JAYAPURA-TABLOID PAPUA BARU. COM, – Sebanyak 15 mahasiswa program Magister (S2) penerima Beasiswa Puncak Cerdas resmi dilepas untuk melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri. Pelepasan ini dilaksanakan dalam rangkaian Ibadah Syukur dan Acara Pelepasan Mahasiswa S2 Beasiswa Puncak Cerdas binaan Papua Language Institute (PLI).

Program Beasiswa Puncak Cerdas terlaksana melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Puncak dan Yayasan Maga Edukasi Papua, sebagai bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Papua yang berasal dari daerah Puncak.
Pembinaan Selama Hampir Satu Tahun
Sebagai bagian dari program tersebut, Papua Language Institute melaksanakan pembinaan mahasiswa sejak 11 Agustus 2025 hingga 31 Juli 2026.

Pembinaan dirancang dalam tiga pilar utama yang saling melengkapi:
Pertama, pembinaan karakter.
Mahasiswa dipersiapkan untuk memiliki disiplin, integritas, tanggung jawab, ketekunan, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial yang baru.
Kedua, pelatihan bahasa.
Mahasiswa mendapatkan pelatihan bahasa yang disesuaikan dengan kebutuhan studi dan negara tujuan, meliputi Bahasa Inggris, Bahasa Rusia, dan Bahasa Rumania.

Ketiga, pelatihan STEM.
Mahasiswa dibekali kemampuan dasar dalam bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), khususnya matematika dan komputer, untuk memperkuat kesiapan akademik dan keterampilan teknologi.
Ketiga pilar tersebut menjadi fondasi pembinaan PLI untuk mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kompetensi yang diperlukan untuk belajar dan beradaptasi di lingkungan pendidikan nasional maupun internasional.

Prestasi Beasiswa Internasional Meringankan Beban Pemerintah Daerah
Salah satu capaian penting dari perjalanan 15 mahasiswa S2 ini adalah keberhasilan sejumlah mahasiswa memperoleh beasiswa dari pemerintah negara tujuan dan program beasiswa nasional Indonesia.
Capaian tersebut tidak hanya menjadi prestasi akademik bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan pembiayaan program Beasiswa Puncak Cerdas.

Empat Mahasiswa di Rusia Mendapat Beasiswa Pendidikan Rusia
Keempat mahasiswa yang melanjutkan studi ke Rusia berhasil memperoleh Beasiswa Pendidikan Rusia.
Dengan beasiswa tersebut, biaya pendidikan keempat mahasiswa ditanggung melalui beasiswa, sehingga mereka mendapatkan pendidikan secara gratis. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Puncak akan menanggung biaya hidup mahasiswa setiap bulan selama masa studi sesuai dengan ketentuan dan dukungan program.

Keberhasilan tersebut menjadi capaian penting karena pembiayaan pendidikan tidak lagi sepenuhnya menjadi tanggungan Pemerintah Kabupaten Puncak.
Keempat mahasiswa penerima beasiswa pendidikan Rusia adalah:
Linggenus Tabuni
Nipson Murib
Tenik Wenda
Yehuda Alom
Nasen Ginibak Meraih Beasiswa Pemerintah Rumania
Prestasi lainnya diraih oleh Nasen Ginibak, salah satu dari dua mahasiswa yang melanjutkan studi ke Rumania.

Nasen berhasil memperoleh beasiswa Pemerintah Rumania setelah mengikuti proses seleksi yang diikuti sekitar 88.000 mahasiswa dari seluruh dunia.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian yang membanggakan, mengingat proses seleksi melibatkan peserta dari berbagai negara. Prestasi Nasen menunjukkan bahwa mahasiswa binaan Beasiswa Puncak Cerdas memiliki kemampuan untuk bersaing dalam skala internasional.
Dengan diperolehnya beasiswa tersebut, biaya Pendidikan menjadi gratis dan biaya hidup Nasen tidak sepenuhnya menjadi beban Pemerintah Kabupaten Puncak.
Tenus Wonda Lolos Beasiswa LPDP
Prestasi berikutnya diraih oleh Tenus Wonda, yang berhasil lolos sebagai penerima Beasiswa LPDP dan akan melanjutkan studi di Selandia Baru.
Melalui Beasiswa LPDP, keseluruhan biaya pendidikan dan komponen pembiayaan yang ditanggung program LPDP menjadi tanggungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, sesuai dengan ketentuan beasiswa.
Keberhasilan Tenus Wonda menjadi bukti bahwa mahasiswa asal Kabupaten Puncak juga mampu menembus salah satu program beasiswa bergengsi di Indonesia dan melanjutkan pendidikan di tingkat internasional.
Capaian Beasiswa Menjadi Efisiensi Pembiayaan Daerah
Keberhasilan mahasiswa memperoleh beasiswa eksternal tersebut memberikan dampak positif terhadap program Beasiswa Puncak Cerdas.
Dengan adanya dukungan pembiayaan dari Pemerintah Rusia, Pemerintah Rumania, dan LPDP Kementerian Keuangan RI, sebagian komponen biaya pendidikan mahasiswa tidak lagi sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Puncak.
Hal ini membantu meringankan beban Pemerintah Daerah Puncak, sekaligus menunjukkan bahwa investasi pemerintah daerah dalam pembinaan mahasiswa dapat menghasilkan efek berkelanjutan.
Program pembinaan yang dilakukan PLI tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk diterima di perguruan tinggi, tetapi juga mendorong mereka untuk mampu berkompetisi mendapatkan beasiswa dan pendanaan pendidikan dari sumber-sumber lain.
Dengan demikian, keberhasilan mahasiswa memperoleh beasiswa dapat dipandang sebagai salah satu indikator keberhasilan pembinaan, sekaligus sebagai strategi untuk memperluas akses pendidikan tinggi tanpa menambah seluruh beban pembiayaan pada pemerintah daerah.
15 Mahasiswa Dilepas ke Berbagai Perguruan Tinggi
Dalam acara tersebut, sebanyak 15 mahasiswa S2 secara resmi dilepas untuk melanjutkan pendidikan.
Sebanyak 11 mahasiswa akan melanjutkan studi ke luar negeri, sedangkan 4 mahasiswa akan melanjutkan pendidikan di dalam negeri.
11 Mahasiswa ke Luar Negeri
Rumania
Nasen Ginibak
Nelhol Magai
Rusia
3. Linggenus Tabuni
4. Nipson Murib
5. Tenik Wenda
6. Yehuda Alom
Amerika Serikat
7. Freddy Wakerkwa
Inggris
8. Melkiana Wakerkwa
9. Merlin Wakerkwa
Selandia Baru
10. Ika Murib
11. Tenus Wonda — LPDP Awardee
4 Mahasiswa ke Perguruan Tinggi Dalam Negeri
STT Walter Post Sentani
Abed Telenggen
Universitas Cenderawasih
2. Guripa Telenggen
3. Sepinus Wakerkwa
Universitas Hasanuddin Makassar
4. Kambinus Wanimbo
Keberangkatan tersebut menjadi sebuah pencapaian penting bagi Program Beasiswa Puncak Cerdas. Para mahasiswa tidak hanya membawa harapan pribadi dan keluarga, tetapi juga membawa nama Kabupaten Puncak dan Papua dalam perjalanan pendidikan mereka.
Dihadiri Pimpinan Daerah, Yayasan, Perguruan Tinggi, dan Keluarga Mahasiswa
Ibadah Syukur dan Acara Pelepasan dihadiri oleh berbagai unsur yang terlibat dalam mendukung program pengembangan sumber daya manusia ini.
Hadir dalam kegiatan tersebut:
Bupati Kabupaten Puncak, Elvis Tabuni, S.E., M.M., yang memberikan sambutan;
Ketua DPRK Kabupaten Puncak, Thomas Tabuni, S.I.P.;
Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, S.Sos.;
Pdt. Lipiyus Biniluk, M.Th., yang menyampaikan renungan Firman Tuhan;
Ketua dan Pendiri Yayasan Maga Edukasi Papua, Samuel Tabuni, M.Si., MAJEd, yang memberikan sambutan;
Ketua Harian Yayasan Maga, Yoob Ginia, S.H.
Rektor Universitas Internasional Papua, Dr. Izak Morin, MA, yang memaparkan laporan;
Wakil Rektor II Universitas Internasional Papua, Dr. Korinus Waimbo, M.Sc., yang memaparkan laporan;
Direktur Papua Language Institute, Dolvinus Womsiwor, bersama tim pengajar PLI, yang memaparkan laporan program pembinaan;
Mahasiswa S2 Papua Language Institute;
Orang tua mahasiswa S2;
Mahasiswa S1 Universitas Internasional Papua; dan
Para tamu undangan lainnya.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan dukungan bersama terhadap pengembangan pendidikan dan sumber daya manusia Papua.
Bupati Puncak: Pendidikan Menjadi Jalan Membangun Masa Depan
Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Puncak, Elvis Tabuni, S.E., M.M., menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan Program Beasiswa Puncak Cerdas dan kesempatan yang diberikan kepada para mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2.
Pendidikan tinggi diharapkan menjadi salah satu jalan bagi generasi muda Kabupaten Puncak untuk meningkatkan kapasitas diri dan mempersiapkan diri mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Para mahasiswa yang dilepas juga diharapkan dapat menjalani pendidikan dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik daerah dan keluarga, serta menggunakan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Yayasan Maga Edukasi Papua: Membangun Generasi melalui Pendidikan
Ketua dan Pendiri Yayasan Maga Edukasi Papua, Samuel Tabuni, M.Si., MAJEd, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya membangun sumber daya manusia melalui investasi pendidikan yang berkelanjutan.
Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Puncak dan Yayasan Maga Edukasi Papua menjadi wujud nyata dari komitmen untuk membuka kesempatan pendidikan bagi generasi muda Papua asal Puncak.
Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh gelar akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kompetensi, karakter, dan semangat pengabdian untuk berkontribusi bagi daerah asalnya.
PLI Memperkuat Kesiapan Akademik dan Karakter Mahasiswa
Dalam pemaparan laporan program, Direktur Papua Language Institute, Dolvinus Womsiwor, bersama tim pengajar PLI, menjelaskan proses pembinaan yang berlangsung selama periode 11 Agustus 2025 hingga 31 Juli 2026.
Program pembinaan PLI berfokus pada tiga aspek utama: karakter, bahasa, dan STEM.
Pembinaan bahasa Inggris, Rusia, dan Rumania diberikan untuk mendukung kesiapan mahasiswa sesuai dengan lingkungan studi masing-masing. Sementara pelatihan matematika dan komputer ditujukan untuk memperkuat keterampilan akademik dan teknologi.
Pembinaan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan program. Mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki integritas, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan baru tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai yang menjadi bagian dari dirinya.
Ibadah Syukur Menjadi Momentum Pengutusan
Kegiatan Ibadah Syukur menjadi momentum untuk mengucap syukur atas terselenggaranya program dan kesempatan pendidikan yang telah diterima oleh para mahasiswa.
Pdt. Lipiyus Biniluk, M.Th. menyampaikan renungan Firman Tuhan sebagai penguatan spiritual bagi para mahasiswa sebelum memulai perjalanan akademik mereka.
Pelepasan ini bukan hanya sebuah seremoni keberangkatan, tetapi juga menjadi momentum pengutusan. Para mahasiswa diharapkan menjalani pendidikan dengan penuh tanggung jawab, menjaga iman dan karakter, serta menjadi teladan di lingkungan masing-masing.
Dari Puncak untuk Papua dan Dunia
Sebanyak 15 mahasiswa kini memasuki babak baru perjalanan pendidikan mereka.
Sebelas mahasiswa akan menempuh pendidikan di luar negeri—di Rusia, Rumania, Inggris, Amerika Serikat, dan Selandia Baru—sementara empat mahasiswa melanjutkan studi di perguruan tinggi dalam negeri.
Perjalanan mereka menjadi bagian dari sebuah harapan yang lebih besar: lahirnya generasi muda Papua yang berpendidikan tinggi, memiliki wawasan global, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki karakter yang kuat.
Program Beasiswa Puncak Cerdas melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Puncak dan Yayasan Maga Edukasi Papua, dengan pembinaan Papua Language Institute, diharapkan dapat terus menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia Papua.
Para mahasiswa yang dilepas hari ini membawa pesan yang sama: pendidikan bukan hanya tentang pergi untuk belajar, tetapi tentang mempersiapkan diri untuk kembali membawa perubahan.
Dari Puncak, melangkah ke Indonesia dan dunia, untuk kembali membangun Papua.
TENTANG BEASISWA PUNCAK CERDAS
Beasiswa Puncak Cerdas merupakan program pengembangan sumber daya manusia yang terlaksana melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Puncak dan Yayasan Maga Edukasi Papua, dengan pembinaan mahasiswa oleh Papua Language Institute (PLI).
Program pembinaan PLI berlangsung dari 11 Agustus 2025 sampai dengan 31 Juli 2026 dan mencakup tiga pilar utama:
Pembinaan karakter
Pelatihan bahasa: Bahasa Inggris, Bahasa Rusia, dan Bahasa Rumania
Pelatihan STEM: Matematika dan komputer
Program ini ditujukan untuk mempersiapkan generasi muda Papua agar memiliki kompetensi akademik, kemampuan bahasa, keterampilan teknologi, serta karakter yang kuat untuk melanjutkan pendidikan dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. (Humas) **




