Laporan : Busiri Korwa
BIAK, tabloidpapuabaru.com – Seniman dan budayawan Biak, Simon Petrus Imbenay, Selaku penanggung jawab Stand pameran Bengkel Seni Mansusu , berharap Festival Biak Munara Wampasi tahun 2026 dapat terus menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.
Ia memberikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah daerah kabupaten Biak Numfor yang telah menyiapkan ruang bagi pelaku seni dan budaya serta UMKM untuk menampilkan hasil karya terbaiknya kepada Masyarakat.
“kami sangat berterima kasih kepada bapak bupati , wakil bupati dan jajarannya, festival yang berlangsung pada 1–7 Juli 2026 ini, sangat baik karena memberikan ruang bagi para seniman, budayawan, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mempromosikan sekaligus memasarkan hasil karya mereka kepada Masyarakat,” ungkap Simon kepada Wartawan Media ini di Lokasi Stan Pameran.
Imbenay mengatakan, penyelenggaraan festival budaya tidak hanya menjadi sarana pelestarian tradisi dan kearifan lokal, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi kreatif masyarakat.
“Kegiatan seperti ini harus terus dilaksanakan karena memberikan kesempatan kepada para seniman, budayawan, dan pelaku UMKM untuk memperkenalkan serta menjual produk-produk unggulan mereka kepada pengunjung,” ujarnya.
Ia juga menyatakan kesiapan para pelaku seni di Biak dalam menyambut Festival Negara-Negara Pasifik yang direncanakan akan digelar di Kabupaten Biak pada Oktober 2026 mendatang.
“Kami siap. Ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menghasilkan karya-karya terbaik yang dapat dinikmati masyarakat lokal, wisatawan domestik, maupun wisatawan mancanegara,” katanya.
Imbenay mengungkapkan, salah satu karya kerajinan yang dihasilkannya berupa mahkota berbahan ornamen burung kasuari tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga pernah diekspor ke luar negeri, termasuk ke Kuwait. Hal tersebut menjadi bukti bahwa karya seni dan budaya asli Biak memiliki nilai jual serta daya saing di pasar internasional.
Menurutnya, melalui festival tersebut, potensi seni, budaya, dan ekonomi kreatif Kabupaten Biak Numfor semakin dikenal luas serta mampu menjadi daya tarik wisata yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus melestarikan warisan budaya Papua.***






