JAYAPURA.—tabloidpapuabaru.com,-Ketua Umum DPP, Barisan Relawan Jalan Perubahan ( Bara JP) Willem Frans Ansanay bersama pengurus melakukan pertemuan dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di kediamannya dalam suasana yang berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Pertemuan tersebut membahas dinamika politik nasional terkini serta respons relawan terhadap berbagai isu yang berkembang di ruang publik.
Dalam keterangannya, WFA menegaskan bahwa mereka tidak ingin terjebak dalam diskursus politik yang bersifat memojokkan sosok Jokowi. Sebaliknya, mereka memilih menempatkan fokus pada kondisi kebatinan masyarakat yang saat ini mendambakan kedamaian, rasa aman, serta stabilitas di tengah berbagai tantangan bangsa. Relawan menilai, menjaga suasana kondusif jauh lebih penting dibanding memperuncing perdebatan politik yang berpotensi memecah belah.
Terkait isu provokatif seperti wacana kudeta atau pemakzulan presiden, relawan Bara JP secara tegas menolaknya. Mereka menilai narasi tersebut tidak berdasar dan cenderung menjadi alat provokasi pihak tertentu. Relawan juga meyakini masyarakat Indonesia kini semakin cerdas dan tidak mudah terpengaruh oleh upaya-upaya yang berpotensi mengganggu persatuan nasional.
Lebih lanjut, WFA mengajak seluruh elemen bangsa, dari Sabang hingga Merauke, untuk tetap konsisten menjaga konstitusi serta mendukung pemerintahan yang sah demi keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Dalam pandangan mereka, kondisi nasional saat ini tetap berada dalam koridor stabil, termasuk dalam menghadapi tantangan global seperti ketahanan energi dan aspek keamanan negara.
Menutup pernyataannya, WFA menegaskan sikap untuk tidak menggubris berbagai isu negatif yang terus dihembuskan. Dengan mengutip analogi “anjing menggonggong, kafilah berlalu,” mereka menegaskan komitmen untuk tetap fokus pada kerja nyata dan pembangunan masyarakat ke depan, sebagai wujud kontribusi terhadap keutuhan dan kemajuan bangsa.***






