JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com,- Ketua DPD Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Provinsi Papua, Dorince Mehue, menegaskan pentingnya menjaga soliditas dan solidaritas perempuan Kristen dalam momentum perayaan Hari Ulang Tahun ke-19
PAC, PWKI Distrik Jayapura Utara, yang berlangsung penuh makna dan inspiratif.
Dalam keterangannya, Dorince menyampaikan bahwa kehadiran jajaran pengurus DPD, DPC Kota Jayapura, hingga seluruh PAC merupakan bentuk dukungan terhadap kiprah pelayanan perempuan Kristen di tingkat akar rumput.

Ia mengapresiasi PAC Jayapura Utara sebagai satu-satunya yang secara khusus mengundang pengurus secara lengkap dalam perayaan ulang tahun tersebut, “Ini sesuatu yang luar biasa dari seluruh PAC di Kota Jayapura, Jayapura Utara yang menunjukkan inisiatif dan semangat, ini menjadi kekuatan bagi kita semua perempuan Kristen,” ujarnya.
Momentum perayaan ini juga diwarnai kisah inspiratif dari Ketua PAC Jayapura Utara, Laurina Monim, yang tetap memimpin organisasi meski dalam kondisi kesehatan terbatas. Dengan menggunakan kursi roda, ia tetap mengendalikan jalannya pelayanan melalui teknologi komunikasi.
“Ini bukti nyata kecintaan terhadap organisasi. Dalam kondisi fisik yang terbatas, beliau tetap setia melayani. Ini menjadi teladan bagi kita semua,” kata Dorince.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PWKI merupakan organisasi perempuan Kristen yang bersifat nasional, mandiri, dan ekumenis, yang menghimpun berbagai denominasi gereja. Karena itu, kekuatan persatuan menjadi fondasi utama dalam menjalankan misi pelayanan.
Dalam rangka menyongsong Musyawarah Nasional (Munas) PWKI tahun 2027, pihaknya terus mendorong partisipasi aktif seluruh anggota, termasuk melalui penguatan program dan kontribusi organisasi. Salah satu langkah strategis yang tengah dijalankan adalah pembentukan crisis center di semua tingkatan organisasi, mulai dari pusat hingga daerah.
“Crisis center ini menjadi wadah penguatan bagi perempuan Kristen yang menghadapi persoalan sosial maupun situasi darurat di daerah. Ini bagian dari pelayanan nyata PWKI,” jelasnya.
Dirince juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas organisasi dan lintas agama. Dalam perayaan tersebut, turut hadir organisasi mitra seperti Wanita Katolik Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya membangun harmoni dan kebersamaan.
Secara spiritual, ia mengingatkan bahwa PWKI tetap berpegang pada iman sebagai sumber kekuatan utama. Mengutip Mazmur 121, ia menegaskan bahwa pertolongan sejati berasal dari Tuhan, bukan semata dari sumber pembiayaan manusia.
“PWKI tidak memiliki sumber dana tetap, tetapi kami percaya organisasi ini milik Tuhan. Karena itu, kami tetap eksis hingga usia 80 tahun secara nasional,” ungkapnya. Ke depan, Papua direncanakan menjadi tuan rumah Munas PWKI tahun 2027 dengan estimasi kehadiran sekitar 1.500 perempuan Kristen dari seluruh Indonesia. Kota Jayapura diharapkan menjadi pusat pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.
Dirince pun berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan dukungan terhadap gerakan perempuan Kristen di Tanah Papua.
“Kami ingin perempuan Kristen terus menjadi garam dan terang, membawa dampak positif di gereja, masyarakat, pemerintahan, dan seluruh lini kehidupan,” pungkasnya.***





