JAYAPURA.tabloidpapuabaru com. Kementerian Kesehatan RI melalui Instansi Ambulance Gawat Darurat 118 menggelar pelatihan pembacaan elektrokardiogram (EKG) bagi dokter dan perawat di 14 puskesmas di Kota Jayapura. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam mendiagnosis dini penyakit, khususnya kasus kegawatdaruratan kardiovaskular.
Ketua Tim Ambulance Gawat Darurat 118 Wahyu Ridwan Nugroho kepada wartawan tabloidpapuabaru.com di hotel horison kotaraja (jumat 10/3)
menyampaikan Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini mengombinasikan materi teori dan praktik.

Dua hari pertama difokuskan pada pemahaman teori pembacaan hasil rekaman EKG, sementara satu hari terakhir diisi dengan sesi praktik langsung, termasuk teknik perekaman dan interpretasi hasil EKG secara tepat.
Dalam keterangannya, pihak penyelenggara menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas tenaga medis di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama menjadi kunci dalam menekan angka kematian dan kecacatan pasien.
Dokter dan perawat di puskesmas diharapkan mampu melakukan diagnosis secara akurat sejak awal, sehingga penanganan lanjutan di rumah sakit dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
“Peran tenaga kesehatan di layanan pertama sangat penting. Dengan kemampuan membaca EKG yang baik, diagnosis dapat ditegakkan lebih cepat dan tepat sebelum pasien dirujuk,” ujar perwakilan Ambulance Gawat Darurat 118.

Selain peningkatan sumber daya manusia, pelatihan ini juga menekankan pentingnya dukungan sarana dan prasarana, khususnya ketersediaan alat EKG yang memadai di setiap puskesmas. Penggunaan alat secara benar serta perawatan yang baik menjadi bagian penting dalam menunjang pelayanan kesehatan yang optimal.
Dalam sesi praktik, peserta dilatih melakukan perekaman EKG pada berbagai kondisi pasien, baik dalam posisi berbaring maupun duduk, yang umum ditemui pada pasien dengan penyakit tidak menular, terutama gangguan kardiovaskular. Peserta juga dibekali keterampilan dalam menginterpretasikan hasil cetakan EKG yang selama ini kerap menjadi kendala di lapangan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan tenaga medis di 14 puskesmas di Kota Jayapura mampu meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam penanganan awal pasien kegawatdaruratan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Kesehatan RI dalam memperkuat sistem layanan kesehatan primer serta menekan angka kematian dan kecacatan akibat penyakit kardiovaskular di Indonesia, tuturnya.(JK)






