JAYAPURA-tabloidpapuabaru.com,- Terry Sroyer resmi dipercaya memimpin Caretaker Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Generasi Muda (FGM) Gereja Kristen Injili (GKI) Provinsi Papua. Usai dilantik, ia menegaskan komitmennya untuk segera melakukan konsolidasi organisasi serta memperkuat peran pemuda GKI dalam pembangunan di berbagai sektor kehidupan.
Pelantikan Terry Sroyer berlangsung pada 1 Juni 2026 di Kantor Klasis Sorong. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Badan Pekerja Sinode (BPS) GKI di Tanah Papua juga melantik lima Ketua Caretaker DPW FGM GKI dari wilayah Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan, serta para Dewan Kurator.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, M.Th. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai kekuatan strategis gereja di masa depan.
Menurut Pdt. Andrikus Mofu, jumlah pemuda GKI di Tanah Papua yang mencapai lebih dari 500 ribu orang merupakan potensi besar yang harus dikelola dan diberdayakan untuk mendukung berbagai program pelayanan gereja maupun pembangunan masyarakat.
Menanggapi amanah tersebut, Terry Sroyer menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum FGM GKI Tanah Papua, Petronela Krenak, S.Sos., M.Tr.A.P., atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi pemuda gereja di tingkat Provinsi Papua.
“Kami akan segera melakukan konsolidasi ke seluruh daerah di Papua guna membangun komunikasi dan memperkuat koordinasi dengan seluruh pemuda GKI. Harapannya, generasi muda gereja dapat mengambil peran aktif dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, pembangunan infrastruktur, maupun kehidupan sosial kemasyarakatan,” ujar Terry kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).
Ia menambahkan, FGM GKI Papua juga akan membangun sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, dan berbagai pemangku kepentingan guna menciptakan program-program yang berdampak positif bagi masyarakat.
Sebagai langkah awal, Terry menargetkan pembentukan struktur kepengurusan FGM GKI di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Papua dalam waktu dua bulan ke depan. Pembentukan tersebut akan dilanjutkan hingga tingkat distrik atau Pimpinan Anak Cabang (PAC).
“Target kami sebelum pelaksanaan Rapat Kerja Pertama FGM GKI Tanah Papua pada Oktober 2026 di Kabupaten Teluk Bintuni, seluruh struktur organisasi di Papua sudah terbentuk dan dapat ditetapkan secara definitif melalui Surat Keputusan,” katanya.
Selain pembentukan organisasi, Terry juga mengajak seluruh unsur gereja, khususnya Kepala Seksi Persekutuan Anak Muda (PAM) di setiap klasis, untuk berperan aktif dalam menjaring kader-kader muda yang memiliki kapasitas dan komitmen untuk mengembangkan organisasi.
Menurutnya, keberhasilan FGM GKI dalam menjalankan program pelayanan dan pemberdayaan pemuda sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam kepengurusan.
“Kami membutuhkan dukungan semua pihak untuk menyiapkan kader-kader terbaik. Dengan demikian, FGM GKI dapat menjadi wadah yang efektif bagi pemuda untuk mengembangkan potensi diri sekaligus berkontribusi bagi gereja, masyarakat, dan pembangunan daerah,” pungkasnya. (Redaksi Papua Baru)***





