JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com,- Sangat disayangkan, dalam iklim demokrasi yang seharusnya sehat, masih terjadi aksi *pengrusakan Alat Peraga Kampanye (APK)* milik paslon nomor 2 *MDF-AR*.
Tindakan ini diduga dilakukan oleh pihak-pihak yang terkait dengan tim BTM-CK.
“Ini bukan hanya melanggar aturan kampanye, tetapi juga mencerminkan rasa takut dan kepanikan politik menjelang PSU Papua”

Demikian diungkapkan salah satu tim pemenangan MDF-AR, Viktor Boefar kepada media online ini di Abepura Kamis, (26/6/2025)
Boefar megaskan mestinya dijadikan sebuah kekuatan politik sehingga harus percaya diri dengan gagasannya dan tidak sibuk merobek spanduk lawan
Kalau benar-benar yakin akan menang, *harusnya mereka fokus meyakinkan rakyat, bukan menyingkirkan APK*.
Demokrasi Butuh Gagasan, Bukan Pengrusakan, Pilkada bukan medan balas dendam.
Bukan juga arena saling menjatuhkan dengan cara kotor.
*Demokrasi sejati dibangun dengan adu gagasan, bukan adu tangan*.
Kami percaya, rakyat Papua cukup cerdas untuk menilai, Siapa yang datang membawa harapan,
dan siapa yang sibuk menebar ketakutan.
*Mari kita jaga Papua sebagai tanah damai, bukan tanah konflik*. Menangkan hati rakyat, bukan hanya papan baliho.
Bangun Papua dengan kepala dingin dan hati yang bersih.
*MDF-AR hadir bukan untuk memecah, tapi menyatukan*.
Boefar menyebutkan MDF-AR tidak akan gentar dengan tindakan-tindakan yang penuh kepanikan. Sebaliknya telah mengistruksikan kepada seluruh masa pendukung, relawan dan tim untuk selalu berbuat kebaikan, tanpa menabur kebencian, fitnah ujaran kebencian serta perpecahan antar sesama anak bangsa. (Tim) **






