BIAK. tabloidpapuabaru.com,- Komunitas Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GARASI) bersama Komunitas Booku Biak serta Organisasi Kemahasiswaan GMKI Cabang Biak, GMNI Cabang Biak, dan HMI Komisariat STIH Biak melaksanakan aksi kemanusiaan penggalangan dana pada Kamis (11/12/2025). Aksi solidaritas tersebut digelar di dua titik utama, yakni Perempatan Pasar Ikan dan Pertigaan Markas POM TNI AD Biak.

Aksi ini merupakan inisiatif awal dari Komunitas Booku.Biak sebagai bentuk kepedulian terhadap korban terdampak bencana banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera–Aceh. Ajakan tersebut mendapat respons positif dari berbagai organisasi kemahasiswaan dan komunitas lain di Kabupaten Biak Numfor hingga terlaksananya kegiatan bersama ini.
Salah satu anggota Komunitas GARASI, Wihelmus H. Rumainum, kepada media ini di Biak Kamis 11 Desember menyebutkan bahwa partisipasi pihaknya dalam aksi tersebut berangkat dari keprihatinan atas kondisi sosial dan lingkungan yang terjadi.“Ini langkah awal bagi Komunitas GARASI. Kami terpanggil karena melihat keresahan sosial yang terjadi,” ujarnya.
Wihelmus menjelaskan bahwa GARASI, yang merupakan kelompok pemuda-pemudi Biak Numfor dengan semangat anti korupsi, menilai bahwa isu lingkungan dalam bencana di Sumatera tidak dapat dilepaskan dari persoalan korupsi, kolusi, dan nepotisme.
“Sebagai komunitas yang berdiri atas semangat melawan korupsi, tanggung jawab moral kami tidak berhenti pada persoalan politik saja. Bencana di Sumatera menunjukkan bagaimana kerusakan lingkungan, destruksi hutan, dan kegagalan tata kelola ekosistem berdampak pada keselamatan rakyat,” lanjutnya.
Ia menyoroti laporan yang menyebut adanya kayu gelondongan terbawa arus banjir, yang diduga berasal dari aktivitas pembalakan hutan dan pembukaan lahan. Pemerintah pun telah menurunkan tim gabungan untuk menyelidiki asal-usul kayu tersebut serta kemungkinan pelanggaran izin lingkungan.
“Bencana ini bukan semata-mata bencana alam, tetapi juga buah dari praktik perusakan lingkungan yang sarat kepentingan oknum maupun korporasi,” tegas Wihelmus.
Selain melakukan penggalangan dana, komunitas dan organisasi kemahasiswaan ini juga menyuarakan penolakan terhadap praktik KKN lingkungan yang dinilai turut memperparah kerusakan alam dan penderitaan masyarakat.
Di akhir penyampaiannya, Wihelmus menyampaikan terima kasih atas koordinasi dan kerja sama Komunitas Booku.Biak, GMKI Cabang Biak, GMNI Cabang Biak, dan HMI Komisariat STIH Biak sehingga aksi solidaritas tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Aksi kemanusiaan tersebut berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp3.873.000,-, dengan waktu pelaksanaan mulai pukul 16.00 WIT hingga 18.00 WIT.****






