Wampasi tahun ini.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga dan mengembangkan budaya lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat Biak Numfor.
“Kehadiran kita semua hari ini merupakan bukti komitmen masyarakat Biak untuk terus mengangkat, menjaga, dan melestarikan budaya yang diwariskan oleh para leluhur,” ujar Markus.
Bupati menegaskan bahwa masyarakat Biak memiliki sejarah panjang sebagai bangsa pelaut yang tangguh. Jauh sebelum hadirnya teknologi navigasi modern, para Mambri atau pelaut Biak telah menjelajahi lautan hingga ke berbagai wilayah di Kepulauan Pasifik maupun kawasan Indonesia bagian timur, tengah, hingga barat.

Ia mengatakan kemampuan berlayar masyarakat Biak tidak hanya didukung keberanian, tetapi juga pengetahuan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun, termasuk kemampuan membaca posisi bintang sebagai penunjuk arah pelayaran.
“Sejarah mencatat bahwa ketika banyak bangsa belum melakukan pelayaran jauh, Orang Biak telah mengarungi lautan dengan perahu tradisional mereka. Itulah kebanggaan yang harus terus kita jaga,” katanya.
Markus juga mengajak generasi muda untuk memahami sejarah dan jati diri masyarakat Biak sebagai bangsa maritim yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah kawasan Pasifik.

Menurutnya, para Mambri pada masa lalu tidak hanya dikenal sebagai pelaut ulung, tetapi juga sebagai pedagang dan pejuang yang menjaga kehormatan serta hak-hak masyarakat Biak.
“Hari ini kita kembali mengenang bagaimana para Mambri menjaga harga diri Orang Biak, baik sebagai pelaut, pedagang maupun pejuang. Semangat itulah yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Markus turut meluruskan anggapan bahwa Orang Biak tidak memiliki peran di berbagai daerah. Ia menegaskan bahwa masyarakat Biak justru telah menyebar dan memberi kontribusi di berbagai wilayah Indonesia maupun kawasan Pasifik.
“Kalau ada yang mengatakan Orang Biak tidak ke mana-mana, itu tidak benar. Faktanya, Orang Biak sudah berada di mana-mana dan memberikan kontribusi di berbagai tempat,” tegasnya.

Salah satu agenda utama Festival Biak Munara Wampasi 2026 adalah penampilan perahu tradisional Mansusu dan Wairon, yang menjadi simbol kejayaan budaya maritim Orang Biak. Namun, atraksi tersebut tidak dapat ditampilkan secara maksimal akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Meski demikian, Bupati berharap kondisi tersebut tidak mengurangi makna dan semangat masyarakat dalam melestarikan budaya bahari yang menjadi identitas Kabupaten Biak Numfor.
Festival Biak Munara Wampasi 2026 merupakan salah satu agenda budaya unggulan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor yang bertujuan memperkuat pelestarian adat dan budaya, sekaligus memperkenalkan kekayaan warisan maritim Orang Biak kepada masyarakat luas serta mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur serta harapan agar seluruh pelaksanaan festival berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi masyarakat Biak Numfor.***






