JAYAPURA.TABLOID PAPUA BARU.COM,- Pergantian drg Aloysius Giyai,M.Kes membuat mimpi orang Papua miliki rumah rujukan terbaik di Pasifik menjadi hancur, bahkan para pengganti OPD rumpun kesehatan dinilai tidak ada yang mampu meneruskan jejak putra terbaik MeePago ini.
Tak hanya itu, hal ini juga berimbas pada grand desain kesehatan Papua yang dikuatirkan hancur lebur, ketika dimulai oleh Aloysius Giyai dan berjalan baik ketika dirinya dipercayakan di OPD rumpun kesehatan, seperti Direktur RSUD Abepura, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan Direktur RSUD Jayapura.
Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Lembaga Kesehatan Rakyat Papua (LAKERPA), Freddy Mambrasar dalam rilisnya yang diterima oleh media ini.
Menurutnya, LAKERPA merupakan lembaga sosial yang telah bekerja di dunia kesehatan di tanah Papua, dimana pihaknya menilai penonaktifan Aloysius Giyai mereduksi tren positif pembangunan kesehatan yang telah dirintis oleh putra terbaik dari Mee Pago tersebut.
“Ini sangat tidak bijaksana karena seorang Aloysius ini merupakan tokoh pembangunan kesehatan yang mana sejumlah kinerja beliau telah menunjukan hasil yang baik,”ungkapnya dalam rilis yang diterima oleh media ini, Selasa (24/8).
Dirinya merincikan peningkatan pembangunan bidang kesehatan yang berorientasi terhadap peningkatan kesehatan orang asli Papua dengan program seperti pelayanan Kartu Papua Sehat (KPS), program satgas kaki telanjang dan terobosan-terobosan yang beliau sudah kerjakan.
“Banyak hal yang sudah dikerjakan baik selaku Direktur RSUD Abepura, Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Jayapura yang saat ini sedang mengalami perubahan dari luar ke dalam (out side program),”katanya.
Selaku aktifis kesehatan, pihaknya melihat inovasi dari putra terbaik Mee Pago ini sangat luar biasa dan perlu diapresiasi, karena mampu menjawab kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan.
“Mungkin pembisik-pembisik yang menyampaikan kinerja beliau ini alangkah baiknya mampir ke Rumah sakit dan melihat dari dekat wajah RSUD Jayapura saat ini dibandingkan tahun tahun sebelumnya sehingga dalam memberikan masukan ke pimpinan ini sesuai dengan kondisi yang terjadi sekarang ini,”katanya lagi.
Dikatakan, terkait dengan pelayanan public di RSUD Jayapura, saat ini tidak ada masalah serius, meskipun badai pandemic menghantam, tetapi Aloysius sebagai pimpinan mampu mengambil berbagai langka strategis, sehingga pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan baik.
Pihaknya menyarankan agar Gubernur Papua dapat mempertimbangkan keputusan pergantian Aloysius Giyai.
”Sosok Aloysius Giya merupakan intelektual muda papua yang hari ini menjadi inpirasi bagi kami para pegiat kesehatan. Profesionalisme kerja serta jiwa kebapakan adalah gambran umum pemimpin-pemimpin muda di tanah papua. untuk itu, dengan berhentikannya beliau sebgai direktur. Bagi kami adalah pembunuhan karakter pemimpin-pemimpin muda papua selanjutnya,”pungkasnya. (yan)






