JAYAPURA –tabloidpapuabaru.com,- Ketua Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (GERCIN) Wilayah Saireri, Elly Mandibondibo, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghormati nilai-nilai budaya dan hukum adat Biak sebagai landasan dalam menjaga persatuan serta keharmonisan masyarakat adat.
Menurut Elly, sebagai putra adat Biak, seluruh pihak memiliki tanggung jawab moral untuk menjunjung tinggi keputusan-keputusan yang telah dihasilkan melalui mekanisme adat. Ia menilai hasil Musyawarah Besar (Mubes) Adat Biak 2019 yang menetapkan Manfun Apolos Sroyer sebagai pimpinan Lembaga Kainkain Karkara Byak merupakan keputusan yang telah melalui proses adat dan patut dihormati.
“Hasil musyawarah adat harus dihargai sebagai wujud penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan hukum adat yang telah diwariskan oleh para leluhur. Kita semua memiliki kewajiban menjaga marwah adat Biak,” ujar Elly dalam keterangannya di Jayapura Senin (27/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi masyarakat Biak, kepemimpinan adat memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, menyelesaikan persoalan masyarakat, serta melestarikan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas orang Biak.
Elly juga menyampaikan keyakinannya bahwa Manfun Apolos Sroyer telah memperoleh pengakuan melalui mekanisme adat dan proses tersebut turut disaksikan leluhur orang Biak dan unsur pemerintah. Karena itu, ia mengimbau masyarakat Biak agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu yang menyebut adanya dualisme ataupun tigalisme kepemimpinan adat Byak.
“Isu mengenai adanya dualisme ataupun kepemimpinan ganda tidak perlu lagi diperdebatkan. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana seluruh komponen masyarakat adat bersatu untuk membangun Biak dan menjaga keutuhan lembaga adat,” katanya.
Lanjut Ely mengajak seluruh tokoh adat, tokoh masyarakat, dan generasi muda Biak untuk mengedepankan semangat persaudaraan serta menghindari berbagai tindakan yang berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat adat.
Menurut Elly, persatuan masyarakat adat Biak merupakan modal utama dalam menjaga ruang hidup masyarakat, melestarikan budaya, serta mendukung pembangunan yang selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal.
Di akhir pernyataannya, Elly berharap para tua-tua adat di Biak maupun di luar Biak agar dapat terus memperkuat solidaritas dan memberikan dukungan kepada Lembaga Kainkain Karkara Byak di bawah kepemimpinan Manfun Apolos Sroyer agar menjalankan fungsi pelestarian adat dan budaya serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa semangat persatuan dan penghormatan terhadap keputusan adat menjadi kunci dalam menjaga kehormatan serta eksistensi masyarakat adat Biak di tengah dinamika pembangunan Papua. ***






