JAYAPURA.TABLOID PAPUA BARU.COM,- Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 9 Jayapura, Anggoro Subiakto,S.Pd mengungkapkan untuk pembelajaran tatap muka di SMPN 9 Jayapura belum bisa dilaksanakan mengingat capaian vaksinasi masih dibawah 50 persen, sehingga pihaknya menunggu kebijakan dari Wali Kota Jayapura.
“Terkait dengan pembelajaran tatap muka itu, untuk guru dan siswa memang kita sudah susun jadwal pelaksanaan vaksin, nah yang jadi persoalan dan juga dikeluhkan oleh teman-teman dari SMP lainnya adalah orang tua banyak yang tidak berani vaksin,”ungkapnya kepada media ini di SMPN 9, Jumat (17/9).
Menurutnya, dari 1000 lebih siswa, baru tercatat 220 siswa yang diijinkan vaksinasi, umumnya orang tua tidak ijinkan.”Kalo pelaksanaan tatap muka memang capaian vaksinasi harus 50 persen,”imbuh Anggoro.
Dikatakan, hingga kini baru SMPN 1 Jayapura yang bisa melaksanakan belajar tatap muka dikarenakan siswa yang vaksinasi mencapai 700 orang, sementara beberapa sekolah lain presentasenya dibawah 50 persen.”Orang tua menginginkan tatap muka, sedangkan orang tua sendiri untuk pelaksanaan vaksinasi tidak mendukung, untuk vaksinasi kan kita sudah menghimbau, petugas dari puskesmas sudah datang, tetapi tidak ada siswa yang muncul,”katanya.
Bahkan, surat pernyataan yang orang tua harus isi dan kembalikan kepada pihak sekolah, tidak dikembalikan, sehingga tidak ada kepastian yang diberikan bagi pihak sekolah.
“Kita juga sudah koordinasi dengan kepala dinas, (sehingga) kita menunggu petunjuk selanjutnya. Kalau capaian 50 persen kan, bila satu kelas 40 orang, maka 20 orang yang diajarkan minggu ini, minggu depan baru 20 orang lagi,”bebernya.
Pada kesempatan tersebut, Anggoro juga mendukung penuh pelaksanaan PON XX di bumi Cenderawasih, termasuk Kota Jayapura yang bertindak sebagai salah satu cluster penyelenggaraan PON XX tahun 2021.
“Kami bangga dan kami antusias bahwa pelaksaan PON yang sebelumnya diprediksi tidak bisa dilaksanakan, akhirnya semua bisa jalan dengan baik, untuk melaksanakan PON XX tahun 2021,”pungkasnya. (Jhon Mampokem/Yan)






