SARMI | Tabloidpapuabaru.com – Dalam rangka memahami lebih dalam harapan dan kebutuhan masyarakat adat, khususnya perempuan asli Papua di Kabupaten Sarmi, MRP Pokja Perempuan melakukan kegiatan monitoring di wilayah adat Tabi yang dipusatkan di Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua.

Tim Monitoring yang bertugas untuk memantau hak-hak perempuan asli Papua (PAP) di wilayah Tabi terdiri dari beberapa anggota, yaitu:
- Fibiolla Iriani Ohei, S.Pd, M.Si (Ketua Tim)
- Paulina Tromowey (Sekretaris Pokja Perempuan)
- Yosepina Cawen
- Naomi R. A Sumuel, S.H.
- Ribka Bilasi
Ketua Tim Monitoring, Fibiolla Ohei, menyatakan bahwa kelompok mereka telah sepakat untuk melakukan pemantauan di dua wilayah adat, yaitu Tabi dan Saireri. Tim telah dibagi menjadi dua kelompok, di mana satu tim bertugas di wilayah adat Saireri, sementara tim lainnya, yaitu tim Tabi, mengunjungi Kabupaten Sarmi.
“Kami ingin melihat dan mendengar langsung apa yang menjadi keluhan masyarakat, khususnya perempuan asli Papua di Sarmi. Kami berkomitmen untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sarmi guna mendukung apa yang diinginkan masyarakat,” ujar Fibiolla Ohei ketika berada di Sarmi Kota, Senin (28/10/2024).
Fibiolla juga menambahkan bahwa tujuan monitoring ini bukan hanya untuk mendengar keluhan masyarakat setempat, namun juga untuk mendorong pemerintah setempat agar memberikan perhatian dan dukungan yang diharapkan oleh masyarakat.
Majelis Rakyat Papua (MRP) melalui Pokja Perempuan melakukan kegiatan monitoring terhadap hak-hak perempuan asli Papua di wilayah adat Tabi, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, pada Senin hingga Selasa, Oktober 2024.
“Setiap hal yang kami dengar langsung dari masyarakat akan menjadi perhatian utama, sehingga kebutuhan mereka dapat terpenuhi sesuai dengan harapan bersama,” tutup Fibiolla. (DaniEl)






