JAYAPURA. tabloidpapuabaru.com, – Tokoh Masyarakat Waropen, JAN H.C. ANSANAY, Dipl.Par., SH , menegaskan bahwa Nama “Port Numbay” bukan berasal dari bahasa asli masyarakat enggros Tobati Jayapura. Namun sejatinya nama itu ada sejak era 60 an, oleh suku Ambay pada saat itu yang datang ke Jayapura dengan menyebut Numbay yang artinya Numberi orang Ambay.
Jaman itu mulai dari pesisir dok sampai pelabuhan porasko dan pelabuhan Pelni hingga lokasi pasar hamadi dan sekitarnya hanya orang Ambay dan biak yang tinggal dengan mata pencaharian nelayan dan sebagai buruh tukang bangunan dan lain sebagainya.
“Jayapura ini saya mau sampaikan bahwa orang ambai dan saireri lainnya yang bangun, kami yang bangun Jayapura, mulai dari jalan, perumahan dan fasilitas lainnya kami yang kerja ada juga anak-anak Jayapura tapi satu dua orang saja silahkan tanya dan semua tau itu, ” Ungkap Ansanay saat Media ini menjumpainya di salah satu cafe di Jayapura beberapa waktu lalu.
Untuk itu dirinya menegaakan bahwa jangan ada yang mengklaim bahwa dia yang punya Port Numbay.
” Ok kita akui anda punya tanah tapi anda tidak membangun,’ ujarnya.
Sebab tanah boleh milik masyarakat adat tetapi kota Jayapura masyarakat Ambay, saireri yang bangun.
sementara data yang diperoleh media ini menjelaskan bahwa Kota Jayapura ini berasal dari bahasa asli masyarakat setempat dan merujuk pada dua sungai, Numbay dan Anafri, yang bermuara di Teluk Jayapura. “Numbay” sendiri dalam bahasa setempat berarti “airnya sangat jernih”. Nama ini juga digunakan dalam berbagai konteks, termasuk dalam nama festival dan usulan untuk mengganti nama Kota Jayapura. ***






