• TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
Sabtu, Mei 30, 2026
  • Login
Papua Baru
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • GKI DI TANAH PAPUA
  • POLHUKRIM
  • DAERAH
  • BUDAYA
  • EKONOMI
No Result
View All Result
Papua Baru
No Result
View All Result
Home PAPUA

Siswa Unggul Papua Terancam Putus Kuliah, Orang Tua Mengadu ke DPR Papua

by admin papua baru
7 Maret 2025
in PAPUA
0
Siswa Unggul Papua Terancam Putus Kuliah, Orang Tua Mengadu ke DPR Papua

orang tua saat foto bersama anggota DPR Papua

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAPURA.tabloidpapuabaru.com- Program Beasiswa Unggul Papua, yang merupakan salah satu implementasi Otonomi Khusus (Otsus) di Provinsi Papua, kini menghadapi kendala pembiayaan.

Hal ini disampaikan oleh John Reba, Ketua Forum Komunikasi Orang Tua Mahasiswa Penerima Beasiswa Otsus Papua, dalam pertemuan dengan anggota DPR Papua, Albert Meraudje, di Jayapura, Kamis (6/03/2025).

Program Beasiswa Unggul Papua digagas pada masa kepemimpinan almarhum Gubernur Lukas Enembe sebagai kelanjutan dari program 1000 dokter yang diinisiasi oleh Barnabas Suebu.
Sejak 2013, program ini telah membantu ribuan mahasiswa Papua untuk menempuh pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

Namun, sejak 2021, program ini mengalami kendala finansial akibat perubahan kebijakan keuangan Otsus pasca-pengesahan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 dan pemekaran provinsi di Papua.

“Pemekaran provinsi menyebabkan dana Otsus terbagi ke kabupaten/kota dan provinsi baru, sehingga Provinsi Papua mengalami defisit dan tidak mampu lagi membiayai beasiswa secara mandiri,” jelas John Reba.

Reba menjelaskan, pada 2023, masalah ini mencapai puncaknya dengan jumlah penerima beasiswa mencapai 3.171 mahasiswa, baik di dalam maupun luar negeri. Forum Orang Tua Mahasiswa telah mengawal persoalan ini sejak 2023, melakukan diskusi dengan pemerintah provinsi dan DPR Papua, serta mendorong penanganan hingga ke tingkat pusat.

Pada 12 April 2023, disepakati bahwa mahasiswa akan dibiayai oleh provinsi asal mereka masing-masing. Namun, Provinsi Papua masih mengalami kendala dana hingga awal 2024, ketika pemerintah pusat memutuskan untuk menggunakan dana sisa Otsus guna membiayai beasiswa hingga 2026.

“Kabupaten/kota di Provinsi Papua dan lima provinsi baru di Papua wajib menyisihkan sebagian dana Otsus mereka untuk membantu membiayai mahasiswa asal Papua,” ujar John.

Pada 2024, total kebutuhan dana beasiswa mencapai Rp167 miliar. Hingga Desember 2024, dana yang terkumpul mencapai Rp144 miliar, dengan Rp102 miliar telah disalurkan ke mahasiswa dan kampus melalui Bank Mandiri. Namun, masih ada Rp22 miliar yang belum disetor ke Provinsi Papua.

Dari 1.421 mahasiswa penerima beasiswa pada 2024, 260 di antaranya menempuh pendidikan di luar negeri di tujuh negara, sementara 1.161 mahasiswa berkuliah di dalam negeri, dengan 64% di antaranya berada di Jayapura. Namun, hingga saat ini, hanya 52% mahasiswa yang telah menerima beasiswa, sementara 47% masih menunggu pencairan dana.

“Jika dana tidak segera disalurkan, banyak mahasiswa, terutama yang berada di luar negeri, terancam dideportasi atau dipulangkan. Ini akan menjadi kerugian besar bagi orang tua, provinsi, dan negara,” tegas John.

DPR Papua Siap Turun Tangan
Anggota DPR Papua Fraksi Partai NasDem, Albert Meraudje, mengatakan siap untuk mendorong penyelesaian masalah ini.

“Kami akan segera bertemu dengan Sekda Provinsi Papua untuk memastikan dana Rp42 miliar yang masih tersisa segera disalurkan. Ini sangat mendesak karena ada ancaman deportasi bagi mahasiswa di luar negeri jika dana tidak cair sebelum 14 Maret,” Ucap Albert.

Albert menegaskan bahwa meski administrasi keuangan harus dipertanggungjawabkan, situasi darurat seperti ini memerlukan kebijakan khusus.
“Kita harus membantu anak-anak kita. Ini adalah investasi untuk masa depan Papua dan Indonesia,” Ungkapnya.

Rudolf Y. Merauje, salah satu orang tua mahasiswa, mengaku khawatir anaknya yang sedang menempuh pendidikan pilot di Selandia Baru telah menyelesaikan programnya dan kini melanjutkan pendidikan sebagai instruktur.

“Dia bercita-cita menjadi dosen pilot untuk orang Papua. Namun, hingga saat ini, dana beasiswanya untuk 2024 belum dibayar. Saya khawatir dia akan dipulangkan jika dana tidak segera cair,” Kata Rudolf.

Rudolf berharap pemerintah provinsi segera menyalurkan dana yang tersisa.

“Ini bukan hanya untuk anak saya, tetapi untuk semua mahasiswa Papua yang sedang mengejar mimpi mereka. Jika mereka dipulangkan, semua usaha dan investasi yang telah dilakukan akan sia-sia,”ujarnya.(Redaksi/YY).

Previous Post

KPU Papua Dianggap Gagal Total 

Next Post

DPR Papua Sebut Kasus Bom Molotov di Kantor Jubi Bukan Kasus Remeh, Ini Serius dan Harus Diungkap

admin papua baru

Next Post
DPR Papua Sebut Kasus Bom Molotov di Kantor Jubi Bukan Kasus Remeh, Ini Serius dan Harus Diungkap

DPR Papua Sebut Kasus Bom Molotov di Kantor Jubi Bukan Kasus Remeh, Ini Serius dan Harus Diungkap

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tebar Berkah Idul Adha 1447 Hijriah, PLN UIP MPA Salurkan 12 Hewan Kurban untuk Masyarakat

Tebar Berkah Idul Adha 1447 Hijriah, PLN UIP MPA Salurkan 12 Hewan Kurban untuk Masyarakat

30 Mei 2026
Publik Jangan Hakimi Mama Yasinta Moiwend

Publik Jangan Hakimi Mama Yasinta Moiwend

30 Mei 2026
Pendaftaran Calon Ketua Umum KONI Papua Dibuka

Pendaftaran Calon Ketua Umum KONI Papua Dibuka

30 Mei 2026
RSUP Jayapura Gandeng Media Bangun Informasi Kesehatan yang Edukatif dan Berimbang

RSUP Jayapura Gandeng Media Bangun Informasi Kesehatan yang Edukatif dan Berimbang

29 Mei 2026

Recent News

Tebar Berkah Idul Adha 1447 Hijriah, PLN UIP MPA Salurkan 12 Hewan Kurban untuk Masyarakat

Tebar Berkah Idul Adha 1447 Hijriah, PLN UIP MPA Salurkan 12 Hewan Kurban untuk Masyarakat

30 Mei 2026
Publik Jangan Hakimi Mama Yasinta Moiwend

Publik Jangan Hakimi Mama Yasinta Moiwend

30 Mei 2026
Pendaftaran Calon Ketua Umum KONI Papua Dibuka

Pendaftaran Calon Ketua Umum KONI Papua Dibuka

30 Mei 2026
RSUP Jayapura Gandeng Media Bangun Informasi Kesehatan yang Edukatif dan Berimbang

RSUP Jayapura Gandeng Media Bangun Informasi Kesehatan yang Edukatif dan Berimbang

29 Mei 2026
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • SUSUNAN REDAKSI
tabloidpapuabaru.com

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

No Result
View All Result
  • Home
  • PAPUA
  • JAYAPURA
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • EKONOMI

© TABLOID PAPUA BARU | 2020

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In