JAYAPURA-TABLOID PAPUA BARU.COM,- Seminar kaum Bapak Gereja Injili di Indonesia atau GIDI mendorong penguatan peran laki-laki dalam keluarga, pelayanan gereja, dan kehidupan masyarakat. Seminar tersebut juga menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan dibawa dalam Rapat Badan Pekerja Lengkap (BPL) GIDI pada November 2026.
Seminar yang mengangkat tema “Bapak Hebat, Keluarga Menjadi Kokoh, Generasi Menjadi Kuat” itu berlangsung sejak 24-27 September di Aula Stakin Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (27/9/2026).

Presiden GIDI, Pdt. Usman Kobak, S.Th., MA, mengatakan seminar menjadi ruang untuk memperkuat kapasitas kaum Bapak melalui berbagai materi yang disampaikan para pemateri.
“Ini satu tema yang luar biasa yang sudah dilakukan. Terima kasih untuk para pemateri yang sudah menyampaikan,” kata Kobak seusai kegiatan.
Ia menyebut sejumlah pemateri yang terlibat dalam seminar tersebut, yakni Pdt. Dr. Bastian Ondi, Pdt. Dorman Wandikbo, dan Pdt. Libius Biniluk. Menurut Kobak, para pemateri memiliki pengalaman yang dapat dibagikan untuk memperkuat kapasitas kaum Bapak dalam kehidupan keluarga dan pelayanan gereja.
Kobak mengatakan seminar tersebut juga diikuti kader gereja dan sejumlah tokoh Papua. Ia menyebut Wakil Gubernur Papua Tengah Denis Geley dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, sejumlah kepala daerah turut memberikan dukungan terhadap kegiatan itu, di antaranya Bupati Tolikara, Bupati Yahukimo, dan Bupati Jayapura, Yunus Wonda.
Menurut Kobak, keterlibatan para kader dan pemimpin daerah menunjukkan perhatian terhadap penguatan kehidupan gereja dan masa depan generasi Papua.
*Bapak sebagai imam dalam keluarga*
Kobak mengatakan salah satu hal penting yang dibahas dalam seminar ialah perlunya kaum Bapak membangun kehidupan yang berakar pada doa, firman Tuhan, dan hubungan pribadi dengan Tuhan.
Menurutnya, peran kaum Bapak sebagai imam dalam keluarga tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kegiatan yang terlihat oleh orang lain. Hubungan pribadi dengan Tuhan harus menjadi dasar dalam menjalankan tanggung jawab di dalam keluarga maupun pelayanan.
“Kaum Bapak ini bangkit dan hidup di dalam doa, di dalam firman, secara pribadi dengan Tuhan, setelah itu dengan keluarga. Pelayanan-pelayanan umum akan berjalan kalau kami sendiri punya hubungan dengan Tuhan,” katanya.
Ia mengatakan kaum Bapak perlu menjadi teladan di dalam keluarga. Menurutnya, keluarga yang kokoh dapat menjadi salah satu dasar untuk membentuk generasi yang kuat.
*GIDI didorong menjadi gereja mandiri*
Selain penguatan keluarga, seminar juga membahas arah pelayanan GIDI ke depan. Kobak mengatakan gereja perlu terus didorong menjadi gereja yang misioner dan mandiri.
“Gereja ini harus menjadi gereja misioner yang menjangkau dan memuridkan orang. Kemudian gereja ini juga harus mandiri,” ujarnya.
Menurut Kobak, pembahasan dalam seminar mencakup sejumlah bidang, antara lain pendidikan, kesehatan, ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan penginjilan.
Ia mengatakan hasil pembahasan tersebut akan dirumuskan menjadi rekomendasi untuk dibawa dalam forum BPL GIDI pada November 2026.
Sekretaris Panitia Kaum Bapak, Timotius Taime, mengatakan rekomendasi yang dihasilkan dalam seminar bukan merupakan keputusan organisasi, tetapi akan diusulkan sebagai bahan pembahasan dalam Rapat BPL GIDI.
“Ini bukan keputusan, tetapi semacam rekomendasi yang akan kita bawa, usulkan ke dalam Rapat Badan Pekerja Lengkap Gereja Injili di Indonesia,” kata Taime.
Menurut Taime, Rapat BPL GIDI yang dilaksanakan setiap tahun menjadi forum evaluasi terhadap pelayanan gereja. Dalam forum tersebut, berbagai persoalan pelayanan dari tingkat pusat hingga jemaat dapat dibahas untuk diperbaiki.
“Ada hal-hal yang perlu dibahas untuk diperbaiki dalam pelayanan dari tingkat pusat hingga ke tingkat jemaat. Itu yang biasanya kami akan diskusikan di situ,” katanya.
Taime mengatakan rekomendasi hasil seminar juga akan dibagikan kepada wilayah dan klasis GIDI agar dapat diketahui bersama dan menjadi bahan evaluasi dalam Rapat BPL.
Ia menyebut Rapat BPL GIDI dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di Kanggime, Kabupaten Tolikara.
*Kaum Bapak diminta bersatu*
Ketua Panitia Kaum Bapak, Arinius Weya, S.KM., M.Kes., menyampaikan terima kasih kepada para kepala daerah, kader GIDI, jemaat, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat berlangsung.
Ia berharap kegiatan kaum Bapak GIDI ke depan dapat dilaksanakan lebih baik dan melibatkan lebih banyak pihak.
“Kami sampaikan terus, kaum Bapak mari bersatu untuk bagaimana kita tetap maju melayani Tuhan,” kata Weya.
Weya mengatakan kegiatan serupa akan kembali dilaksanakan tahun depan di Kelila wilayah Bogo. Kaum Bapak dari berbagai wilayah pelayanan GIDI akan diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut, termasuk para simpatisan dari luar GIDI.
Ia mengatakan kegiatan tersebut juga dapat diikuti secara daring sehingga masyarakat yang tidak hadir secara langsung tetap dapat menyaksikannya.
Weya menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan hati agar kegiatan kaum Bapak GIDI dapat terus berjalan.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan tidak dapat hanya mengandalkan beberapa orang, tetapi membutuhkan keterlibatan bersama.
Kobak juga berharap seminar tersebut tidak berhenti pada pembahasan dan rekomendasi, tetapi dilanjutkan dengan tindakan nyata dalam kehidupan keluarga, gereja, dan masyarakat.
“Kalau ada aksi maka ada reaksi, tapi kalau tidak ada aksi itu nanti akan mati di tempat. Jadi hari ini kaum Bapak bangkit. Itu yang kita bersyukur kepada Tuhan,” katanya.(*)






