SENTANI, tabloidpapuabaru.com – Kegiatan Festival Baku Tima Fest yang digelar pemerintah daerah Kabupaten Jayapura menuai protes, keluhan dan kritikan pedas dari netizen atau masyarakat pengguna media social (medsos) baik watshaap, facabook, IG dan lainnya. Pelaksanaan Festival Baku Timba (Baku Timba Fest) 2023 yang dihelat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura bekerjasama dengan Octow Entertainment selaku penggagas festival kuliner tersebut bahkan dinilai sebagai kegiatan eforia belaka.
Publik atau netizen di media sosial (medsos) seperti di grup-grup WhatsApp maupun Facebook (fb) itu pun mengunggah dan memberikan komentar ke medsos hingga mengundang banyak komentar pedas pro dan kontra terkait kegiatan yang sudah berlangsung sejak Jumat, 25 Agustus 2023 lalu di Lapangan Apel Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
Sejumlah komentar publik atau netizen mengaku kecewa lantaran kurangnya keterlibatan pelaku UMKM orang asli Papua (OAP). Kemudian, ada yang mempersoalkan tentang kegiatan-kegiatan festival banyak dilakukan, namun usai pelaksanaan festival-festival itu tidak pernah ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dan terkesan membuat senang sesaat saja.
Menyikapi masalah tersebut, Sekda Kabupaten Jayapura Dr. Hana S. Hikoyabi, M.KP., angkat bicara. Ketika wartawan media online ini meminta komentarnya, Senin, 28 Agustus 2023, ia mengatakan bahwa, kegiatan festival itu dibuka luas untuk umum dan tidak ada batasan harus dari kelompok (UMKM) tertentu.
“Nah, inikan kita buka luas toh. Mereka hadir untuk memicu agar kam (UMKM) OAP lagi dapat tumbuh. OAP yang di bawa kan lebih dari 10 pelaku UMKM. Coba hitung saja, kalau lebih dari 10 itukan sudah luar biasa toh. Contohnya, banyak yang antri beli alpukat kocok yang jual itukan OAP. Apa kamorang sebagai OAP tra bangga, yang suka bicara-bicara diluar sana. Makanya, datang lah, jangan hanya bicara-bicara diluar sana. Tapi, datang dan buktikan. Kalau kamu pemain, datang buktikan sendiri,” ujar Hana Hikoyabi kepada wartawan media online ini.
Mama Sekda, sapaan akrabnya ini menegaskan, Festival Baku Timba ini dilakukan, untuk pihaknya membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM OAP. “Ini pangsa pasar, mari datang dan buktikan daripada bicara-bicara. Jadi, mari coba dan mulai agar dia bisa bertumbuh. Supaya kita dorong sama-sama biar bisa berkembang. Biar sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit dan akhirnya bisa berkembang,” cetusnya.
Berdasarkan laporan dan informasi dari Humas Baku Timba Fest, Mama Sekda menyebutkan, bahwa setiap stand yang ada lokasi Festival Baku Timba itu bisa memperoleh keuntungan 50 juta bahkan lebih dalam sehari.
“Maka itu, harus membakar semangat kami semuanya. Baik itu, UMKM yang OAP maupun Non OAP, untuk berpacu mendukung kuliner di Kabupaten Jayapura. Ini merupakan peluang yang sangat bagus dan juga positif. Bayangkan saja duduk di tempat, wang (duit) langsung datang. Jadi, kembangkan kam (kalian) pu keahlian itu seperti jual minuman alpukat atau mangga,” sebutnya.
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo, S.STP., M.Si., secara resmi membuka Festival Baku Timba (Baku Timba Fest) 2023 didampingi Sekda Kabupaten Jayapura Dr. Hana S. Hikoyabi, M.KP., dan sejumlah pejabat maupun unsur Forkompimda di Kabupaten Jayapura, yang berlangsung di Lapangan Apel Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat, 25 Agustus 2023 lalu. (ewako)**






