SENTANI, tabloidpapuabaru.com – Ketua DPRD Kabupaten Jayapura, Klemen Hamo mengakui bahwa Sebanyak 17 Anggota DPRD Kabupaten Jayapura didampingi 6 orang staf di Sekretariat DPRD Kabupaten Jayapura melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke luar negeri tepatnya di Jepang, Sabtu, 1 Juli 2023 lalu.
Klemens Hamo mengatakan, kunjungan kerja pihaknya ke negeri Sakura Jepang ialah untuk penjajakan kerjasama pelaksanaan program pengembangan sumberdaya manusia (SDM) tenaga kerja Orang Asli Papua (OAP) Kabupaten Jayapura dengan pihak mitra di Jepang.
Bersama 16 anggota dewan lainnya dan 6 staf di Setwan, Klemens menjelaskan, perjalanan dinas ini dilaksanakan atas adanya undangan dari dua (2) perusahaan di Jepang yakni, Attraction Himisho yang bergerak di bidang usaha pengelolaan pertanian dan pengolahan hasilnya, kemudian perusahaan kedua adalah SUM Technology yang bergerak di bidang usaha pengembangan sumberdaya manusia (SDM) tenaga kerja dan outsourcing melalui kerjasama penempatan kerja tenaga kerja yang telah dilatih dan lulus ujian bahasa Jepang.
“Serta, ujian skill secara internasional sesuai dengan kompetensi yang diminati pada perusahaan mitra yang membutuhkan tenaga kerja yang tersedia,” jelas Legislator Partai NasDem Kabupaten Jayapura ini ketika memberikan keterangan pers di Media Center Kantor DPRD Kabupaten Jayapura, Kamis, 20 Juli 2023.
Tujuan kunker ke negeri Matahari Terbit itu, kata Klemens, untuk menjalin kerjasama pelaksanaan program pengembangan sumberdaya manusia (SDM) tenaga kerja OAP melalui dua skema.
Pertama, skema engineering yang ditujukan bagi OAP yang telah Sarjana Teknik (S1) pada berbagai jurusan. Kemudian, skema Specified Skilled Worker (SSW) bagi OAP tamatan SLTA yang telah lulus seleksi awal oleh perusahaan mitra untuk dapat menjadi peserta program kerjasama ini.
Kedua, meningkatkan pengetahuan dan skill (kompetensi) angkatan kerja OAP, terutama usia muda lulusan SLTA dan juga Sarjana Teknik (S1).
“Sehingga lebih mudah dalam berkompetisi di bursa kerja dan membuka usaha produktif dan mempekerjakan orang lain, memberikan peluang bagi OAP peserta program ini untuk memperoleh pengalaman kerja guna meningkatkan etos kerja dan motivasi kerja mereka setelah bekerja di Jepang, yang mengutamakan budaya disiplin dan tepat waktu,” ujarnya.
Diharapkan, dapat diterapkan dalam mengelola usaha produktif di Kabupaten Jayapura setelah selesai mengikuti program kerjasama ini. Juga mengoptimalkan pemanfaatan dana Otsus dalam mendorong peningkatan kapasitas dan kualitas SDM OAP sebagai salah satu tujuan utama pelaksanaan kebijakan Otsus bagi Provinsi Papua yang telah diatur dalam Undang-Undang Otsus.
“Sehingga dapat dinikmati secara menyeluruh dan optimal oleh OAP yang masuk kelompok tenaga kerja muda yang berpendidikan SLTA dan Sarjana Teknik (S1). Kemudian ,mengurangi angka pengangguran tenaga kerja terdidik di Kabupaten Jayapura yang mencapai 1.990 orang tamatan SLTA dan sebanyak 183 orang lulusan perguruan tinggi di 2022 lalu,” paparnya.
“Juga mengoptimalkan pengelolaan sektor pertanian, perkebunan dan peternakan serta perikanan dan kelautan sebagai sektor unggulan daerah melalui pemanfaatan potensi SDA yang sangat melimpah di daerah ini, sehingga dapat dihasilkan sejumlah komoditi unggulan daerah yang berorientasi ekspor utamanya ke Jepang,” tambahnya.
Selain itu, kata Klemens, untuk mendukung kebijakan pemerintah untuk mempersiapkan generasi muda yang terlatih dan profesional dalam menyongsong bonus demografi yang terjadi di Indonesia untuk 13 tahun kedepan, guna mewujudkan visi Indonesia Emas sebagai negara maju di Tahun 2045.
“Oleh karena itu, tenaga kerja usia produktif utamanya OAP yang ada di Kabupaten Jayapura saat ini harus dipersiapkan dengan baik. Sehingga mampu menjadi tenaga kerja produktif yang berdaya saing tinggi,” katanya.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, Klemens berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura akan memperoleh partner dari lembaga usaha atau perusahaan-perusahaan di Jepang dalam rangka pengembangan kapasitas dan kualitas SDM angkatan kerja lokal, untuk mempersiapkan SDM tenaga kerja terampil dan profesional dalam mengelola kegiatan usaha yang berbasis sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan kelautan, kehutanan serta industri pariwisata sebagai bentuk upaya untuk pengembangan SDM angkatan kerja lokal OAP.
“Jadi, untuk menurunkan angka pengangguran dan mengoptimalkan pengelolaan yang berbasis pada sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, kelautan, kehutanan dan industri pariwisata dengan memanfaatkan potensi SDA secara optimal di daerah ini,” sebutnya.
Selain itu, melalui penjajakan kerjasama ini, diharapkan pula adanya peningkatan daya saing melalui peningkatan nilai tambah komoditi-komoditi unggulan daerah ini yang berbasis sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, kelautan dan kehutanan melalui pengolahan terlebih dahulu dalam usaha agroindustri sebelum di jual ke pasar, baik pasar lokal antar pulau maupun ekspor ke luar negeri. Serta, industri pariwisata yang akan dikelola oleh SDM tenaga kerja terampil yang telah mengikuti program kerjasama pengembangan SDM tenaga kerja lokal yang dilaksanakan oleh Pemda Kabupaten Jayapura dengan mitra kerja di Jepang.
Program akan dilaksanakan dalam beberapa tahap yaitu, tahap pembentukan peraturan daerah yang akan menjadi payung hukum bagi pelaksanaan program kerjasama ini, penandatanganan MoU antara Pemkab Jayapura dengan pihak perusahaan penyelenggara program kerjasama ini, perekrutan calon peserta program dengan jumlah sesuai dengan kesepakatan dalam MoU untuk kegiatan di 2024.
Kemudian, pelaksanaan kursus Bahasa Jepang dan pemahaman tentang budaya Jepang bagi peserta yang telah lulus tes awal program ini, penempatan setiap peserta program ini pada perusahaan-perusahaan yang sesuai dengan keterampilan yang dimiliki untuk bekerja sebagai upaya untuk memberikan pengalaman kerja bagi mereka, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan juga keahliannya.
Pemda Kabupaten Jayapura melalui dinas-dinas terkait dapat mengarahkan peserta program ini untuk mengelola usaha produktif di Kabupaten Jayapura setelah mengikuti program kerjasama ini, serta program kerjasama ini akan dilakukan secara berkesinambungan setiap tahun guna menghasilkan SDM tenaga kerja terampil dan profesional dalam mengelola usaha produktif di Kabupaten Jayapura.
“Sehingga dapat diharapkan terjadi percepatan peningkatan kerja makro perekonomian daerah dan juga pembangunan daerah di segala bidang.
Oleh karena itu, Bappeda diharapkan menjadikan program kerjasama pengembangan SDM tenaga kerja lokal ini sebagai salah satu program prioritas pembangunan daerah dalam merancang perencanaan pembangunan daerah, baik dalam jangka pendek RKPD, jangka menengah dalam bentuk RPJMD maupun jangka panjang RPJPD, sehingga program ini dapat terlaksana secara sistematis dan berkesinambungan,” pungkas Sekretaris DPD Partai NasDem Kabupaten Jayapura ini. (Ewako)#






