PUBLIK PAPUA hari ini diramaikan dengan pemberitaan diberbagai media baik Online maupun Sosial bahwa Bos Nusatuna sponsor utama Tim berjulukan _’Badai Pasifik’_ yang memilih mengundurkan diri dari managemen PSBS Biak beberapa waktu lalu dan bergabung bersama Tim Kebanggaan Tanah Papua Persipura Jayapura telah menyisakan beberapa pertanyaan terkait keputusan tersebut. Banyak orang beranggapan bahwa ada *konflik kepentingan* dalam internal manajemen PSBS Biak yang telah ditepis; atau bahkan tidak sedikit masyarakat dan kalangan tertentu mulai berspekulasi dan menuding bahwa ada unsur politis yang menjadi alasan dibalik Owen Rahadian (OR) pemilik perusahaan Ikan terbesar di Papua tersebut berlabuh di Persipura Jayapura.

Terlepas dari berbagai macam isu yang berkembang ditengah-tengah masyarakat, saya lebih memilih melihat dari sudut pandang ” “`penyegaran organisasi ataupun management refreshment”“` serta “`output“` dari kehadiran Bos Nusatuna tersebut di Papua secara khusus diantara kedua Tim yang akan mengharumkan nama Papua kedepan. Mengapa? Karena Kehadiran Owen di PSBS Biak bersama Yan P. Mandenas “Sang Arsitek” PSBS Biak telah terbukti membawa dampak besar serta prestasi bagi PSBS Biak yang sebelumnya bertengger di Liga 2 menuju Liga 1 musim lalu. Hal yang sama juga kita harapkan dengan kehadiran Bos Ikan yang bermarkas di Biak itu dalam Kubu Tim yang berjuluk _’Mutiara Hitam’_ , nantinya bersama Ketua Umum yang akrab di sapa BTM akan membawa kejayaan Persipura sebagai Jenderal Lapangan Hijau kembali ter’gradasi’ dan bersinar di Liga 1 musim 2026/2027.
Oleh sebab itu sebagai rakyat Papua marilah kita _’waspadai politik adu domba’_ antara Persipura Jayapura dan PSBS Biak. Janganlah kita terprovokasi dengan isu- isu murahan serta kepentingan- kepentingan tertentu untuk membandingkan kedua Tim tersebut ataupun penggiringan Opini Sepak Bola dalam muatan politis menjelang PSU Gubernur Papua. Baik Persipura Jayapura maupun PSBS Biak memiliki tali pusar yang sama yaitu Tanah Papua. Kedua Tim tersebut lahir dan dibesarkan oleh anak-anak Papua hebat kala itu. Mereka ibarat Kakak- Beradik yang membela Harkat dan Martabat Orang Papua di Kancah Nasional bukan hanya di bidang Olahraga Sepak Bola; melainkan telah berdampak luas dalam kehidupan masyarakat Papua. Persipura sebagai “Kakak” dengan segudang Prestasi yang mencengangkan tidak harus dibandingkan ataupun *diadu domba* dengan PSBS Biak yang sebagai “Adik” baru bangkit, merangkak, berjalan dan maju dalam sepak bola Nasional karena Papua itu satu dan tidak boleh dipecah belah oleh berbagai kepentingan sesaat yang merugikan kita semua. Sebab dinamika yang terjadi saat ini sangat berpotensi menimbulkan perbedaan yang memecah belah orang Papua bahkan bisa menimbulkan konflik sesama orang Papua, apalagi di kaitkan-kaitkan dengan Isu Politik pada PSU Pilkada Gubernur Papua Agustus mendatang.
Menurut hemat saya; Perbedaan pandangan dalam sebuah organisasi adalah hal yang wajar yang patut dihargai, sebagaimana hal ini disampaikan oleh Owen Rahadian yang menjadi alasannya mengundurkan diri dari PSBS Biak dan kemudian ditawarkan oleh Managemen Persipura menjadi Manager Tim menggantikan Abisai Rollo yang saat ini menjabat Walikota Jayapura. Disamping itu; kedermawanan Bos Nusatuna itu untuk tetap memberikan dukungan finansial kepada PSBS Biak adalah sebuah bentuk Keseriusan dan Cintanya kepada masyarakat Biak sebagaimana komitmennya bahwa Kehadiran Nusatuna di Biak harus berdampak kepada masyarakat Biak dan Papua; sekalipun ia menjadi Manager Persipura kedepan.
Kita sebagai masyarakat Papua haruslah bangga dengan prestasi mereka dan seyogyanya kita memberikan dukungan moril, semangat, dan doa untuk kedua Tim sehingga kedepan Persipura dan PSBS Biak akan mewakili Tanah Papua tampil dalam kasta sepak bola tertinggi di Indonesia agar menunjukkan di Mata Dunia bahwa Papua bukanlah Tanah Kosong; melainkan Tanah yang melahirkan Bibit-bibit Pesepak Bola Unggulan dan harapannya semangat yang sama juga dapat ditularkan kepada tim-tim Sepak Bola Kabupaten/ Kota lainnya di Papua agar dapat mengikuti jejak Persipura dan PSBS Biak di musim-musim yang akan datang. Akhirnya Papua akan menjadi Gudang Pesepak bola Profesional dalam kancah Nasional maupun Internasional.
PAPUA juga BISA.***






