• TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
Rabu, April 8, 2026
  • Login
Papua Baru
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
Papua Baru
No Result
View All Result
Home DAERAH

Petani Mengeluh, Ketahanan Pangan di Kabupaten Jayapura Terancam

by
31 Januari 2023
in DAERAH
0
Petani Mengeluh, Ketahanan Pangan di Kabupaten Jayapura Terancam

Ketua KTNA Kabupaten Jayapura Adolf Yoku, S.P., M.M., saat ditemui dua kelompok tani dan tenaga penyuluh pertanian dari Sumbe dan Kampung Karya Bumi, yang berlangsung di Kediamannya, di Jalan Yabaso, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, kemarin

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SENTANI, tabloidpapuabaru.com,-  Kelompok Tani Sumbe dan Karya Bumi Kabupaten Jayapura mengeluhkan Saluran irigasi yang sampai saat ini masih terkendala, akibatnya petani di daerah itu belum bisa menanam Padi.

Keluhat Petani tersebut teruangkap dalam pertemuan bersama Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Jayapura Adolf Yoku, S.P., M.M., yang berlangsung di Kediaman Pribadi Ketua KTNA Kabupaten Jayapura  Jalan Yabaso, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Jadi, hari ini (kemarin) saya didatangi dua ketua kelompok tani dari Sumbe dan Karya Bumi, serta didampingi penyuluh pertanian. Para petani ini datang dengan keluhan karena sampai saat ini lahan mereka tidak pernah ditanami padi. Kalau sudah ada keluhan seperti itu, berarti segala kebutuhan para petani saat ini sedang terganggu dan secara perlahan-lahan kehidupan mereka itu sudah terganggu,” kata Adolf  Yoku ketika menjawab pertanyaan wartawan media online ini usai ditemui para petani tersebut.

Oleh karenanya, lanjut dia, masyarakat petani yang ada di Karya Bumi dan Sumbe itu hampir sebagian besar kehidupan mereka tergantung dari sektor pertanian tanaman pangan atau padi.

“Jika sampai 200 hektar lahan pertanian tidak ditanami itu bagaimana nasib mereka. Kalau para petani itu tidak menanam berarti secara tidak langsung, dulu empat tahun lalu yang kita andalkan kabupaten ini dengan beras Khenambay Umbay itu, tentunya akan hilang dan bahkan tidak pernah ada lagi. Apabila itu tidak ada berarti ancaman bagi ketahanan pangan khususnya untuk tanaman pangan di Kabupaten Jayapura itu juga ikut terancam. Karena akan menggangu juga untuk luas tanam dengan produksi secara nasional akan ikut terganggu,” jelasnya.

Adolf  Yoku selaku Mantan Kepala Dinas TPH Kabupaten Jayapura ini meminta agar keluhan para petani ini segera ditanggapi dengan serius. “Oleh sebab itu, kami minta agar keluhan para petani ini segera ditanggapi. Supaya kabupaten ini punya posisi sebagai salah satu daerah penghasil beras nomor tiga di Papua setelah dari Merauke dan Nabire. Kabupaten Jayapura masih di urutan tiga, karena daerah kita mempunyai saluran irigasi teknis untuk mengaliri sawah,” pinta Adolf.

Akibat para petani di Sumbe dan Karya Bumi, juga belum bisa melakukan penanaman padi, karena wilayah kampungnya, karena saluran irigasi terganggu dari tempat awal pembuangan air irigasi sehingga lahan pertanian belum ditanami padi.

“Masalahnya tadi sudah disampaikan para petani melalui dua kelompok tani dan penyuluh, bahwa sumber air dari saluran irigasi itu terganggu mulai dari pintu air terutama petugas pengawas (penjaga) pintu air irigasi itu honornya tidak (belum) pernah terbayarkan. Kemudian, masalah kedua itu, jaringan irigasi tidak terurus mulai dari sisi samping kiri kanannya itu tidak pernah dibersihkan dan jaringannya sudah penuh sedimen. Artinya, jaringan irigasi tidak pernah terurus selama empat tahun dan hampir sama dengan jalan hingga air tidak ada,” terangnya.

“Untuk itu, lewat pertemuan hari ini (kemarin) di rumah saya, kita sama-sama untuk membantu keluhan petani dan meminta kepada pemerintah daerah dalam hal ini OPD teknis yang menangani masalah irigasi ini untuk mengambil langkah-langkah guna mencari solusi dan membantu mengatasi keluhan para petani tersebut segera membayar honor dua petugas penjaga irigasi dengan membuat SK terkait pembayaran honor mereka,”.

“Kita sama sekali tidak rugi bayar dua orang, daripada ratusan sampai 1.000 orang petani mati kelaparan karena tidak menanam. Apalagi, petani sekarang tidak memiliki lumbung-lumbung pangan di rumah sejak beberapa tahun ini tidak menanam,” tukas pria yang fasih berbahasa Jepang ini. (ewako)*

Previous Post

Dewan Adat Suku Sentani Polisikan Koordinator dan Pendemo Penolak Perda Kampung  Adat

Next Post

Prihatin Aparat TNI/Polri Hanyut di Sungai Digoel

Next Post
Prihatin Aparat TNI/Polri Hanyut di Sungai Digoel

Prihatin Aparat TNI/Polri Hanyut di Sungai Digoel

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership, PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025

Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership, PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025

8 April 2026
Arus Mudik Lebaran Usai, PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU Lebih dari 4 Kali Lipat Dibanding Tahun 2025

Arus Mudik Lebaran Usai, PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU Lebih dari 4 Kali Lipat Dibanding Tahun 2025

4 April 2026
Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Triwulan II 2026 Tidak Naik, PLN Siap Jaga Keandalan dan Kualitas Layanan di Tengah Dinamika Global

Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Triwulan II 2026 Tidak Naik, PLN Siap Jaga Keandalan dan Kualitas Layanan di Tengah Dinamika Global

4 April 2026
CATATAN SINGKAT TERKAIT DENGAN PENGURAPAN BERDASARKAN BEBERAPA AYAT FIRMAN TUHAN

CATATAN SINGKAT TERKAIT DENGAN PENGURAPAN BERDASARKAN BEBERAPA AYAT FIRMAN TUHAN

2 April 2026

Recent News

Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership, PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025

Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership, PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025

8 April 2026
Arus Mudik Lebaran Usai, PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU Lebih dari 4 Kali Lipat Dibanding Tahun 2025

Arus Mudik Lebaran Usai, PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU Lebih dari 4 Kali Lipat Dibanding Tahun 2025

4 April 2026
Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Triwulan II 2026 Tidak Naik, PLN Siap Jaga Keandalan dan Kualitas Layanan di Tengah Dinamika Global

Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Triwulan II 2026 Tidak Naik, PLN Siap Jaga Keandalan dan Kualitas Layanan di Tengah Dinamika Global

4 April 2026
CATATAN SINGKAT TERKAIT DENGAN PENGURAPAN BERDASARKAN BEBERAPA AYAT FIRMAN TUHAN

CATATAN SINGKAT TERKAIT DENGAN PENGURAPAN BERDASARKAN BEBERAPA AYAT FIRMAN TUHAN

2 April 2026
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
tabloidpapuabaru.com

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • EKONOMI

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In