• TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
Jumat, Juli 3, 2026
  • Login
Papua Baru
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
Papua Baru
No Result
View All Result
Home DAERAH

Sentani Darurat Sampah : Wajah Kota Terlihat Kotor dan Berantakan di Sepanjang Jalan Protokol

Berikut Saran : Ketua Komisi D DPR Kabupaten Jayapura, Mashita K. S. Idar

by admin papua baru
1 Juli 2026
in DAERAH
0
Sentani Darurat Sampah : Wajah Kota Terlihat Kotor dan Berantakan di Sepanjang Jalan Protokol
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SENTANI | tabloidpapuabaru.com,- Kondisi kebersihan di wilayah Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, kian memprihatinkan. Hingga hari Rabu, 1 Juli 2026 ini, tumpukan sampah yang tidak terangkut masih terlihat berserakan (berantakan) dan menumpuk di berbagai sudut kota, terutama di area depan jalan protokol dan sejumlah pusat perbelanjaan serta pusat aktivitas masyarakat. Pemandangan ini membuat wajah ibu kota dari Kabupaten Jayapura ini terlihat sangat kotor, tidak estetis dan mengancam kesehatan warga.

Berdasarkan pantauan media online ini dan juga laporan warga setempat, pemandangan sampah yang berserakan atau berantakan hingga menumpuk ini sudah berlangsung selama beberapa waktu lalu tanpa adanya penanganan yang cepat dan menyeluruh. Selain merusak pemandangan, tumpukan sampah yang mulai membusuk ini juga menimbulkan bau menyengat yang mengganggu para pengguna jalan serta para pelaku usaha atau pedagang di sekitarnya.
Beberapa titik krusial yang menjadi sorotan meliputi jalur utama transportasi, area pasar tradisional, hingga ke depan ruko-ruko milik warga maupun pemukiman warga.

Minimnya armada pengangkutan dan juga kesadaran bersama disinyalir menjadi pemicu utama estetika wajah Kota Sentani menjadi drop drastis.


“Ya, sudah beberapa hari ini sampah trada yang angkat (ngangkut), pas saya mau buang ke tempat pembuangan sampah terdekat di tolak soalnya sampah juga sudah penuh. Saya juga bingung ini sampah mau di bawa kemana lagi,” ungkap Heri salah satu warga kepada media ini , Rabu, 1 Juli 2026 siang sekitar pukul 11.30 WIT, di Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
Sontak saja hal ini pun menjadi rentetan masalah yang harus segera di tuntaskan oleh pemerintah.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPR Kabupaten Jayapura, Mashita K. S. Idar pun angkat bicara menyoal permasalahan sampah itu.

Menanggapi situasi ini, Mashita K. S. Idar menyatakan keprihatinan yang mendalam dan menyampaikan beberapa point terkait dengan Aksi Cepat yang harus dilakukan oleh Pemerintah Daerah pertama : Mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura agar segera menerjunkan armada penuh, guna mengangkut tumpukan sampah yang sudah berhari-hari telantar di pinggir jalan.
Evaluasi Sistem Pengelolaan, meminta kepada pemerintah daerah untuk mengevaluasi jadwal pengangkutan dan juga menambah fasilitas tempat penampungan sampah sementara (TPS) yang layak biar sampah ini tidak meluber ke badan jalan.
Kolaborasi dan Ketegasan Reguler, mendorong adanya penegakan aturan atau sanksi bagi oknum yang membuang sampah sembarangan, dibarengi dengan edukasi masif kepada masyarakat dan pemilik usaha di sepanjang jalan utama.

“Kota Sentani adalah gerbang utama memasuki Provinsi Papua melalui Bandara Internasional Sentani. Jadi, sangat memalukan sekali jika kesan pertama yang ditangkap oleh para tamu maupun masyarakat kita sendiri adalah wajah kota yang kotor dan penuh sampah. Harus ada langkah konkret hari ini juga, dan tidak bisa ditunda-tunda lagi,” ujar Mashita selaku Ketua Komisi D DPRK Jayapura yang mengaku sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi saat ini.

“Saya berharap masyarakat bisa bersabar dan memahami kondisi ini, serta masyarakatpun bisa membiasakan diri untuk mulai mengelola sampah di rumah agar tidak menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu aktifitas sehari hari,” tandas Perempuan yang juga Legislator PKS Kabupaten Jayapura ini.

Kalau kondisi ini terus dibiarkan, maka dikhawatirkan penumpukan sampah akan menyumbat saluran drainase saat hujan turun, yang berpotensi memicu banjir luapan di area jalan raya. Serta, dapat memicu penyebaran penyakit akibat aroma sampah yang sudah membusuk. Warga berharap kebersihan Kota Sentani dapat segera dipulihkan demi kenyamanan dan kesehatan bersama. (Ewako)**

Previous Post

Gubernur Fakhiri Dorong Percepatan BBM Satu Harga, Usulkan Penambahan Depot dan Pasokan di Daerah Terpencil

Next Post

Bupati Biak Numfor Ajak Masyarakat Jadikan Festival Munara Wampasi sebagai Gerbang Pariwisata Internasional

admin papua baru

Next Post
Bupati Biak Numfor Ajak Masyarakat Jadikan Festival Munara Wampasi sebagai Gerbang Pariwisata Internasional

Bupati Biak Numfor Ajak Masyarakat Jadikan Festival Munara Wampasi sebagai Gerbang Pariwisata Internasional

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
MORATORIUM : Dewan Adat Papua Menyerukan Penaman Salib Merah dan Ritual Adat Sebagai Larangan Proyek Strategis Nasional di Tanah Papua

MORATORIUM : Dewan Adat Papua Menyerukan Penaman Salib Merah dan Ritual Adat Sebagai Larangan Proyek Strategis Nasional di Tanah Papua

3 Juli 2026
Gubernur Papua MDF Hadiri Rakornas KKP 2026, Papua Siap Dukung Swasembada Pangan Lewat Sektor Kelautan

Gubernur Papua MDF Hadiri Rakornas KKP 2026, Papua Siap Dukung Swasembada Pangan Lewat Sektor Kelautan

2 Juli 2026
900 Peserta Parade Wor dan Suling Tambur Meriahkan Festival Biak Munara Wampasi 2026

900 Peserta Parade Wor dan Suling Tambur Meriahkan Festival Biak Munara Wampasi 2026

2 Juli 2026
Bupati Biak Numfor Ajak Masyarakat Jadikan Festival Munara Wampasi sebagai Gerbang Pariwisata Internasional

Bupati Biak Numfor Ajak Masyarakat Jadikan Festival Munara Wampasi sebagai Gerbang Pariwisata Internasional

2 Juli 2026

Recent News

MORATORIUM : Dewan Adat Papua Menyerukan Penaman Salib Merah dan Ritual Adat Sebagai Larangan Proyek Strategis Nasional di Tanah Papua

MORATORIUM : Dewan Adat Papua Menyerukan Penaman Salib Merah dan Ritual Adat Sebagai Larangan Proyek Strategis Nasional di Tanah Papua

3 Juli 2026
Gubernur Papua MDF Hadiri Rakornas KKP 2026, Papua Siap Dukung Swasembada Pangan Lewat Sektor Kelautan

Gubernur Papua MDF Hadiri Rakornas KKP 2026, Papua Siap Dukung Swasembada Pangan Lewat Sektor Kelautan

2 Juli 2026
900 Peserta Parade Wor dan Suling Tambur Meriahkan Festival Biak Munara Wampasi 2026

900 Peserta Parade Wor dan Suling Tambur Meriahkan Festival Biak Munara Wampasi 2026

2 Juli 2026
Bupati Biak Numfor Ajak Masyarakat Jadikan Festival Munara Wampasi sebagai Gerbang Pariwisata Internasional

Bupati Biak Numfor Ajak Masyarakat Jadikan Festival Munara Wampasi sebagai Gerbang Pariwisata Internasional

2 Juli 2026
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
tabloidpapuabaru.com

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • EKONOMI

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In