JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com,- Panitia pelaksana Temu Raya Persekutuan Kaum Bapak (PKB) GKI di Tanah Papua resmi dilantik oleh Wakil Ketua II Badan Pekerja Sinode (BPS) GKI di Tanah Papua, Pdt. Gustaf Wutoy, S.Th., M.Si.
Prosesi pelantikan berlangsung dalam ibadah di jemaat GKI Rafael Kemiri Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu (7/6/2026).
Temu Raya ke-8 ini dijadwalkan berlangsung pada November tahun ini, dengan Klasis Sentani dipercayakan sebagai tuan rumah.
Dalam struktur kepanitiaan, posisi ketua inti dinakhodai oleh Anggota DPD RI asal Papua, Henock Puraro. Ia didampingi oleh Naaman Jalesy sebagai Sekretaris dan Agustina Tennu sebagai Bendahara. Kinerja panitia inti ini juga diperkuat oleh 10 Wakil Ketua, Wakil Sekretaris, serta sembilan seksi kerja.

Wakil Ketua II BPS GKI di Tanah Papua, Pdt. Gustaf Wutoy, menyampaikan kepada seluruh umat GKI di enam provinsi bahwa dengan dilantiknya panitia ini, persiapan menuju agenda akbar November mendatang resmi dimulai.
“Tujuan dari Temu Raya ini adalah menjadi wadah perjumpaan Tuhan dengan kaum bapak GKI di Tanah Papua. Sekaligus menjadi momen evaluasi program PKB empat tahun lalu dan menyusun program baru yang selaras dengan Renstra GKI di Tanah Papua. Hal ini berkaitan dengan Tahun Kepedulian menuju Sidang Sinode di Teluk Wondama tahun 2027 nanti,” ujar Pdt. Gustaf.
Ia menambahkan, agenda penting lainnya dalam Temu Raya ini adalah melakukan kajian dan analisis terhadap perkembangan sosial di tengah masyarakat Papua. Langkah ini diharapkan melahirkan rekomendasi program bagi kaum bapak, ibu, dan anak-anak dalam kehidupan bergereja, pemerintah, dan bermasyarakat.
Sementara itu, Ketua Klasis GKI Sentani, Pdt. Albert Suebu, menjelaskan bahwa panitia hanya memiliki waktu kerja efektif selama lima bulan untuk mempersiapkan acara besar ini. Dalam pelaksanaannya, Klasis Sentani akan disokong oleh klasis-klasis di Wilayah I untuk menyambut para “Duta Kristus” PKB dari 70 klasis definitif, 13 bakal klasis, dan 2.058 jemaat di seluruh Tanah Papua.
“Harapan saya, panitia yang telah dikukuhkan tidak hanya dilantik dalam jabatan, tetapi juga berkomitmen untuk bergandengan tangan, bersatu, dan bekerja sama. Mari kerjakan tugas mulia dari Tuhan ini dengan sepenuh hati dan tanggung jawab, sesuai fokus pelayanan GKI yaitu ‘Tahun Kepedulian’,” ajak Pdt. Albert.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BPS GKI yang telah memercayakan Klasis GKI Sentani sebagai tuan rumah.
“Kami memperkirakan kurang lebih 21.000 orang akan memasuki wilayah Sentani. Klasis se-Wilayah 1, mulai dari Senggi sampai Nawa Wirwai, juga akan ikut menjadi tuan rumah. Biarlah Tuhan yang memberikan kemampuan kepada kita semua untuk mengatur hal ini melalui panitia,” tambahnya.
Ketua Panitia, Henock Puraro, turut mengingatkan seluruh anggota panitia mengenai tanggung jawab iman yang telah mereka terima untuk mewujudkan rencana Tuhan di Tahun Kepedulian 2026.
“Saya hanya dipakai Tuhan untuk mengoordinasi. Kita harus bekerja bersama, apalagi waktu kita hanya lima bulan ke depan. Panitia harus bekerja keras menjadi tuan rumah yang baik. Ingat, setelah penutupan acara, kita hanya punya waktu satu minggu untuk merampungkan seluruh laporan. Itu tekad kita bersama,” tegas Henock.
Untuk diketahui, struktur kepanitiaan Temu Raya ini didukung oleh sejumlah koordinator seksi, di antaranya,Seksi Usaha Dana: Sudarso,Seksi Acara & Kerohanian: Fransisko Ardamis,Seksi Perlengkapan: Frans Albert Joku,Seksi Akomodasi: Zeth Luis Puraro,Seksi Sekretariat: Yusak Paat,Seksi Konsumsi: Derek Rumainum,Seksi Dokumentasi & Publikasi: Theo Ayorbaba,Seksi Kesehatan: Oldy Wawolongai,Seksi Keamanan: Yohan Ongge,Seksi Transportasi: Eduard Mambiuw,Seksi Doa: Pdt. Valdo Kakisina. (Bidang Dokumentasi dan Publikasi Panitia Temu Raya PKB)***






