• TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
Senin, Mei 25, 2026
  • Login
Papua Baru
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
Papua Baru
No Result
View All Result
Home JAYAPURA

RS Provita Jayapura Perketat Tes PCR, Pasca Diringkusnya Oknum Pegawai Pembuat Surat PCR Palsu

by
24 Agustus 2021
in JAYAPURA
0
RS Provita Jayapura Perketat Tes PCR, Pasca Diringkusnya Oknum Pegawai Pembuat Surat PCR Palsu
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAPURA.TABLOID PAPUA BARU.COM,- Rumah Sakit Provita Jayapura pastikan perketat prosedur pengurusan surat Polymerase Chain Reaction (PCR), pasca diringkusnya dua oknum pegawai yakni  WK (30) dan DG (23) oleh Polres Jayapura yang diduga terlibat dalam pembuatan PCR palsu yang terjadi akhir bulan Juli, yang berhasil diungkap ke publik pada pada bulan Agustus. 

Hal ini ditegaskan oleh Direktur RS Provita Jayapura, drg. Fansca Titaheluw didampingi oleh Konsultan Hukum RS Provita Jayapura,Wahyu Wibisino ketika memberikan keterangan pers kepada awak media di RS Provita Jayapura, Selasa (24/8).

“Memang yang paling penting disini adalah bukan instansi, tetapi yang dilaksanakan betul-betul personal pegawai (oknum,red), ini  kita lakukan penyisiran kepada seluruh tim dari laboratorium dan dua orang ini adalah hasil dari penyelidikan dari polisi”ungkapnya.

Dikatakan, pihaknya memperbaiki pelayanan, dimulai dari awal pendaftaran hingga atrian, apalagi dilakukan secara online, diharapkan dapat mencegah terjadi kejadian serupa lagi.

“Sebelum data dikeluarkan atasan, harus divalidasi oleh dokter spesialis PK (Patologi Klinis,red), jadi hasil yang dikeluarkan, harus ada paraf (koordinasi) dari penangungjawab. Saya sudah tegaskan diperketat harus tanda tangan basah, baru dikeluarkan, kan kita bisa klarifikasi langsung ke dokternya, benar atau tidak,”katanya.

Lanjut Fansca, dengan demikian jika ada yang ingin mendaftar untuk tes PCR maka bisa ketahuan, apakah dia mendaftar via online dan ada bukti transaksi atau tidak, sehinga proses pengecekan kembali dapat memudahkan dan meminalisir hal-hal yang merugikan RS Provita Jayapura.

“Jadi dengan adanya berita ini (penangkapan Oknum pegawai pembuat PCR palsu,red) membuat nama RS Provita menjadi merah, kami mencoba melalui kesempatan ini menjelaskan dan mengembalikan trust (kepercayaan) masyarakat”lanjutnya.

Mengingat dengan berita ini, ujar Fansca, dapat membuat opini masyarakat terhadap RS Provita menjadi kurang baik.”Bisa orang berpikir jangan-jangan saya periksa di Provita, sebenarnya hasil negative, di-positif-kan, sehingga mungkin ini jadi perhatian bagi kita untuk lebih baik lagi kedepan,”ujarnya.

Sementara itu,Konsultan Hukum RS Provita Jayapura,Wahyu Wibisino mengungkapkan bahwa dalam keterangan pers yang disampaikan oleh Kapolres Jayapura, didalamnya terdapat dua tenaga kesehatan yang berasal RS Provita Jayapura.

Dimana lanjut Wahyu, pihaknya mendapat informasi dari pihak kepolisian bahwa ada lima bukti surat PCR yang menggunakan logo dari RS Provita Jayapura.

“Terkait dengan adanya satu bukti surat, sebenarnya bukan satu, pada saat kami dihubungi ada lima, setelah diklarifikasi, yang identic dengan surat yang dikeluarkan oleh RS Provita, hanya satu,”lanjutnya.

Kemudian pihak kepolisian mengklarifikasi, apakah benar tanda tangan yang dikeluarkan yang dilakukan atau dibubuhkan itu adalah benar-benar dari dokter yang membubuhkan tanda tangan.

“Tanda tangan yang dibubuhkan untuk surat hasil swab itu memang dari rumah sakit, tetapi tidak menggunakan tanda tangan basah, tetapi menggunakan cap, tiap hari mengeluarkan 100 (sehingga) menyita kesibukan dari dokter yang bersangkutan, maka dibuatlah tandatangan dengan menggunakan cap dan itu dokter yang bersangkutan sudah diambil data oleh penyidik,”bebernya.

Dari alat bukti yang ditujukan kepada pihaknya pada 29 Juli lalu, dimana dari 5 surat hanya satu surat yang dijadikan alat bukti, sedangkan 4 surat lainnya, warna dan cap berbeda, sehingga ada unsur kebenaran yang dikeluarkan oleh RS Provita.

Untuk status karyawan, masih tetap karyawan dengan mengacu kepada UU tenaga kerja.”Kita menghargai proses hukum karena azas praduga tak bersalah, masih menunggu hasil”tegasnya.

Dirinya menegaskan bahwa saksi-saksi dari RS Provita termasuk WK (30) dan DG (23) diberi yang diperiksa, dimana pihaknya mendapat mandat untuk melindungi sehingga ketika karyawan diperiksa, pihaknya mendampingi.

“Tetap saat yang bersangkutan dinaikan status menjadi tersangka, maka kami menyerahkan sepenuhnya kepada yang bersangkutan untuk silakan menggunakan penasehat hukum, penyidik menyematkan pasal 263 KUHP  dengan ancaman penjara diatas 5 tahun”pungkasnya. (John)

Previous Post

INI KUMPULAN IKLAN / REKLAME HUT RI KE 76 , PEMERINTAH PROVINSI PAPUA

Next Post

Pergantian Aloysius Buat Mimpi orang Papua Miliki Rumah Sakit Rujukan Terbaik di Pasifik Hancur

Next Post
Pergantian Aloysius Buat Mimpi orang Papua Miliki Rumah Sakit Rujukan Terbaik di Pasifik Hancur

Pergantian Aloysius Buat Mimpi orang Papua Miliki Rumah Sakit Rujukan Terbaik di Pasifik Hancur

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bupati Supiori Heronimus Mansoben Tegaskan Gubernur Datang ke Supiori, Bukti Nyata ada Perhatian dari Pemprov dan Negara

Bupati Supiori Heronimus Mansoben Tegaskan Gubernur Datang ke Supiori, Bukti Nyata ada Perhatian dari Pemprov dan Negara

25 Mei 2026
Kunker Gubernur Papua MDF di Biak : Meninjau RSUD Biak dan Menilai Layak Jadi Contoh Bagi Rumah Sakit di Papua

Kunker Gubernur Papua MDF di Biak : Meninjau RSUD Biak dan Menilai Layak Jadi Contoh Bagi Rumah Sakit di Papua

25 Mei 2026
Kunker Gubernur Papua di Biak, Letakkan Batu Pertama Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kampung Warsansan

Kunker Gubernur Papua di Biak, Letakkan Batu Pertama Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kampung Warsansan

25 Mei 2026
Kunker Gubernur Papua MDF di Biak : Tinjau SLB dan Siap Beri Perhatian Bagi Anak Berkebutuhan khusus

Kunker Gubernur Papua MDF di Biak : Tinjau SLB dan Siap Beri Perhatian Bagi Anak Berkebutuhan khusus

24 Mei 2026

Recent News

Bupati Supiori Heronimus Mansoben Tegaskan Gubernur Datang ke Supiori, Bukti Nyata ada Perhatian dari Pemprov dan Negara

Bupati Supiori Heronimus Mansoben Tegaskan Gubernur Datang ke Supiori, Bukti Nyata ada Perhatian dari Pemprov dan Negara

25 Mei 2026
Kunker Gubernur Papua MDF di Biak : Meninjau RSUD Biak dan Menilai Layak Jadi Contoh Bagi Rumah Sakit di Papua

Kunker Gubernur Papua MDF di Biak : Meninjau RSUD Biak dan Menilai Layak Jadi Contoh Bagi Rumah Sakit di Papua

25 Mei 2026
Kunker Gubernur Papua di Biak, Letakkan Batu Pertama Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kampung Warsansan

Kunker Gubernur Papua di Biak, Letakkan Batu Pertama Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kampung Warsansan

25 Mei 2026
Kunker Gubernur Papua MDF di Biak : Tinjau SLB dan Siap Beri Perhatian Bagi Anak Berkebutuhan khusus

Kunker Gubernur Papua MDF di Biak : Tinjau SLB dan Siap Beri Perhatian Bagi Anak Berkebutuhan khusus

24 Mei 2026
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
tabloidpapuabaru.com

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • EKONOMI

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In