• TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
Jumat, April 24, 2026
  • Login
Papua Baru
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
Papua Baru
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Pendeta Helga Iriori Burdam : Program Transmigrasi Ke Papua Harus Dikaji Ulang

by admin papua baru
24 November 2024
in Uncategorized
0
Pendeta Helga Iriori Burdam : Program Transmigrasi Ke Papua Harus Dikaji Ulang
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com- Wacana Pemerintah Pusat terkait Proyek Transmigrasi di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Papua menjadi salahs satu Program 100 Hari Kerja Kabinet Merah Putih Era Presiden Prabowo Subiato mendapat berbagai penolakan dari tokoh masyarakat.

Salah satunya tokoh agama Pendeta Helga A. Iriori Burdam, S.SI.TEOL.,M.M di Sorong Papua Barat. Kepada media ini, Ia menyebut Program Transmigrasi ke Wilayah Papua dan Papua Barat ini malah akan memunculkan konflik sosial ditengah-tengah masyarakat.

“Menurut saya soal Transmigrasi ini tidak perlu untuk wilayah Papua, karena akan menimbulkan masalah sosial kedepannya,”ucap Pdt. H. Burdam, Sabtu (23/11).

Dikatakan, harusnya Pemerintah membuat Program yang berfokus pada Pemberdayaan Masyarakat Asli Papua, sehingga mampu menjadi Tuan dinegerinya sendiri, yang mampu mengolah sumber daya alamnya dan mampu berdikari untuk kesejahteraan keluarganya.

“Karena kalau masih mendatangkan orang dari luar Papua ke Papua lagi, maka sama saja itu akan meminggirkan masyarakat Papua itu sendiri dan di tanah mereka sendiri. Harusnya Pemerintah membuat kebijakan yang fokusnya untuk Pemberdayaan Masyarakat Asli Papua, sehingga mampu fight dan mengolah sumberdaya alamanya sendiri dan menjadi Tuan di Negerinya sendiri,”tegasnya.

Menurutnya, persoalan Transmigrasi malah akan menjadi pemicu adanya konflik sosial dimasyarakat. Adanya kesenjangan disegala lini kehidupan masyarakat di Papua akan menjadi potensi besar konflik sosial terjadi.

“Jadi lebih baik tidak ada Program Transmigrasi lagi ke Papua dan Papua Barat. Pemerintah harus mengkaji ulang terkait ini”, ucapnya lagi.

“Saya juga menghimbau kepada seluruh jemaat GKI Laharoi, untuk tidak terlibat aksi apapun khususnya terkait penolakan Transmigrasi, mari kita jaga Papua ini tetap aman dan damai, tanpa adanya persoalan. Kita umat Kristiani tidak lama lagi mau menyambut Natal dan Tahun Baru 2025, sehingga baik untuk jemaat mempersiapkan sukacita itu dalam kedamaian,”pungkasnya.(Redaksi)

Previous Post

Tak Dibendung, Ribuan Masyarakat Sarmi Banjiri Lapangan Merdeka Ikuti Kampanye Akbar Paslon No Urut 1 Dominggus Catue dan H. Jumriah

Next Post

Ini Klarifikasi Paslon Nomor Urut 01 DJ, Terkait Kematian 1 Warga Saat Ikut Kampanye di Lapangan Merdeka Sarmi

admin papua baru

Next Post
Ini Klarifikasi Paslon Nomor Urut 01 DJ, Terkait Kematian 1 Warga Saat Ikut Kampanye di Lapangan Merdeka Sarmi

Ini Klarifikasi Paslon Nomor Urut 01 DJ, Terkait Kematian 1 Warga Saat Ikut Kampanye di Lapangan Merdeka Sarmi

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sekolah Dasar Inpres Bhayangkara mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) Kolaborasi Guru dan Orang Tua Jadi Kunci.

Sekolah Dasar Inpres Bhayangkara mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) Kolaborasi Guru dan Orang Tua Jadi Kunci.

23 April 2026
Sinkronisasi PSN hingga Kampung, Pemkot Jayapura Tekankan Perencanaan Tepat Sasaran dan Pengawasan Ketat

Sinkronisasi PSN hingga Kampung, Pemkot Jayapura Tekankan Perencanaan Tepat Sasaran dan Pengawasan Ketat

22 April 2026
Dari Pesisir Halmahera, Harapan Burung Mamoa Tumbuh Bersama Masyarakat dan PLN

Dari Pesisir Halmahera, Harapan Burung Mamoa Tumbuh Bersama Masyarakat dan PLN

22 April 2026
Pemkot Jayapura Rayakan Hari Kartini ke-147, Dorong Perempuan Melek Digital dan Berdaya Saing

Pemkot Jayapura Rayakan Hari Kartini ke-147, Dorong Perempuan Melek Digital dan Berdaya Saing

21 April 2026

Recent News

Sekolah Dasar Inpres Bhayangkara mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) Kolaborasi Guru dan Orang Tua Jadi Kunci.

Sekolah Dasar Inpres Bhayangkara mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) Kolaborasi Guru dan Orang Tua Jadi Kunci.

23 April 2026
Sinkronisasi PSN hingga Kampung, Pemkot Jayapura Tekankan Perencanaan Tepat Sasaran dan Pengawasan Ketat

Sinkronisasi PSN hingga Kampung, Pemkot Jayapura Tekankan Perencanaan Tepat Sasaran dan Pengawasan Ketat

22 April 2026
Dari Pesisir Halmahera, Harapan Burung Mamoa Tumbuh Bersama Masyarakat dan PLN

Dari Pesisir Halmahera, Harapan Burung Mamoa Tumbuh Bersama Masyarakat dan PLN

22 April 2026
Pemkot Jayapura Rayakan Hari Kartini ke-147, Dorong Perempuan Melek Digital dan Berdaya Saing

Pemkot Jayapura Rayakan Hari Kartini ke-147, Dorong Perempuan Melek Digital dan Berdaya Saing

21 April 2026
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
tabloidpapuabaru.com

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • EKONOMI

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In