JAYAPURA -tabloidpapuabaru.com,– Dewan Adat Kainkain Karkara Byak menggelar rapat pembentukan Panitia Musyawarah Besar (Mubes) II Tahun 2026 di Kota Jayapura, Minggu (19/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan Mubes II sekaligus memperkuat konsolidasi masyarakat adat Biak yang bermukim di wilayah Tanah Tabi.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Adat Kainkain Karkara Byak di Dunia Manfun Apolos Sroyer, dan didampingi oleh Mananwir Dorus Awom, Selalu Mananwir Sup Tabi, Mananwir Diter Wospakrek Selaku Mananwir KKB Bar Keerom, Dirk Kbarek selaku manfasfas Kota Jayapura (Mewakili Mananwir Kota Jayapura Aryoko Rumaropen), Pedro Inggabouw Manfasfas KKB Bar Kabupaten Jayapura, Mananwir Niko Mamoribo selaku mananwir bar Mamberamo Raya, sementara Sarmi tidak hadir. Hadir juga para Mananwir Bar atau Keret Byak Sup Tabi.

Selain itu hadir juga tokoh intelektual, pemuda, perempuan, mahasiswa, serta Masyarakat Biak yang berdomisili di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Mamberamo Raya.
Pembentukan panitia dilakukan untuk menyempurnakan struktur kepanitiaan serta melengkapi komposisi di setiap bidang kerja agar seluruh tahapan pelaksanaan Musyawarah Besar II dapat berjalan secara efektif dan sesuai rencana. Mubes II dijadwalkan akan dilaksanakan dalam waktu dekat sebagai forum tertinggi organisasi adat masyarakat Biak di Tanah Tabi.

Dalam arahannya, Apolos Sroyer menegaskan bahwa Musyawarah Besar merupakan agenda strategis yang memiliki peran penting dalam memperkuat kelembagaan adat Biak di Tanah Tabi. Menurutnya, keberadaan lembaga adat harus mampu menjadi wadah yang menjaga persatuan sekaligus melindungi hak-hak masyarakat Biak yang hidup dan menetap di atas wilayah adat Tabi.
“Musyawarah Besar merupakan momentum untuk memperkokoh kelembagaan adat kita. Lembaga adat harus hadir menjaga persatuan masyarakat Biak sekaligus melindungi kepentingan masyarakat adat yang hidup di Tanah Tabi,” ujar Apolos.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Biak untuk terus memegang teguh nilai Babe Oser, yang menurutnya menjadi simbol persatuan dan kekuatan masyarakat Biak.

“Babe Oser harus menjadi pegangan bersama. Nilai ini ibarat tiang kokoh yang menopang kehidupan masyarakat Biak dalam menjaga adat dan budaya, serta melestarikan hutan, tanah, dan laut sebagai warisan bagi anak cucu kita di masa mendatang,” katanya.
Lebih lanjut, Apolos mengingatkan bahwa masyarakat adat kini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Ia menilai semakin banyak pihak luar yang berupaya menguasai tanah dan sumber daya alam tanpa menghormati hak-hak masyarakat adat.
Menurutnya, upaya pelemahan masyarakat adat juga dilakukan melalui politik adu domba yang memecah persatuan antar-mananwir, kepala suku, marga, maupun keret sehingga mengurangi kekuatan masyarakat adat dalam mempertahankan hak ulayatnya.
“Karena itu, orang Biak harus tetap kuat dan bersatu. Persatuan adalah modal utama untuk menjaga hak-hak masyarakat adat serta mempertahankan tanah, hutan, laut, adat, dan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur,” tegas Apolos Sroyer.

Pada kesempatan itu Apolos Sroyer menegaskan bahwa terkait berita yang menyebutkan bahwa Biak ada dualisme atau tigalisme kelembagaan Adat, Manfun tegaskan bahwa itu tidak ada.
“ karena memang selama ini masyarakat adat diurus oleh Manfun Apolos Sroyer yang diakui dan di terima memimpin organisasi adat ini yaitu Kainkain Karkara Byak melalui Musyawarah yang menghadirkan 9 mananwir bar pada tahun 2017 dan lanjut sampai 2023, sebagai Manfun,” pungkasnya.
Untuk itu Apolos Sroyer berharap kepada seluruh masyarakat adat Biak dimana saja berada untuk tetap bersatu membangun kebersamaan (Babe Oser Byak) sebagai sesame orang Biak.
Rapat pembentukan panitia tersebut diharapkan menjadi awal dari suksesnya penyelenggaraan Musyawarah Besar II Kainkain Karkara Byak Sup Tabi Tahun 2026 sekaligus menghasilkan program-program strategis yang mampu memperkuat eksistensi masyarakat adat Biak di Tanah Tabi dalam menghadapi tantangan pembangunan dan dinamika sosial di masa depan. Diketahui bahwa Panitia Pelaksana Mubes II Kainkain Karkara Byak Sup Tabi terdiri dari ;
Ketua : Pdt.Naboth Menufandu, S,Th
Sekretaris : Willem W Padwa, SE, M.Si;
Bendahara : Simone Baab, SE
Ditambah Kordinator Seksi Acara atau persidangan, Perlengkapan /dekorasi; Usaha dana/konsumsi. ***




