• TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
Selasa, Mei 26, 2026
  • Login
Papua Baru
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
Papua Baru
No Result
View All Result
Home DAERAH

Ondofolo Besar Sentani Mediasi Penyelesaian Kasus Berbau Rasis Terhadap Masyarakat Adat Tanah Merah

by
25 Desember 2022
in DAERAH
0
Ondofolo Besar Sentani Mediasi Penyelesaian Kasus Berbau Rasis Terhadap Masyarakat Adat Tanah Merah

Ondofolo Besar Sentani saat menggelar kegiatan

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Yanto Eluay : Yang Bersangkutan dan Kami Masyarakat Adat Sentani Sudah Minta Maaf, Masalah Telah Selesai

SENTANI, tabloidpapuabaru.com,- Ondofolo Besar Sentani Yanto Khomlay Eluay memediasi penyelesaian kasus dugaan rasisme antara oknum suku Sentani dan suku Tanah Merah. Namun mediasi ini hanya dihadiri salah satu pihak saja.

Pertemuan kasus berbau rasisme dipimpin oleh Ondofolo Sereh Yanto Khomlay Eluay dimoderatori oleh tokoh adat Sentani yang juga pengurus DAS Sentani dr. Jhon Manangsang Wally, turut menyaksikan Ketua FPK Kabupaten Jayapura Menasse Bernard Taime, Sekretaris FPK Kabupaten Jayapura Jhon Mauridz Suebu, beberapa tokoh adat, beberapa tokoh pemuda dan perempuan adat suku Sentani, yang berlangsung di Heleybhey Obhe Ondofolo Sereh, Jalan Biesteur Pos, Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu, 24 Desember 2022.

Mediasi ini terkait perdebatan hangat di beberapa grup chattingan medsos seperti WhatsApp terkait komentar Pdt. Joop Suebu yang viral dan dibahas oleh semua orang serta menjurus antara Suku Sentani dengan masyarakat adat Suku Tanah Merah, akhirnya merambat kepada seluruh masyarakat adat yang ada di Kabupaten Jayapura.

Tujuan mediasi kasus berbau rasisme ini agar secepatnya diselesaikan dan tidak berkembang lebih luas.

“Kami melakukan upaya-upaya agar persoalan ini cepat selesai, dan tidak sampai berkembang. Kami tidak bicara lagi tentang sebab-musabab persoalan ini, tetapi hari ini kita duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan ini. Supaya persoalan ini selesai dan kita saling memaafkan,” ujar pria yang juga salah satu Tokoh Adat di Kabupaten Jayapura ini ketika menjawab pertanyaan wartawan media online ini, Sabtu (24/12) petang.

Menjelang Hari Raya Natal, kata Ondo Yanto sapaan akrabnya, semua umat Kristiani di Kabupaten Jayapura yang akan merayakan hari Natal, kelahiran Sang Raja Damai dan Penebus dosa ini bisa beribadah secara damai.

“Jadi tujuan dari pertemuan ini, kami undang semua pihak, baik Pendeta Joop Suebu, Ondofolo di Sentani, pemuda-pemuda dari suku Sentani dan Tanah Merah juga untuk kita selesaikan persoalan ini,” ujarnya.

Sebagai Tokoh Adat dan juga Ondofolo, Yanto Khomlay Eluay memberi apresiasi kepada Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W. A. Maclarimboen, yang berkomitmen mengangkat wibawa dan martabat dari pada Ondofolo atau Ondoafi, tokoh-tokoh adat dan para pemimpin masyarakat hukum adat di Kabupaten Jayapura.

“Komitmen dari pak Kapolres yang memberi ruang kapada pemimpin masyarakat adat, supaya berperan menyelesaikan persoalan yang terjadi di dalam masyarakat hukum adat. Oleh karena itu, pak Kapolres menyarankan persoalan-persoalan yang berkembang, baik di grup-grup chatting maupun media sosial dan lain sebagaianya, kita harus cepat selesaikan di Obhe masing-masing,” ungkap pria yang juga salah satu Tokoh Adat Papua dari Kabupaten Jayapura.

Atas dasar itu, Ondo Yanto berperan mengambil inisiatif mempertemukan para pihak yang saling menanggapi terkait komentar atau chattingan dari Pdt. Joop Suebu.

“Selaku pihak yang menginisiasi pertemuan ini, kami sudah menyatakan sikap. Bahwa, masyarakat hukum adat Suku Sentani sebagai bagian yang tidak terpisahkan daripada saudara Joop Suebu, kami menyatakan persoalan ini selesai dan sudah ada permohonan maaf oleh yang bersangkutan dan juga kita semua yang hadir disini, kami mohon diampuni dan dimaafkan,” paparnya.

Lebih lanjut Ondo Yanto mengatakan, sebagai Keluarga Besar Masyarakat Hukum Adat Kabupaten Jayapura sudah seharusnya semuanya sama-sama berjiwa besar menghadapi persoalan-persoalan seperti ini.

“Pada kesempatan ini, saya sampaikan kepada semua pihak, jika ada oknum yang mempunyai kepentingan dengan persoalan ini dan yang membesar-besarkan persoalan ini. Maka, dengan tegas kami minta dihentikan. Jangan sampai persoalan ini berkembang dan terjadi konflik sesama kita,” pintanya dengan nada tegas.

Ondo Yanto juga menegaskan, dengan adanya pertemuan ini, maka persoalan telah selesai. Karena permohonan maaf yang sebesar-besarnya juga telah disampaikan dan tidak ada lagi pertemuan-pertemuan berikutnya.

“Sekali lagi, ini sudah selesai, karena permohonan maaf telah disampaikan langsung oleh saudara Joop Suebu, itulah pernyataan sikap kami. Jadi, kami menunggu tanggapan sikap saudara-saudara kita dari masyarakat adat suku Tanah Merah, entah mau memaafkan atau melanjutkan, kita tunggu itu,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Aliansi Sentani Bersatu Sejahtera (ASBS) Jhon Mauridz Suebu dengan kebesaran hatinya dan atas nama masyarakat adat Sentani juga meminta maaf.

“Mewakili masyarakat adat Suku Sentani, dari Timur, Tengah, Barat dan Selatan, saya sampaikan permohonan dan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat adat Tanah Merah atas kekhilafan dan kesalahan yang dilakukan oleh saudara kami Pendeta Joop Suebu,” kata pria yang akrab disapa JMS ini.

Permintaan maaf juga disampaikan kepada semua mata publik yang telah melihat, membaca dan ikut menikmati dinamika dari pembahasan-pembahasan terkait persoalan tersebut.

“Sebagai seorang manusia, tentunya kami menyadari jika memilki kekurangan dan keterbatasan. Oleh sebab itu, kami minta maaf dan juga ucapan terima kasih kepada Ondofolo Sereh, bapa Yanto Eluay yang telah mengambil langkah yang sangat bagus bertepatan dengan hari Sabtu, 24/12 ini merupakan ibadah malam kudus dan ini adalah momen yang penting sekali untuk kita sama-sama bicarakan saling memaafkan,” imbuh pria yang juga Sekretaris FPK Kabupaten Jayapura. (ewako)*

Previous Post

Joop Suebu Minta Maaf kepada Masyarakat Adat Tanah Merah

Next Post

Pj Bupati Jayapura Gelar Open House Natal

Next Post
Pj Bupati Jayapura Gelar Open House Natal

Pj Bupati Jayapura Gelar Open House Natal

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bara JP Apresiasi Langkah Nyata Gubernur Papua Matius Fakhiri, Mendekatkan Pelayanan kepada Masyarakat di Kampung-kampung

Bara JP Apresiasi Langkah Nyata Gubernur Papua Matius Fakhiri, Mendekatkan Pelayanan kepada Masyarakat di Kampung-kampung

25 Mei 2026
Bupati Supiori Heronimus Mansoben Tegaskan Gubernur Datang ke Supiori, Bukti Nyata ada Perhatian dari Pemprov dan Negara

Bupati Supiori Heronimus Mansoben Tegaskan Gubernur Datang ke Supiori, Bukti Nyata ada Perhatian dari Pemprov dan Negara

25 Mei 2026
Kunker Gubernur Papua MDF di Biak : Meninjau RSUD Biak dan Menilai Layak Jadi Contoh Bagi Rumah Sakit di Papua

Kunker Gubernur Papua MDF di Biak : Meninjau RSUD Biak dan Menilai Layak Jadi Contoh Bagi Rumah Sakit di Papua

25 Mei 2026
Kunker Gubernur Papua di Biak, Letakkan Batu Pertama Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kampung Warsansan

Kunker Gubernur Papua di Biak, Letakkan Batu Pertama Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kampung Warsansan

25 Mei 2026

Recent News

Bara JP Apresiasi Langkah Nyata Gubernur Papua Matius Fakhiri, Mendekatkan Pelayanan kepada Masyarakat di Kampung-kampung

Bara JP Apresiasi Langkah Nyata Gubernur Papua Matius Fakhiri, Mendekatkan Pelayanan kepada Masyarakat di Kampung-kampung

25 Mei 2026
Bupati Supiori Heronimus Mansoben Tegaskan Gubernur Datang ke Supiori, Bukti Nyata ada Perhatian dari Pemprov dan Negara

Bupati Supiori Heronimus Mansoben Tegaskan Gubernur Datang ke Supiori, Bukti Nyata ada Perhatian dari Pemprov dan Negara

25 Mei 2026
Kunker Gubernur Papua MDF di Biak : Meninjau RSUD Biak dan Menilai Layak Jadi Contoh Bagi Rumah Sakit di Papua

Kunker Gubernur Papua MDF di Biak : Meninjau RSUD Biak dan Menilai Layak Jadi Contoh Bagi Rumah Sakit di Papua

25 Mei 2026
Kunker Gubernur Papua di Biak, Letakkan Batu Pertama Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kampung Warsansan

Kunker Gubernur Papua di Biak, Letakkan Batu Pertama Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kampung Warsansan

25 Mei 2026
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
tabloidpapuabaru.com

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • EKONOMI

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In