JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com,- Media Officer Persipura Jayapura, Eveerth Joumilena dalam rilis resminya yang diterima redaksi media Online ini kemarin, mendesak Manajer Persipura Jayapura, Yan Mandenas untuk segerah menyerahkan laporan pertanggungjawaban keuangan.
Sebab publik mengetahui bahwa setiap musim kompetisi, sudah jelas Freeport dan Bank Papua selalu sponsor.
Semua klub di dunia pasti butuh sponsor, mana klub yang tidak pakai sponsor ?
” terus manejemen tidak ada modal yang dikeluarkan ?, jelas ada, sampai saat ini kan masih ada pemain yang terus kami bayarkan gajinya, itu uang dari mana ? Ya dari modal itu.
Sekarang seperti ini kan kacau, Bank Papua tunggu laporan keuangan, dan yang pakai uang serta yang bertanggungjawab belum laporkan, terus salah siapa ? Kami ? Yang pakai uang siapa” tanya Eveerth.
Ia menyebutkan tidak perlu debat kusir, ini kan urusan Persipura, bukan urusan pribadi atau politik, jadi kalau memang sayang dan cinta Persipura jangan bikin susah, kalau ada urusan pribadi silahkan selesaikan sendiri, tapi jangan korbankan Persipura,” jelasnya.
Dirinya menegaskan kalau sampai Persipura tidak bisa berlaga di kompetisi, Yan harus siap bertanggungjawab, semua proses terhambat karena pakai uang tapi tidak mau bikin laporan.
Disebutkan beberapa tahun lalu, saat Manejer Pak Rudy Maswi, kompetisi sempat terhenti ditengah jalan juga, dan tetap dipertanggungjawabkan penggunaan dana sesuai jumlah yang diberikan, kalau kontrak 5 Miliar, yang baru cair termin pertama 2,2 Miliar ya silahkan dibuat laporan yang 2,2 Miliar itu.
Begitu juga dengan anggaran dari Freeport, berapapun yang sudah dicairkan ya segera dibuat laporannya, karena kita tidak mau ada masalah dengan sponsor.
” supaya urusan laporan ini bisa fokus dan tuntas, kami ajak Pak Yan Mandenas untuk duduk dengan Pengurus Persipura Jayapura, dan kita sama – sama jumpa pers, masing – masing pihak bawa bukti – bukti tertulis, agar bisa dibuka dan dipertanggungjawabkan, jadi bukan hanya bicara saja, kalau hanya bicara kan tidak bisa dibuktikan. Jadi harus ada bukti tertulis dan valid, kami akan bawa semua bukti yang kami punya,”ungkapnya.
Ia bahkan meminta media hadir untuk menyaksikan pembuktian.
” biar nanti teman-teman wartawan silahkan lihat siapa yang bisa kasih bukti dan siapa yang tidak, dan silahkan ditulis dan beritakan supaya publik juga bisa tahu dan menilai,” Bebernya.
Dari dulu Bank Papua dan Freeport tidak pernah ada masalah seperti ini , mulai dari Menejer Pak Spencer Infandi, Pak Herman Monim , Pak Daan Daat, Pak Koos Urbinas, Pak MR Kambu, Pak Rudy Maswi , Pak Bento Madubun, tidak pernah masalah dengan sponsor dan setiap tahun dana cair, baru kali ini Bank Papua tidak mau bantu bila belum di pertanggungjawabkan, disinilah masalahnya.
Oleh sebab itu pihaknya berharap saudara Yan Mandenas, segerah bertanggungjawab dan membuat laporan pertanggungjawaban. Jangan terkesan malas tau,” tutupnya.***






