KEROM.rabloidpapuabaru.com,- – Dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan 1446 Hijriah, PT PLN (Persero) Unit Induk Papua dan Papua Barat melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) Bekerjasama dengan Yayasan Arema 74, menggelar Khitanan massal bertempat di Masjid Agung Nurul Huda Arso II Kabupaten Keerom Provinsi Papua. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu anak-anak dhuafa yang membutuhkan, sebagai bentuk komitmen PLN dalam memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Saat memberikan sambutan mewakili Ketua Yayasan Baitul maal (YBM) PT.PLN Persero Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat Muhammad Yusuf Miswar menjelaskan bahwa Organisasi (YBM) adalah Lembaga Amil Zakat Nasional yang berbasis Corporate BUMN yang ada di seluruh Indonesia YBM mengelola dana zakat infak dan Wakaf dari Pegawai PLN, Adapun Lima pilar daripada Program kami, 1.Pendidikan, Dakwah, 3.Aosial Kemanusiaan, 4. Kesehatan dan 5.pembwrdayaan Ekonomi, Khitanan Masal kali ini masuk dalam pilar Keaehatan ini wajib Hukumnya bagi anak laki laki menurut pandangan syariat Agama Islam hal tersebut Gunah mempermudah dan memepercepat proses pembersihan fisik sebagai salah satu syarat sahnya Ibadah, sedangkan dari sisi media Khitanan sangat penting dari sisi kesehatan karena membuang anggota tubuh yang menjadi tempat persembunyian kotoran virus, bakteri dan lainya yang dapat membahayakan kesehatan manusia oleh karena itu kami sangat apresiasi kegiatan kali ini ,” ujar Muhammad Miswar.

Ia juga menambahkan melalui kegiatan Khitanan Masal kali ini kita telah mengajar anak mengenal pentingnya kesehatan kebersihan badan.
Di waktu yang sama Ketua Pembina Yayasan Arema 74, Ir.Hadi Winoto,S.Sos, menjelaskan Acara Sunatan Masal Berkat Kerjasama yang baik antara Baitil maak (YBM) PT.PLN Persero unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat Bekerjasama dengan Bakti Arema 74, bisa laksanakan Kegiatan Khi Natan masal dengan baik, tetapi juga kerja sama ini melibatkan semua pihak terutama dengan Pengurus Masjid Agung Nurul Huda Arso II serta peran serta dari masyarakat sekitar yang sangat menentukan terselenggaranya kegiatan kali ini.


Tentunya Harapan kami kepada (YBM) dan juga masyarakat Keerom pada umumnya ini merupakan langkah awal kerjasama yang baik, olehnya itu harapan kami dari Yayasan dan Paguyuban Arema 74 Papua ingin melakukan kerjasama dalam bentuk yang lain, kalau saat ini Sunatan masal bukan hanya Umat muslim yang terlibat Non muslim pun terlibat dan merasakan manfaatnya karena Islam membawa Rahmat dan illa alamin.
Jadi kami harapkan agar di tahun tahun yang akan datang kita bisa lanjutkan kerjasama seperti memberikan santunan kepada Kaum dhuafa atau penan tasan kemiskinan dan lain lain.

Saat di konfirmasi awak media ditempat kegiatan Ketua panitia Rustam Irsyad dari yayasan Bhakti Arema Tujuh Empat Papua menjelaskan bahwa kegiatan kali ini panitia cukup berhasil yang mana Khitanan massal YBM PT.PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat bekerja sama dengan Yayasan Bhakti Arema Tujuh Empat Papua untuk 114 peserta dimana 100 peserta dari Muslim yang kurang mampu dan 14 orang dari non muslim. Ditangani oleh 11 tim medis dan 1 dokter penanggung jawab. diawali dari (08.00 hingga 13.30 wit),” ucapnya.

Sementara itu menutupi seluruh sambutan dari rangkaian acara Khitanan Masal Mewakili Pemerintah dan pengurus Mesjid Agung Nurul Huda Arso II Drs. Wahfir Kosasih mengatakan bahwa pihaknya sangat bersyukur dengan kegiatan Khitanan Masal kali ini dimana hak bagi orang tua pada anak ada lima, 1.Memberikan nama, 2.memberikan nama yang toibah, 3.membeeikan Pendidikan,4. Men Khitankan anak anak kita. Kewajiban meKhitan kan anak anak kita itu bukan kewajiban PT.PLN, bukan juga kewajiban Arema tetapi kewajiban kita selaku orang tua, tetapi kali ini PLN dan Arema membantu kita para orang tua untuk bersihkan dan menyucikan anak anak kita lewat program khitanan massal seperti yang di ajarkan agama Islam,” ungkap Mantan Wakil Bupati Keerom Wahfir Kosasih.

Ia juga menambahkan bahwa Pelaksanaan Khitanan kali ini selama periodenya sebagai ketua Masjid Agung Nurul Huda Arso II ini merupakan kali ke dua, yang pertama tahun 2024 ada 115 padahal target kita cuman 90 lebih dan kali ini sangat membanggakan dari 114 orang ternyata 14 orang di antaranya datang dari Non Muslim itu artinya bahwa Khitanan saat ini bukan hanya milik umat muslim tetapi milik semua orang jikalau mau menjalankan hidup sehat itu bagi anak laki laki,’ tutup Wahfir Kosasih.






