JAYAPURA. tabloidpapuabaru.com,- Menjelang Keputusan Sidang Mahkama Konstitusi (MK) paska gugatan paslon tertentu gubernur dan wakil gubernur Papua, bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota yang akan diputuskan pada tanggal 4-5 Februari 2025, maka Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosasi Pendeta Indonesia (API) Provinsi Papua mengeluarkan seruan menjaga Papua tetap aman dan Damai.
Seruan Damai disampaikan oleh Pengurus DPD API Provinsi Papua, Ketua Pdt. Jerry Rahakbauw didamping Pdt. Bayu Bagre, Pdt. Yan P. Manobi, Pdt.Jhon P. Ayomi, Pdt.Melky Wakum, Pdt. Eddy Patty dan Ev.Dahlia Khoe berlangsung di Kotaraja Kota Jayapura Minggu 2 Februari 2025.
“kita masih berada di suasana politik pilkada karena hasil pilkada masih disengketakan, atau digugat oleh paslon-palon terkait di Mahkama Konstitusi, untuk itu kami DPD Asosiasi Pendeta Indonesia Provinsi Papua menyampaikan seruan atau himbauan kepada seluruh lapisan masyarakat di atas tanah Papua untuk tetap menjaga dan memelihara suasana kebatinan yang sejuk dan damai dalam memen penantian hasil keputusan Mahkama Konstitusi ataupun pasca putussan MK pada tanggal 4-5 Februari 2025.” Pungkasnya.
Hal itu sudah seharusnya dilakukan karena semua elemen telah berdoa dan bersepakat menjaga Papua Tanah Damai sampai saat ini dan seterusnya.
DPD API Provinsi Papua juga menghimbau kepada seluruh amat di Tanah Papua untuk menghargai hari bersejarah yang penuh sakral HUT PI Ke- 170 Tahun di Tanah Papua yang sebentar lagi dirayakan pada 5 Februari 2025.
“bagi kita semua, terutama orang Kristen sangat diharapkan untuk terus menunjukan komitmen kepada ajaran ijil Yesus Kristus tentang menerima, memelihara dan damai sejahtera sehingga tidak ada tindakan atau aksi-aksi yang mengarah kepada penodaan, pencideraan atau gangguan pada hari penuh sacral ini,” harapnya. **






