Bripka Daniel Tapilatu: Paling Banyak Itu Kerugian Material Hingga 400 Juta Rupiah
SENTANI, tabloidpapuabaru.com,- Unit Lalu Lintas Polsek Sentani Timur merilis angka kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) selama enam bulan terakhir, Senin 11 Juli 2022.
Selang bulan Januari hingga tanggal 10 Juli 2022, Unit Lantas mencatat ada 11 kasus Laka Lantas yang terjadi hingga mengakibatkan satu nyawa melayang.
Mengacu ke data Laka Lantas Polsek Sentani Timur, ada 11 kasus mengakibatkan 1 orang meninggal dunia, luka berat ada satu orang, luka ringan 3 orang dan kerugian material kurang lebih sebesar Rp 400 juta.
Menurut Kapolsek Sentani Timur Iptu Dr. Yohan Ongge, S.H., M.H., melalui PS. Kanit Lantas Polsek Sentani Timur Bripka Daniel Tapilatu, S.Sos, faktor utama dari penyebab Laka Lantas itu tak lain adalah human error yakni, berkendara dalam pengaruh minuman keras (Miras).
“Untuk Lala Lantas yang mengakibatkan kerugian material itu ada faktor dari manusia juga, serta ada faktor dalam satu keadaan. Karena kalau dalam satu keadaan saat berkendara itu, ya pastinya mengganggu konsentrasi. Sehingga dapat membahayakan orang lain dan juga diri sendiri,” kata Bripka Daniel Tapilatu, ketika dikonfirmasi wartawan media online ini diruang kerjanya, kemarin malam.
“Berkendara dalam satu keadaan itu masih mendominasi kasus Laka Lantas dalam enam bulan terakhir ini,” tambahnya.
Lanjut kata Daniel Tapilatu, untuk kasus Laka Lantas yang terjadi di jalan raya Sentani Timur selang enam bulan terakhir ini sebanyak 11 kasus.
“Sekitar delapan, ditambah dengan yang kemarin ini ada Laka Lantas yang mengakibatkan kerugian material itu menjadi 11 kasus Laka Lantas. Jadi, dalam semester pertama tahun ini ada 11 kasus Laka Lantas. Sedangkan untuk kerugian material secara keseluruhan itu kurang lebih sekitar 400 juta rupiah,” katanya.
“Sementara untuk luka-luka akibat Laka Lantas di semester pertama ini, di Juni itu ada satu orang dan Juli ini juga ada dua orang yang mengalami luka ringan. Sedangkan, di Juli ini ada satu orang yang meninggal dunia dan luka berat ada satu orang. Lebih banyak itu kerugian material,” sambungnya.
Untuk itu, Daniel mengimbau kepada seluruh pengguna jalan baik itu pengemudi roda empat maupun pengendara roda dua agar saat berkendara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. “Jadi, jangan menggunakan kendaraan sepeda motor maupun mobil itu dalam satu keadaan. Karena dampaknya sangat besar, berkendara dalam satu keadaan itu dapat membahayakan orang lain maupun dirinya sendiri,” imbuh Bripka Daniel Tapilatu diakhir wawancaranya.






