SENTANI,tabloidpapuabaru.com,- Para kepala sekolah beserta guru tingkat SD, SMP dan SMA/SMK di Kabupaten Jayapua mengikuti Bimbingan Teknik (Bimtek) Percepatan 29 Capaian Penerapan Prilaku Ramah Lingkungan Hidup yang Berbasis Sekolah Adiwiyata. Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura, berlangsung pada Kamis, 13 April di Aula SMP Negeri 2 Sentani.
Tujuan bimtek tersebut adalah untuk membentuk sekolah peduli dan berbudaya lingkungan serta mampu berpartisipasi dan melaksanakan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

Dihadiri oleh Pj. Bupati Jayapura Triwarno Purnomo yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian Setda Kabupaten Jayapura Delila Giay. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri, perwakilan Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Papua Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, perwakilan Plt Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Papua.
Dalam sambutan Pj Bupati Jayapura Triwarno Purnomo, S.STP., M.Si., yang dibacakan Delila Giay menyampaikan, pemberian penghargaan Adiwiyata di tahun 2023 ini memasuki penyelenggaraan yang ke-16. Berbagai upaya dilakukan agar program (Adiwiyata) ini terus dan dapat menjawab perkembangan atau tantangan permasalahan lingkungan, dalam konteks dan kaitan pendidikan kesadaran lingkungan sejak dini.
“Dengan harapan sekolah-sekolah formal dapat menjadi core sekaligus sebagai magnet dalam pengembangannya. Konsepnya bahwa perluasan kesadaran lingkungan dapat dilakukan melalui pendidikan diantaranya dalam lingkup sekolah yang telah digagas selama 16 tahun,” ujar Delila Giay, Kamis, 13 April 2023.
Ia juga meminta kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup sebagai penanggung jawab dalam hal penyiapan SDM untuk lingkungan, untuk secara terus menerus melakukan penyesuaian. Karena kita juga harus menyesuaikan dengan perkembangan yang ada di sekitar kkitaa.
Melalui program Adiwiyata ini, lanjutnya menyampaikan Adiwiyata tidak hanya bagaimana penanganan lingkungan dan sampah saja, tetapi menyeluruh hingga di kurikulum pembelajaran.
“Melalui program adiwiyata, kita juga berharap dapat teringtegrasi dalam akreditasi, RPP, kurikulum, profil sekolah, silabus, standar dan kegiatan siswa yang terintegrasi dengan lingkungan,” lontarnya.
Mantan Kepala DPMPTSP itu berharap, ke depan wawasan warga sekolah dapat terbuka, sehingga tidak menutup diri terhadap program pemerintah. Karena salah presepsi terhadap adiwiyata, yang dianggap memerlukan biaya mahal.
“Dengan demikian, diharapkan adiwiyata bisa mengajak anak dalam pembiasaan, tanggung jawab, kebersamaan, peduli lingkungan dan yang paling utama adalah edukasi ke siswa terkait,” harapnya.
“Untuk itu, kami berharap melalui bimtek ini para peserta dapat menyerap semua ilmu yang diberikan oleh narasumber,” pungkas Delila Giay. (ewako)*






