SUPIORI.tabloidpapuabaru.com,- Bupati Supiori Heronimus Mansoben secara resmi meletakan batu pertama pembangunan proyek pekerjaan talud sepanjang 250 m di pantai Yenggarbun Supiori Provinsi Papua.
Program pembangunan Talud tersebut merupakan agenda pertama pembangunan fisik dalam 100 hari kerja bupati dan wakil bupati kurang lebih empat bulan berjalan.
“ kita sudah mulai melaksanakan bangunan fisik infrastruktur untuk kebutuhan masyarakat di kabupaten Supiori,” Ujar Bupati Supiori Heronimus Mansoben kepada awak media di Supiori usai meletakan batu pertama pembangunan Talud pantai Yenggarbun.

Bupati HM menuturkan Kabupaten Supiori adalah daerah kepulauan rawan bencana dan sering sekali terjadi bencana, baik itu abrasi pantai, gelombang laut, gempa bumi dan air naik. Membuat masyarakat yang mendiami wilayah pesisir pantai tidak nyaman bahkan menjadi ancaman bagi kelangsungan hidupnya.
Untuk itu dengan adanya bantuan pemerintah pusat melalui Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) lewat APBN menjawab program talud pengamanan pantai Yenggarbun sepanjang 250 meter, pihaknya sangat bersyukur kepada Tuhan.

“ kami dari pemerintah daerah tidak tinggal diam tetapi sudah berusaha dan berjuang, akhirnya pemerintah pusat melihat kondisi Kabupaten Supiori melalui laporan dari BPBD Kabupaten Supiori dan sudah terjawab dan akan dikerjakan,” pungkasnya.
Pihak pemerintah daerah akui lokasi talud yang seharusnya dikerjakan sepanjang 1000 meter namun baru bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat untuk mengerjakan 250 meter.
“kalau kita lihat hampir 1000 meter tetapi puji Tuhan kita dapat 250 meter dari APBN dan kita akan upayakan sesuai dengan kemampuan daerah sehingga kami berharap sisanya bisa dikerjakan pada waktu-waktu mendatang,” pungkasnya.

Bupati menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu proses dan tahapan sehingga pekerjaan talud bisa dihadirkan untuk membantu masyarakat di Supiori.
“kami di Supiori dibangun dengan slogan Tiga tungku yaitu Pemerintah Adat dan Gereja dimana kolaborasi ini terus kami rajut untuk pembangunan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Supiori,” jelasnya.
Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Supiori, Lukas Mansawan S.Hut MMA kepada media ini menyampaikan terima kasih kepada pihak ketiga yang akan menjadi mitra pembangunan supiori ke depan.
“ tentunya kami dari pemerintah daerah melalui badan penanggulangan bencana mohon dukungan dari masyarakat, menjadi suport dalam pelaksanaan pembangunan ini sehingga dapat diselesaikan dengan kualitas yang kita harapkan,” pungkasnya.

Disebutkan target penyelesaian proyek talud tersebut berakhir Desember 2025. Untuk itu ia berharap ada pengawasan yang baik dan laporan kemajuan pekerjaan secara periodik.
“saya harap pekerjaan ini kita sama-sama melakukan pengawasan dan kontrol secara rutin terhadap mutu dan kualitas bahan dan kita berharap hari ini kita melangkah dengan 200 meter dan kedepan kita akan lanjut selesaikan 700 meter,”ungkapnya.
Dijelaskan bahwa seluruh daerah yang kena imbas dari abrasi akan dibangun. “pada kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat sudah menjawab. Semoga melalui pekerjaan ini dapat membantu masyarakat yang kena terdampak abrasi di Kabupaten Supiori,” tutupnya. (Richard Yeninar)**






