JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com, Penasehat Adat Ikatan Keluarga Biak (IKB) wilayah Provinsi Papua Tengah, Daud Rumar sangat menyayangkan tindakan pemukulan dirinya yang dilakukan oleh oknum satpam Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura di halaman pos jaga tanpa alasan yang jelas. Kasus pemukulan tersebut langsung dilaporkan ke polsek Abepura pada Jumat 13 Maret 2026.
Saat ditemui wartawan media ini di Kota Jayapura, Daud Rumar mengatakan sangat menyesal dengan tindakan oknum satpam RSJ yang memukul dirinya tanpa sebab. Ia menceritakan kronologis awal tindakan pemukulan itu terjadi kepadanya tepat di bagian kepala bagian blakang.
“jadi ceritanya begini, saya ini diberi kepercayaan oleh keluarga di Provinsi Papua Tengah (Nabire) untuk antar Pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa- ODGJ atas nama Yoke Takndarlere, pasien tersebut dirujuk oleh Dinas Sosial Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah ke Rumah Sakit Jiwa Abepura Kota Jayapura Provinsi Papua.
Daud menjelaskan setibanya di Pelabuhan Jayapura langsung dijemput oleh pihak rumah sakit jiwa. Selanjutnya pihak rumah sakit melakukan pengecekan dokumen administrasi dari pasien dan keluarga pasien diminta menandatangani sejumlah dokumen oleh pihak rumah sakit jiwa dan mendapatkan penjelasan dari dokter yang menangani.
Setelah semua persyaratan dan kewajiban disanggupi, lalu keluarga pasien atas nama Daud keluar dari ruangan, saat sampai dihalaman parkir atau dekat pos jaga datang dua orang petugas Dinas Sosial Kabupaten Nabire yang ikut bersama kawal pasien dari nabire ke Jayapura lalu bertanya “bagaimana urusan tadi didalam lalu Daud keluarga pasien menjawab sudah aman semua, tiga dokter yang tangani dan saya sudah tandatangan pernyataan semua,” ungkap Daud.
Sambil jawab dan telpon tiba-tiba Daud dipukul oleh satpam membuat dirinya kaget dan shok. “saya tidak keluarkan kata-kata kasar atau makian. “ saya posisi ada telpon tiba-tiba Satpam tumbuk saya pas di kepala blakang, jadi saya kaget dan tanya wah ini ada apa, kenapa sampai saya dipukul, oh…saya ribut disitu dan langsung telpon keluarga dan kita pergi buat laporan di Polsek abe. Polsek abe respon cepat langung menuju tempak kejadian perkara (tkp) tetapi oknum satpan tersebut sudah kabur tidak berada di tempat,” ungkapnya.
Dari kasus tersebut Daud Rumar menegaskan kepada oknum satpam bahwa tugas satpam hanya menjaga keamanan bukan ikut campur urus administrasi. “sebaiknya oknum satpam tersebut diberhentikan karena tidak tau etika sopan santun dalam melaksanakan tugas. Saya sebagai korban pemukulan saya merasa kesal dengan perbuatan oknum satpam tersebut, dan saya minta direktur RSJ Abepura harus efaluasi oknum satpam tersebut kalau tidak akan berdampak kepada orang lain,” tutupnya.
Sampai berita ini diterbitkan belum ada klarivikasi resmi dari pihak rumah sakit jiwa Abepura dan penyelesaian lebih lanjut dari pihak kepolisian, Sementara korban pemukulan saat ini sudah Kembali ke Nabire.***






